KARUNIA ALLAH
UNTUK CITAH
Allah SWT yang
Maha Mencipta memberikan ujian pada tiap makhluknya. Dia ingin melihat siapa yang paling baik
amalannya.
Di sebuah hutan
Afrika hiduplah Citah yang bercakar lembut.
Dengan cakarnya yang lembut ini, ia kesulitan dalam mengejar maupun
menangkap mangsa.
“Gala, maukah
kau meminjami aku cakarmu yang kuat itu?
Aku kesusahan mendapatkan jejekiku.”
Citah mengeluhkan kesusahannya pada Gala, sahabat dekatnya, si serigala
hutan.
“Tentu saja, Citah. Silakan kau pakai, nanti kalau kamu sudah
dapat mangsa kembalikan padaku.”
Saat mau
mencari mangsa, ternyata ada perlombaan yang diadakan raja hutan. Perlombaan ini untuk menentukan siapa yang
tercepat di hutan itu. Yang hadir di
sana keluarga kijang yang diwakili oleh Tsebi, si tsessebe, kijang dengan kecepatan
paling hebat. Sedangkan keluarga besar kucing diwakili oleh Citah.
“Ayo Tsebi,
kita bertanding kecepatan dengan sportif, ya?”
“Aku akan bisa
mengalahkan kamu Citah. Cakar yang kau
pinjam itu akan dengan mudah lepas dari kuku kakimu.” Tsebi mencibir dan menyombongkan diri.
“La haula walaa
quwata illa billah.” Hanya kalimat itu
yang bisa terucapkan dari kepasrahan Citah.
Ada rasa ciut juga dalam hati Citah.
Tapi dia bertekat untuk membawa nama baik keluarga besarnya.
Benar saja, Tsebi
meninggalkannya jauh di belakang. Tapi Citah
tetap berusaha lari secepat yang ia mampu.
Tsebi yang merasa di atas angin itu lengah dari bahaya di depannya. Kaki panjangnya tersandung batu dan
terguling.
“Aduh,
tolooong!” Teriakan kesakitan meminta
bantuan terdengar oleh Citah.
Citah yang
berhati lembut berusaha mencari sumber suara itu. Betapa kagetnya Citah, ternyata yang mendapat
musibah itu Tsebi yang sempat merendahkannya.
Ada pergumulan dalam hatinya, antara menolong Tsebi atau menjadi
pemenang di perlombaan ini. Dengan rasa
kasihnya, Citah memilih untuk menolong Tsebi.
“Tsebi,
bersabarlah, aku akan mencari ramuan di hutan ini untuk menghentikan darah yang
keluar dari lukamu.”
“Citah, aku
bukan hanya luka, kaki depanku patah, Errr!” Tsebi mengerang kesakitan.
“Baiklah aku
tahu batang pohon tulang untuk memperbaiki patah kakimu.”
Dengan sabar Citah
merawat kaki Tsebi sampai membaik dan dapat melanjutkan perjalanan.
Di akhir
perlombaan, para penghuni hutan sudah tidak sabar melihat jagoan tercepatnya
masing-masing. Siapa kiranya yang
mencapai garis finish terlebih dahulu.
Betapa kecewanya mereka, ternyata Citah dan Tsebi datang dengan berjalan
santai. Bahkan Citah memapah Tsebi.
“Dengan ini,
perlombaan diulang. Pada kejuaraan kali
ini dinyatakan kedua peserta terdisqualifikasi.” Raja hutan mengumumkan dengan kecewa dan
marah. Semua yang terjadi dijelaskan oleh
Citah.
“Paduka,
sebenarnya Tsebi lebih cepat hanya saja dia terjatuh.” Ungkap Citah.
“Tidak Paduka,
meskipun saya lebih cepat, saya rela menyerahkan penghargaan juara pada Citah. Justru saya ingin meminta maaf padanya sudah
menyombongkan diri di depannya.”
Melihat
kerendahan hati dan kemuliaan sikap Citah, Allah SWT mengaruniakannya cakar
yang keras dan kuat lebih dari yang dipinjam Citah dari serigala.
Pada perlombaan
yang diulang oleh raja, Citah dapat lari dengan benar-benar lebih cepat. Tsebi pun mengakui kehebatan gerak cepat Citah
yang dikaruniakan Allah SWT.
PESAN MORAL:
1. Jangan pernah
menyombongkan diri, segala nikmat adalah titipan dari Allah. Sangat mudah bagiNya mencabut kembali nikmat
itu.
2. Tetaplah
berbuat baik pada sesama saat mereka membutuhkan, bahkan pada sainganmu
sekalipun. Perbuatan baik itu akan
melembutkan hati dan menumbuhkan kasih sayang.
3. Allah SWT
menguji dengan segala hal yang kita jumpai dalam kehidupan ini, Ia menilai
siapa yang terbaik amalannya. Dia juga
yang akan membalas tanpa perhitunga, baik karunia di dunia mupun di akhirat.
FAKTA ILMIAH:
Yuk kita simak!
Citah ternyata berasal dari bahasa Sansekerta, chitraka, yang artinya
berbintik. Dia termasuk anggota dari
keluarga kucing (Felidae), lho!. Dikenal
memiliki kecepatan yang sangat tinggi bahkan paling cepat dengan level 110
km/jam. Bahkan hebatnya percepatannya
bisa mencapai 0-100 km/jam2.
Kecepatan ini lebih hebat dari mobil balap formula satu.
Corak Citah
sangat indah dengan bintik gelap diantara bulu keemasannya. Dia mengandalkan kecepatan dalam menangkap
mangsa bukan dengan mengendap-endap sebagaimana jenis macan yang lain.
Taksonomi:
Kingdom:
Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili:Feliade,
Subfamili:Acinonychinae, Genus: Acinonyx, Spesies: Acinonyx jubatus.
REFERENSI:
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Citah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar