Senin, 08 Oktober 2018

Legenda Ke-26 JANJI KUDA NIL



JANJI KUDA NIL
(Mengapa Kuda Nil Tidak Memakan Ikan? -Versi Afrika)

Saat banjir besar melanda kaum Nabi Nuh, Alloh memberikan wahyu pada Nabi Nuh untuk membuat perahu besar yang bisa menampung semua binatang dan para pengikut Nabi Nuh.  Binatang itu diselamatkan Nabi Nuh dengan jumlah sepasang, maksudnya untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya.

“Hai, Nuh buat apa kamu membuat perahu di daratan seperti ini.  Betapa bodohnya kamu.  Bahkan menyerupai orang gila.”  Para pembangkang yang tidak mempercai kerasulan Nabi Nuh mencemooh dengan perkataan yang menyakitkan.

“Wahai, kaumku, sesungguhnya Allah akan menguji kita dengan datangnya iar bah yang sangat besar.  Barng siapa yang beriman maka menyatulah dengan barisanku, niscaya kalian akan selamat.”  Berbagai macam cara Nabi Nuh lakukan untuk menyadarkan kaumnya dari kemusyrikan, penyebahan berhala dan berbagai perbuatan keji lainnya.

Diantara mereka bahkan ada yang berani menjadikan perahu itu sebahai tempat buang hajat. “Perahu diatas  bukit ini tidak ada gunanya.  Sebaiknya kita pakai untuk buang air saja.”  Penghinaan kaum yang ingkar itu makin menjadi.

Hingga suatu ketika banjir besar itu benar-benar datang.  Pengikut Nuh dan pasangan hewan sudah siap di dalam perahu.  Termasuk di dalamnya, sepasang kuda nil bernama Hippo dan Hippi.

Berhari-hari rombongan dalam kapal besar itu terobang-ambing, hingga saatnya tiba, Alloh SWT menganugerahi tempat yang nyaman dan aman untuk di tinggali.  Semua berbahagia dengan kondisi ini, kecuali pasangan kuda Nil.

Apa yang menjadi penyebabnya? Ternyata,  Hippo dan Hippi  sangat ingin hidup di air tawar yang dingin.

“Ya Allah, tempatkan kami di dalam sungai atau danau.  Kami merasa kurang nyaman berada di daratan.  Kami mohon, wahai Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang.”

Mulut besar Hippo dan Hippi juga tubuhnya yang besar sangat dikhawatirkan menghabiskan ikan di sungai atau danau yang mereka tempati.  Maka permohonan mereka akan dikabulkan apabila Hippo dan Hippi sanggup untuk tidak memakan ikan.

“Saya sanggup wahai Nabi Alloh, Nuh.  Kami tidak akan memakan ikan lagi.  Biarlah ikan-ikan itu untuk orang-orang beriman pengikut Nabi Nuh.”

Akhirnya tinggallah Hippo-Hippi di salam sungai.  Keinginan memakan ikan tetap ada, tapi mereka tahan.  Bahkan untuk membuat ikan-ikan itu menjauh dari mereka, Hippo dan Hippi membuang hajat di sungai itu dalam jumlah banyak.

“Wah, Hippo-Hippi membuat air ini kotor.  Aku sangat tidak nyaman berada di dekat mereka.  Kawan-kawan yuk kita pindah ke bagian lain sungai ini,” ucap sekawanan ikan sambil pergi menghindar.

Sejak saat itu berkat ketaatan Hippo-Hippi, mereka tetap diizinkan tinggal di sungai dan tidak memangsa ikan.  Mereka lebih suka memakan tumbuhan atau binatang selain ikan.  Mereka bidup bahagia di sungai dan beranak pinak di sana.

Pesan Moral:
1.  Sebagai makhluk berdoalah pada Pencipta kita, apapun yang menjadi keinginan kita.  Selama permohonan itu tidak menyalahi perintahnya
2.  Pilihan yang dapat menyelamatkan makhluk adalah taat pada Allah Yang Maha Menciptakan dan Memelihara makhluknya.

Fakta Unik:

Kuda nil dalam bahas ilmiahnya bernama Hippopotamus amphibious.  Tergolong ke dalam mamalia.  Berukuran besar setelah gajah dan badak putih, merupakan omnivore, berasal dari Afrika, Sub-Sahara.

Kulit kuda nil berwarna kelabu gelap.  Mereka bergading besar untuk bertahan.  Mulut besar dengan gigi besar serta berkaki empat pendek dan gemuk.  Meskipun ukurannya bisa mencapai 1,5 sampai 3 ton, kuda nil dapat berlari cepat hingga 30 km/jam.  Unik bukan?

Taksonomi kuda nil:
Kingdom-Animalia, Filum-Chordata, Kelas-Mamalia, Superordo-Cetartiodactylia, Ordo-Artiodactyla, Famili-Hippopotamidae,Genus-Hippopotamus, Spesies-H. amphibious.

Sumber:
2.   http://angolarising.blogspot.com /african-folklore

Tidak ada komentar:

Posting Komentar