JANJI KUDA NIL
(Mengapa Kuda Nil Tidak Memakan Ikan? -Versi Afrika)
Saat banjir besar melanda kaum Nabi
Nuh, Alloh memberikan wahyu pada Nabi Nuh untuk membuat perahu besar yang bisa
menampung semua binatang dan para pengikut Nabi Nuh. Binatang itu diselamatkan Nabi Nuh dengan
jumlah sepasang, maksudnya untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya.
“Hai, Nuh buat apa kamu membuat
perahu di daratan seperti ini. Betapa
bodohnya kamu. Bahkan menyerupai orang
gila.” Para pembangkang yang tidak
mempercai kerasulan Nabi Nuh mencemooh dengan perkataan yang menyakitkan.
“Wahai, kaumku, sesungguhnya Allah
akan menguji kita dengan datangnya iar bah yang sangat besar. Barng siapa yang beriman maka menyatulah
dengan barisanku, niscaya kalian akan selamat.”
Berbagai macam cara Nabi Nuh lakukan untuk menyadarkan kaumnya dari
kemusyrikan, penyebahan berhala dan berbagai perbuatan keji lainnya.
Diantara mereka bahkan ada yang
berani menjadikan perahu itu sebahai tempat buang hajat. “Perahu diatas bukit ini tidak ada gunanya. Sebaiknya kita pakai untuk buang air saja.” Penghinaan kaum yang ingkar itu makin menjadi.
Hingga suatu ketika banjir besar itu
benar-benar datang. Pengikut Nuh dan
pasangan hewan sudah siap di dalam perahu.
Termasuk di dalamnya, sepasang kuda nil bernama Hippo dan Hippi.
Berhari-hari rombongan dalam kapal
besar itu terobang-ambing, hingga saatnya tiba, Alloh SWT menganugerahi tempat
yang nyaman dan aman untuk di tinggali.
Semua berbahagia dengan kondisi ini, kecuali pasangan kuda Nil.
Apa yang menjadi penyebabnya?
Ternyata, Hippo dan Hippi sangat ingin hidup di air tawar yang dingin.
“Ya Allah, tempatkan kami di dalam
sungai atau danau. Kami merasa kurang
nyaman berada di daratan. Kami mohon,
wahai Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang.”
Mulut besar Hippo dan Hippi juga
tubuhnya yang besar sangat dikhawatirkan menghabiskan ikan di sungai atau danau
yang mereka tempati. Maka permohonan
mereka akan dikabulkan apabila Hippo dan Hippi sanggup untuk tidak memakan
ikan.
“Saya sanggup wahai Nabi Alloh,
Nuh. Kami tidak akan memakan ikan lagi. Biarlah ikan-ikan itu untuk orang-orang
beriman pengikut Nabi Nuh.”
Akhirnya tinggallah Hippo-Hippi di
salam sungai. Keinginan memakan ikan
tetap ada, tapi mereka tahan. Bahkan
untuk membuat ikan-ikan itu menjauh dari mereka, Hippo dan Hippi membuang hajat
di sungai itu dalam jumlah banyak.
“Wah, Hippo-Hippi membuat air ini
kotor. Aku sangat tidak nyaman berada di
dekat mereka. Kawan-kawan yuk kita pindah
ke bagian lain sungai ini,” ucap sekawanan ikan sambil pergi menghindar.
Sejak saat itu berkat ketaatan
Hippo-Hippi, mereka tetap diizinkan tinggal di sungai dan tidak memangsa
ikan. Mereka lebih suka memakan tumbuhan atau binatang selain ikan. Mereka bidup bahagia di sungai dan beranak pinak di sana.
Pesan Moral:
1. Sebagai makhluk berdoalah pada Pencipta kita,
apapun yang menjadi keinginan kita.
Selama permohonan itu tidak menyalahi perintahnya
2. Pilihan
yang dapat menyelamatkan makhluk adalah taat pada Allah Yang Maha Menciptakan
dan Memelihara makhluknya.
Fakta Unik:
Kuda nil dalam bahas ilmiahnya
bernama Hippopotamus amphibious.
Tergolong ke dalam mamalia.
Berukuran besar setelah gajah dan badak putih, merupakan omnivore,
berasal dari Afrika, Sub-Sahara.
Kulit kuda nil berwarna kelabu
gelap. Mereka bergading besar untuk
bertahan. Mulut besar dengan gigi besar
serta berkaki empat pendek dan gemuk.
Meskipun ukurannya bisa mencapai 1,5 sampai 3 ton, kuda nil dapat berlari
cepat hingga 30 km/jam. Unik bukan?
Taksonomi kuda nil:
Kingdom-Animalia, Filum-Chordata,
Kelas-Mamalia, Superordo-Cetartiodactylia, Ordo-Artiodactyla, Famili-Hippopotamidae,Genus-Hippopotamus,
Spesies-H. amphibious.
Sumber:
2. http://angolarising.blogspot.com
/african-folklore
Tidak ada komentar:
Posting Komentar