Legenda-20
BARANG SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH DIA AKAN DAPAT
(Legenda Afrika)
Sejak awal pertemuan antara Fiter, si kupu-kupu
lucu dan Dubet, si kumbang kotoran, mereka langsung saling cocok dan bersahabat
karib. Mereka tinggal di sebuah taman
milik Tuan dan Nyonya First.
Hanya saja ada satu hal yang mengganggu
persahabatan mereka. Yaitu, siapapun
yang melepas penat di taman itu, akan selalu memiji, memperhatikan bahkan
bermain dengan Fiter.
“Aduh, indah benar sayap kamu Fiter. Aku ingin selfi bersama kamu,” ucap Nona
First, putri tunggal Tuan dan Nyonya
First.
“Tentu saja saya mau, Nona.” Bahagia dengan ajakan itu membuat Fiter
terbang riang meninggalkan Dubet.
Dubet makin sedih dalam kesndiriannya,”Ya,
Allah. Seberapa burukkah aku hingga
tidak ada yang peduli denganku?
Sementara Fiter dengan sayapnya yang indah selalu mendapat perhatian. Kalaupun mereka tidak melihat Fiter, mereka
akan mencari ke tiap sudut taman.”
Begitulah rintihan Dubet bermunajat pada Allah
atas keadaan yang kurang menguntungkan ini.
Secara tidak sengaja Fiter mendengar rintihan Dubet. Ia merasa bersalah dan ingin menghiburnya.
“Maafkan aku Dubet. Secara ternyata keceriaanku telah melukai hatimu. Dengarlah kawan, semua makhluk Allah ciptakan
dengan kelebihannya masing-masing.”
“Kamu tidak bersalah dan tidak perlu minta
maaf. Aku sudah menerima nasibku
ini. Lagi pula aku menyadari segala
kelemahanku. Tetaplah berbahagia dengan
keberuntunganmu. Paling tidak aku bisa
ikut bahagia dengan melihatmu bahagia.”
“Dubet, jangan putus asa begitu. Aku yakin kamu punya kelebihan. Kamu memiliki kaki-kaki yang kokoh. Hanya dengan sedikit berlatih kamu akan
menjadi kumbang yang kuat. Mereka akan
memperhatikan dan mengagumi kekuatanmu itu.” Fiter terus memberi semangat
“Benarkah? Akan aku coba. Lalu apa yang harus Aku lakukan?”
“Cobalah menemui belalang. Dia bisa melemparkan tubuhnya dengan satu
kali hentakan kakinya.
Saran yang diberikan Fiter dijalani oleh
Dubet. Usaha Dubet mulai menampakkan
hasil. Setelah belajar dari belalang ia
dapat menggunakan kakinya dengan tenaga berkali lipat. Dia juga belajar dari siput yang membawa
rumahnya kemanapun pergi.
Setelah merasa cukup banyak berlatih, Dubet
pergi menemui Fiter. Fiter mencoba
menguji kekuatan Dubet. Dilemparkannya
bulatan tanah yang melebihi ukuran tubuhnya berkali-kali hingga ratusan kali. Ternyata Dubet mampu bertahan dan menanggung
lemparan tanah itu di atas punggungnya.
Bersamaan dengan latihan yang mereka lakukan,
datanglah Keluarga First. Mereka
terkesima melihat kekuatan Dubet yang luar biasa itu.
“Masya Allah, Hai, lihat! Binatang apa ini? Begitu kuatnya dia membawa tanah ratusan kali
dari ukuran tubuhnya.” Tuan First
memanggil Nyonya dan Nona First untuk ikut melihat kehebatan Dubet.
Dubet merasa bahwa ini kali pertama perhatian
tertuju padanya. Ia makin semangat
menunjukkan berbagai atraksi kekuatan termasuk berusaha meloncat dan mengubur
kotoran dengan ukuran dua ratus kali lebih besar dari dirinya.
Dari kejauhan Fiter begitu bahagia melihat
semangat Dubet yang muncul kembali.
“Alhamdulillah akhirnya kau ceria lagi, Dubet,”
gumam Fiter
Sebaliknya dalam hati Dubet, ia sangat ingin
berterimakasih “Aku juga berterimakasih atas dukunganmu. Kamu adalah sahabat terbaikku.”
PESAN MORAL:
1. Periharalah hubung persahabatan karena sahabat
sejatilah yang akan menolong kita dengan ketulusannya.
2. Hendaklah kita memelihara diri dari sifat iri
dengki, sebaliknya harus selalu berempati, sehingga merasa susah dengan
kesusahan orang lain. Sebaliknya kita
akan senang dengan kesenangan orang lain.
3. Bersungguh-sungguhlah maka kita meraih sukses,
meskipun awalnya harus bersusah payah.
FAKTA
ILMIAH:
1. Tidak banyak sumber yang mengungkap jenis
kumbang yang satu ini. Namanya Dung Beetle dalam bahasa Inggris. Keistimewaan
kumbang ini ada pada kekuatannya untuk mengubur kotoran sebanyak 250 kali dari
ukuran tubuhnya. Maka dapat dikatakan bahwa kumbang kotoran ini sangat kuat.
2. Taksonomi: Kingdom:Animalia,
Filum: Arthropoda, Kelas: Insekta, Ordo:Coleoptera, Subordo: Polyphaga, Famili:
Scarabaeidae, Spesies: Scarabaeus viettei=Madateuchus viettei
REFERENSI:
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kumbang Kotoran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar