MEMBESARNYA SUARA SINGA
Dalam tutur masyarakat Afrika, dahulu kala suara singa tidak
sekeras sekarang ini, bahkan cenderung lembut.
Para penghuni hutan sering kali tiba-tiba menjadi mangsa singa. Mereka tidak sempat menghindar dari terkaman
singa, karena tidak tidak menyadari
kehadirannya.
“Kalau begini keadaannya, kita
bisa punah oleh keserakahan Raja kita.” Kely
si kelinci putih mengungkap keresahannya.
“Jangankan kamu Kely, aku yang segagah ini pun sebentar lagi hanya akan tinggal
namanya,” tukas Rafa, si jerapah gagah cemas.
“Kita harus cari jalan untuk membuat suaranya menjadi keras,” usul
Kely.
Keresahan melanda penghuni hutan.
Mereka berdoa pada Allah SWT untuk bisa selamat dari ancaman tiba-tiba
raja mereka .
“Ya Allah, kami rela kalau memang sudah ketentuanMu, bahwa kami
menjadi rejeki buat raja kami. Tapi
mohon jalan keluar dari kedatangannya yang tidak pernah kita sadari. Sungguh kebinasaan bagi keturunan kami sudah
di depan mata.” Penghuni hutan merintih
dalam doa yang syahdu
Akhirnya dengan izin Allah SWT, para penghuni hutan mengadakan
rapat mendadak. Semua hadir, ada beruang
atlas, kera, orang hutan, banteng, bison dan segela jenis binatang hutan
afrika yang lain.
“Aku punya usul. Ada satu
cara membuat raja kita bersuara.” Boru
si beruang atlas mengajukan usulan brilian. “Aku senang memakan madu. Aku ingin mengajaknya menikmati madu hutan
sampai kenyang dan tertidur lelap. Biar
dia tidur di dekat sarang lebah. Lebah yang merasa madunya dicuri akan marah
dan menyerang raja saat tidur.”
“Usulanmu brilian Boru. Tapi
apakah sengatan lebah tidak akan membahayakan raja kita?” tanya Sony si bison
perkasa.
“Tentu saja tidak. Ia hanya akan
lebab oleh sengatan. Rasa sakit sengatan
lebah akan membuatnya marah dan
berteriak kesakitan. Semoga dengan
begitu suara aumannya akan membesar.”
Boru menjelaskan.
Semua penghuni hutan setuju.
Boru membuat strategi untuk bisa mengajak Liony, raja hutan yang
ditakuti semua rakyatnya.
“Paduka, raja hutan yang gagah perkasa, ada berita buruk dari
keluarga Paduka. “ Boru berbicara
hati-hati.
“Kabar buruk apa Boru, sampai kau berani menemuiku. Tidakkan kamu takut aku mangsa?” Liony menampakkan taringnya. Seringainya menggetarkan hati Boru.
“Saya yakin dengan berita ini, Paduka pasti tidak akan melukaiku. Saudara Paduka yang bernama Liona sedang sakit keras di hutan sebelah. Saya diutus menjemput Paduka untuk
menolongnya.”
“Benarkah? Baiklah tunjukkan
aku jalan ke sana.”
Mereka pun berjalan sangat jauh menuju hutan tetangga. Sementara hutan mereka pun belum tampak ujungnya.
Liony kelelahan saat mereka memasuki wilayah lebah hutan.
Boru memberikan beberapa keping
sarang madu hutan untuk diminum oleh sang raja. Liony meminum madu itu hingga kenyang dan
tertidur pulas.
“Ternyata nikmat sekali madu hutan ini. Pantaslah kamu senang sekali meminumnya,
Boru.”
“Iya, Paduka. Sekarang
Paduka istirahatlah untuk memulihkan tenaga.
Perjalanan kita masih jauh.”
Karena terlalu kenyang dan lelah Liony terlelap. Lebah hutan baru menyadari bahwa sarangnya
yang penuh madu dicuri musuh pengganggu.
Mereka mencari siapa gerangan pencuri itu. Ketika dilihatnya sarang itu telah dihisap
oleh raja hutan, mereka mengamuk dan menyerang bersama Liony dengan membabi
buta.
Bukan kepalang kagetnya Liony.
Ia mengaum kesakitan oleh sengatan lebah. Aumannya tidak juga memekakkan telinga
lebah. Liony makin marah dan membesarkan
suaranya. Hingga ia berhasil mengaum
dengan suara mengerikan seperti yang kita dengar saat ini.
Lebah pun kaget dengan suara auman itu dan menghentikan
sengatannya.
Seluruh penghuni hutan bersyukur doa mereka dikabulkan. Sekarang mereka dengan mudah menyadari
kehadiran pemangsa yang paling mengerikan itu.
PESAN MORAL:
1. Dalam
menghadapi setiap masalah selalulah
meminta petunjuk dari Allah SWT untuk diberi jalan keluar yang terbaik
2. Kebersamaan
dalam musyawarah akan mencapai mukahat yang maslahah
3. Bersyukurlah
atas segala karunia Allah, maka Allah akan menambah lagi nikmatNya
FAKTA UNIK:
Nah, binatang yang satu ini menjadi simbul keperkasaan dan kita
menyebutkan metafornya dengan raja hutan.
Nama Singa dari bahasa Sansekerta, Simha. Nama ilmiahnya adalah Panthera leo
Ternyata dalam menangkap mangsa, singa jantan lebih mengandalkan
singa betina. Aneh juga, ya? Mungkin singa betina lebih lincah tanpa bulu
tebal si tenguk dan dagunya. Singa
memang lebih kuat dan perkasa sibanding semua bangsa kucing. Tapi kelemahannya, mereka tidak bisa memanjat
pohon.
Taksonomi:
Kingdom-Animalia, Filum:Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Carnivora,
Famili: Felidae (bangsa kucing), Genus: Panthera, Spesies: Panthera leo
REFERENSI:
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Singa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar