Sabtu, 13 Oktober 2018

LEGENDA KE-22, KECEPATAN UNTUK CITAH


KARUNIA ALLAH UNTUK CITAH

Allah SWT yang Maha Mencipta memberikan ujian pada tiap makhluknya.  Dia ingin melihat siapa yang paling baik amalannya.

Di sebuah hutan Afrika hiduplah Citah yang bercakar lembut.  Dengan cakarnya yang lembut ini, ia kesulitan dalam mengejar maupun menangkap mangsa.

“Gala, maukah kau meminjami aku cakarmu yang kuat itu?  Aku kesusahan mendapatkan jejekiku.”  Citah mengeluhkan kesusahannya pada Gala, sahabat dekatnya, si serigala hutan. 

“Tentu saja, Citah.  Silakan kau pakai, nanti kalau kamu sudah dapat mangsa kembalikan padaku.”

Saat mau mencari mangsa, ternyata ada perlombaan yang diadakan raja hutan.  Perlombaan ini untuk menentukan siapa yang tercepat di hutan itu.  Yang hadir di sana keluarga kijang yang diwakili oleh Tsebi, si tsessebe, kijang dengan kecepatan paling hebat. Sedangkan keluarga besar kucing diwakili oleh Citah.

“Ayo Tsebi, kita bertanding kecepatan dengan sportif, ya?”

“Aku akan bisa mengalahkan kamu Citah.  Cakar yang kau pinjam itu akan dengan mudah lepas dari kuku kakimu.”  Tsebi mencibir dan menyombongkan diri.

“La haula walaa quwata illa billah.”  Hanya kalimat itu yang bisa terucapkan dari kepasrahan Citah.  Ada rasa ciut juga dalam hati Citah.  Tapi dia bertekat untuk membawa nama baik keluarga besarnya.

Benar saja, Tsebi meninggalkannya jauh di belakang.  Tapi Citah tetap berusaha lari secepat yang ia mampu.  Tsebi yang merasa di atas angin itu lengah dari bahaya di depannya.  Kaki panjangnya tersandung batu dan terguling.

“Aduh, tolooong!”  Teriakan kesakitan meminta bantuan terdengar oleh Citah. 

Citah yang berhati lembut berusaha mencari sumber suara itu.  Betapa kagetnya Citah, ternyata yang mendapat musibah itu Tsebi yang sempat merendahkannya.  Ada pergumulan dalam hatinya, antara menolong Tsebi atau menjadi pemenang di perlombaan ini.  Dengan rasa kasihnya, Citah memilih untuk menolong Tsebi.

“Tsebi, bersabarlah, aku akan mencari ramuan di hutan ini untuk menghentikan darah yang keluar dari lukamu.”

“Citah, aku bukan hanya luka, kaki depanku patah, Errr!” Tsebi mengerang kesakitan.

“Baiklah aku tahu batang pohon tulang untuk memperbaiki patah kakimu.”

Dengan sabar Citah merawat kaki Tsebi sampai membaik dan dapat melanjutkan perjalanan.

Di akhir perlombaan, para penghuni hutan sudah tidak sabar melihat jagoan tercepatnya masing-masing.  Siapa kiranya yang mencapai garis finish terlebih dahulu.  Betapa kecewanya mereka, ternyata Citah dan Tsebi datang dengan berjalan santai.  Bahkan Citah memapah Tsebi.

“Dengan ini, perlombaan diulang.  Pada kejuaraan kali ini dinyatakan kedua peserta terdisqualifikasi.”  Raja hutan mengumumkan dengan kecewa dan marah.  Semua yang terjadi dijelaskan oleh Citah.

“Paduka, sebenarnya Tsebi lebih cepat hanya saja dia terjatuh.”  Ungkap Citah.

“Tidak Paduka, meskipun saya lebih cepat, saya rela menyerahkan penghargaan juara pada Citah.  Justru saya ingin meminta maaf padanya sudah menyombongkan diri di depannya.”

Melihat kerendahan hati dan kemuliaan sikap Citah, Allah SWT mengaruniakannya cakar yang keras dan kuat lebih dari yang dipinjam Citah dari serigala.

Pada perlombaan yang diulang oleh raja, Citah dapat lari dengan benar-benar lebih cepat.  Tsebi pun mengakui kehebatan gerak cepat Citah yang dikaruniakan Allah SWT.

PESAN MORAL:
1.  Jangan pernah menyombongkan diri, segala nikmat adalah titipan dari Allah.  Sangat mudah bagiNya mencabut kembali nikmat itu.
2.  Tetaplah berbuat baik pada sesama saat mereka membutuhkan, bahkan pada sainganmu sekalipun.  Perbuatan baik itu akan melembutkan hati dan menumbuhkan kasih sayang.
3.  Allah SWT menguji dengan segala hal yang kita jumpai dalam kehidupan ini, Ia menilai siapa yang terbaik amalannya.  Dia juga yang akan membalas tanpa perhitunga, baik karunia di dunia mupun di akhirat.

FAKTA ILMIAH:

Yuk kita simak! Citah ternyata berasal dari bahasa Sansekerta, chitraka, yang artinya berbintik.  Dia termasuk anggota dari keluarga kucing (Felidae), lho!.  Dikenal memiliki kecepatan yang sangat tinggi bahkan paling cepat dengan level 110 km/jam.  Bahkan hebatnya percepatannya bisa mencapai 0-100 km/jam2.  Kecepatan ini lebih hebat dari mobil balap formula satu.

Corak Citah sangat indah dengan bintik gelap diantara bulu keemasannya.  Dia mengandalkan kecepatan dalam menangkap mangsa bukan dengan mengendap-endap sebagaimana jenis macan yang lain.

Taksonomi:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili:Feliade, Subfamili:Acinonychinae, Genus: Acinonyx, Spesies: Acinonyx jubatus.

REFERENSI:
2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Citah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar