Minggu, 14 Oktober 2018

LEGENDA KE-23 : KISAH JAKAL, KARAKAL DAN ELAND


AKHIRNYA MEREKA BERSAHABAT
(Kisah Jakal, Karakal dan Eland)

Nama hewan ini tentu masih asing buat kita.  Baiklah akan diperkenalkan sedikit apa itu Jakal, Karakal dan Eland.  Jakal adalah bangsa srigala, dengan ukuran lebih kecil.  Karakal sebangsa kucing bertelinga hitam sedangkan Eland merupakan jenis kijang berukuran paling besar.

Suatu ketika Karakal pulang dari perburuannya.  Di tengah perjalanan yang melelahkan, ia ingin segera sampai di rumah dengan berlari.  Tidak sengaja ia menabrak binatang yang belum pernah diketahuinya sebelum ini.

Besarnya tubuh binatang itu membuatnya kaget dan ketakutan.  Tidak ada jalan lain, ia mendekati binatang itu dengan waspada dan berhati-hati,”Assalamu’alaikum, kawan, siapa namamu?”

Sosok besar itu tidak segera menjawab, ia menghentakkan kakinya ke tanah.  Menghasilkan gumpalan debu seperti awan besar.  Kemudia ia menjawab dengan nada kasar tidak bersahabat, “Namaku Eland! Kamu siapa?”  Eland tidak menjawab salam dari Karakal.

Karakal masih terkagum-kagum dengan ukuran besar Eland, ia lebih senang menganggapnya sebagai raja kijang atau kijang raksasa.  Hanya sampai disitu saja percakapan keduanya.  Karakal terus berlari secepat mungkin, masih dengan rasa takutnya sambil berkata,”Aku Karakal.”

Karakal tidak begitu bersahabat baik dengan Jakal.  Sekali waktu Jakal menampakkan perhatiannya.  Anehnya, terkadang mereka juga bertengkar bahkan terlibat perkelahian.

“Apa yang membuatmu tersengal-sengal? Adakah sesuatu yang akan ingin mencelakaimu?”

“Aku menabrak tetangga kita di bawah sana.  Dia besar sekali.  Sungguh baru kali ini aku melihat kijang sebesar itu.”

“Bodoh sekali kamu.  Dia itu mangsa yang sangat enak.  Kenapa tidak kau terkam daging besar itu?”

“Aku terlalu kecil untuk memangsanya.”

Kedua sahabat itu bersepakat untuk memangsa bersama Eland.  Pikir mereka, meskipun besar akan lebih mudah bila diserang bersama.  Saat-saat seperti ini, mereka terlihat seperti sahabat karib.  Mereka pun turun mengendap-endap ke rumah Eland di kaki bukit.  Eland menyadari kehadiran mereka.  Ia curiga bahwa mereka akan memangsanya juga keluarganya. 

Eland segera bersembunyi di dekat isterinya.”Ada yang berniat jahat pada kita.  Apa yang harus aku lakukan?”  Eland kebingungan dalam cemasnya. 

Isterinya menyarankan sesuatu.”Tenanglah, aku punya akal.  Buat anak kita menangis di depan mereka, katakana bahwa anakmu kelaparan. Berusahalah untuk membuat mereka iba.”

Eland mengikuti saran isterinya, ditanduknya kaki anaknya hingga menangis.

Tangisan yang pilu itu membuat Jakal bertanya penyebab tangisan sedih itu.”Mengapa anakmu menangis.  Tampaknya dia sedih sekali.”

“Benar, Jakal.  Dia sudah tidak makan berhari-hari.  Kalaupun kalian menginginkan daging kami, daging kami tidak akan enak dimakan.  Kami akan bisa kalian nikmati kalau kami dalam keadaan kenyang.”

Tiba-tiba Jakal melirik kearah Karakal.  Eland dan keluarganya sedang lapar, dagingnya akan keras.  Sementara Karakal pasti akan lebih lezat.  Maka Jakal mengikatkan tali pada Karakal. 

“Subhanallah, Jakal, apakah kamu mau memangsaku?”  Karakal protes dengan kelakuan Jakal.

“Tenanglah, aku sudah terlalu lapar.”  Jakal menyeringai.  Taringnya meneteskan air liur dan matanya menatap tajam.  Mengerikan.

Karakal segera mengambil langkah penyelamatan diri.  Ia lari sekencang mungkin sedangkan Jakal tetap memegang tali pengikat leher Karakal. Jakal terjatuh ke dalam lubang cukup dalam.  Tubuhnya terpelanting hingga memar.  Sementara itu Karakal terlepas dari tali kekang itu.

Jakal mengaduh dan meminta tolong pada Karakal.  Ia berjanji tidak akan berkhianat lagi.  Melihat Jakal celaka, Karakal membantunya untuk naik dari lubang.  Dibantunya Jakal untuk sembuh dari luka-luka itu.

Mereka pun memutuskan untuk tidak saling mencelakai lagi.  Mereka pun bersahabat dengan Eland dengan masih terus merasa kagum dengan tubuh besarnya yang gagah.

PESAN MORAL:
Bersahabatlah dengan tulus maka kita akan mendapatkan ketenangan dan berbagai kemudahan.
Persahabatan berarti menyambung tali silaturahmi.  Di dalamnya ada keberkahan, saling menolong, memperpanjang umur, memperbanyak rejeki dan menjadi penyembuh dari berbagai penyakit
Hindari sifat khianat karena sifat itu akan mengantarkan kita pada celaka
Jawablah salam dengan keramahan agar menghapus segala kebencian, menghilangkan kekhawatiran dan rasa takut.

FAKTA ILMIAH
Karakal: Sejenis kucing berukuran sedang, habitatnya tersebar di Asia Barat, Asia Selatan dan Afrika.  Nama Karakal dari bahasa Turki karakulak yang bermakna telinga hitam.  D Afrika, dikenal dengan sebutan Rooikat atau kucing merah.

Karakal bertubuh ramping dan berotot, kakinya panjang, ekornya pendek.  Berat jenis jantan bisa mencapai13-18 kg, sedangkan betinanya sekitar 11 kg. Panjang tubuhnya 65-90 cm. Warna bulunya bervariasi antara merah anggur, abu-abu ataupun warna pasir, motif bintik kemerahan.  Pupil mata berupa lingkaran bercelah.  Ciri yang paling mencolok adalah telinga panjang hitamnya yang berfungsi mencari mangsa.  Kakinya berambut di antara bantalan kakinya.

Taksonomi:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo:Carnivora, Famili: Felidae, Subfamili:Felinae, Genus: Caracal, Spesies beragam sesuai pemberi namanya (Caracal caracal/Caracal melanotis/Felis caracal )

Jakal: Jakal tergolong dalam jenis Canis, yang meliputi serigala dan anjing.  Ada tiga macam Jakal, yaitu jakal emas, jakal punggung hitam, jakal bersisi garis.  Mereka tersebar di Afrika dan Eurosia(Asia dan Eropa)

Taksonomi:
Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo:Carnivora, Famili: Canidae,  Genus: Canis, Spesies: Canis aureus (Jakal emas), jakal sisi bergaris (Canis adustus)
jakal punggung hitam Canis mesomelas

Eland:
Eland raksasa (Taurotragus derbianus) salah saru spesies kijang dari genus Taurotragus.  Ukurannya mencapai 220-290 cm, sangat besar , ya?  Bila dibandingkan kijang pada umumnya, sekitar dua kali lipatnya.  Habitatnya di padang rumput dan hutan terbuka di Afrika.

Berdasarkan jenis makanannya, Eland tergolong dalam herbivora.  Makanannya berupa ranting, rumput dan dedaunan

Eland hidup berkoloni dengan anggota 15-25 ekor tentu tujuannya untuk membentuk kelompok solid yang dapat menggagalkan serangan mangsa seperti harimau dan singa.

Taksonomi:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia Ordo:Artiodactyla, Famili: Bovidae, Subfamili: Bovinae, Genus: Taurotragus, Spesies: T. derbianus

REFERENSI:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar