Sabtu, 13 Oktober 2018

Legenda Ke-19 Mengapa Singa Mengaum


MEMBESARNYA  SUARA SINGA

Dalam tutur masyarakat Afrika, dahulu kala suara singa tidak sekeras sekarang ini, bahkan cenderung lembut.  Para penghuni hutan sering kali  tiba-tiba menjadi mangsa singa.  Mereka tidak sempat menghindar dari terkaman singa,  karena tidak tidak menyadari kehadirannya.

“Kalau begini keadaannya, kita bisa punah oleh keserakahan Raja kita.”  Kely si kelinci putih mengungkap keresahannya.

“Jangankan kamu Kely, aku yang segagah  ini pun sebentar lagi hanya akan tinggal namanya,” tukas Rafa, si jerapah gagah cemas.

“Kita harus cari jalan untuk membuat suaranya menjadi keras,” usul Kely.

Keresahan melanda penghuni hutan.  Mereka berdoa pada Allah SWT untuk bisa selamat dari ancaman tiba-tiba raja mereka .

“Ya Allah, kami rela kalau memang sudah ketentuanMu, bahwa kami menjadi rejeki buat raja kami.  Tapi mohon jalan keluar dari kedatangannya yang tidak pernah kita sadari.  Sungguh kebinasaan bagi keturunan kami sudah di depan mata.”  Penghuni hutan merintih dalam doa yang syahdu

Akhirnya dengan izin Allah SWT, para penghuni hutan mengadakan rapat mendadak.  Semua hadir, ada beruang atlas, kera, orang hutan, banteng, bison dan segela jenis binatang hutan afrika  yang lain.

“Aku punya usul.  Ada satu cara membuat raja kita bersuara.”  Boru si beruang atlas mengajukan usulan brilian. “Aku senang memakan madu.  Aku ingin mengajaknya menikmati madu hutan sampai kenyang dan tertidur lelap.  Biar dia tidur di dekat sarang lebah.   Lebah yang merasa madunya dicuri akan marah dan menyerang raja saat tidur.”

“Usulanmu brilian Boru.  Tapi apakah sengatan lebah tidak akan membahayakan raja kita?” tanya Sony si bison perkasa.

“Tentu saja tidak.  Ia hanya akan lebab oleh sengatan.  Rasa sakit sengatan lebah akan membuatnya  marah dan berteriak kesakitan.  Semoga dengan begitu suara aumannya akan membesar.”  Boru menjelaskan.

Semua penghuni hutan setuju.  Boru membuat strategi untuk bisa mengajak Liony, raja hutan yang ditakuti semua rakyatnya.

“Paduka, raja hutan yang gagah perkasa, ada berita buruk dari keluarga Paduka. “  Boru berbicara hati-hati.

“Kabar buruk apa Boru, sampai kau berani menemuiku.  Tidakkan kamu takut aku mangsa?”  Liony menampakkan taringnya.  Seringainya menggetarkan hati Boru.

“Saya yakin dengan berita ini, Paduka pasti  tidak akan melukaiku.  Saudara Paduka yang bernama Liona  sedang sakit keras di hutan sebelah.  Saya diutus menjemput Paduka untuk menolongnya.”

“Benarkah?  Baiklah tunjukkan aku jalan ke sana.”

Mereka pun berjalan sangat jauh menuju hutan tetangga.  Sementara hutan mereka pun belum tampak ujungnya.

Liony kelelahan saat mereka memasuki wilayah  lebah hutan.  Boru memberikan beberapa keping  sarang madu hutan untuk diminum oleh sang raja.  Liony meminum madu itu hingga kenyang dan tertidur pulas.

“Ternyata nikmat sekali madu hutan ini.  Pantaslah kamu senang sekali meminumnya, Boru.”

“Iya, Paduka.  Sekarang Paduka istirahatlah untuk memulihkan tenaga.  Perjalanan kita masih jauh.”

Karena terlalu kenyang dan lelah Liony terlelap.  Lebah hutan baru menyadari bahwa sarangnya yang penuh madu dicuri musuh pengganggu.  Mereka mencari siapa gerangan pencuri itu.  Ketika dilihatnya sarang itu telah dihisap oleh raja hutan, mereka mengamuk dan menyerang bersama Liony dengan membabi buta.

Bukan kepalang kagetnya Liony.  Ia mengaum kesakitan oleh sengatan lebah.  Aumannya tidak juga memekakkan telinga lebah.  Liony makin marah dan membesarkan suaranya.  Hingga ia berhasil mengaum dengan suara mengerikan seperti yang kita dengar saat ini. 

Lebah pun kaget dengan suara auman itu dan menghentikan sengatannya.

Seluruh penghuni hutan bersyukur doa mereka dikabulkan.  Sekarang mereka dengan mudah menyadari kehadiran pemangsa yang paling mengerikan itu.

PESAN MORAL:

1. Dalam menghadapi setiap  masalah selalulah meminta petunjuk dari Allah SWT untuk diberi jalan keluar yang terbaik
2.  Kebersamaan dalam musyawarah akan mencapai mukahat yang maslahah
3.  Bersyukurlah atas segala karunia Allah, maka Allah akan menambah lagi nikmatNya

FAKTA UNIK:

Nah, binatang yang satu ini menjadi simbul keperkasaan dan kita menyebutkan metafornya dengan raja hutan.  Nama Singa dari bahasa Sansekerta, Simha.  Nama ilmiahnya adalah Panthera leo

Ternyata dalam menangkap mangsa, singa jantan lebih mengandalkan singa betina.  Aneh juga, ya?  Mungkin singa betina lebih lincah tanpa bulu tebal si tenguk dan dagunya.  Singa memang lebih kuat dan perkasa sibanding semua bangsa kucing.  Tapi kelemahannya, mereka tidak bisa memanjat pohon.

Taksonomi:
Kingdom-Animalia, Filum:Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Carnivora, Famili: Felidae (bangsa kucing), Genus: Panthera, Spesies: Panthera leo

REFERENSI:
2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Singa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar