Dalam
bahasa Tagalog, Lansones berasal dari kata lason yang bermakna racun. Buah Lasones berbentuk bulat-bulat lonjong
kecil berwarna kuning dan akan mematikan bila dimakan karena racunnya. Gugusan buah kecil debfan warna krem bergerombol
itu berasal dari daerah Paete, Laguna, Philipina. Saking beracunnya, semut pun enggan
mendekatinya. Jangankan merayapi
buahnya, baru sampai pada dahannya pun semut-semut itu sudah mati.
Semua
keadaan ini berubah dengan karunia yang Tuhan berikan pada seseorang bernama
Mang Selo. Bagaimana kisahnya? Yuk kita simak bersama!
***
Mang
Selo seorang tua yang miskin. Dia hidup
sebatang kara tanpa sanak saudara, tidak berkeluarga. Lebih menyedihkannya, ia juga tidak punya
rumah.
“Aku
harus mencari kacang-kacangan di lading tak bertuan untuk menyambung
hidupku.” Gumam Mang Selo suatu hari. Kehebatan Mang Selo adalah bahwa dia tidak
pernah mau mengambil hak orang lain untuk mengisi perutnya yang lebih banyak
lapar itu.
Suatu
ketika, Mang Selo tak mendapatkan makanan apapun untuk menghilangkan
laparnya. Yang ditemukannya hanya
Lasones yang beracun.
“Ya
Tuhan….aku sangat lapar, tapi aku tidak akan pernah mengambil buah-buahan di
ladang orang. Lebih baik aku lapar
daripada tertelan barang yang bukan hak milikku.”
Dalam
keadaan lelah menuju kampung yang dia tinggali, ia berteduh di bawah pohon
rindang. Rasa kantuk, lelah dan lapar membuatnya tertidur lelap di hutan Paete
yang lebat dan pekat.
Tiba-tiba
sesosok malaikat mendatanginya.
“Mang
Selo, aku tahu kamu dalam keadaan lapar.
Buah-buah di samping tempatmu berbaring telah ditakdirkan Tuhan untuk
kehilangan racunnya. Akulah yang
diperintahkan untuk mengambil racun dari Lasones.” Malaikat itu mencubit buah Lason untuk
mengambil racunnya.
“Siapa
engkau wahai sosok yang tak kukenal? Apa
maksud tuan menemuiku?” Mang Selo agak
takut dengan hadirnya sosok aneh itu.
“Jangan
takut, aku membawa kabar gembira untukmu.
Karena kebaikan budi dan kesabaranmu maka Tuhan mengarunaimu buah lezat
dari Lasones yang kuambil racunnya.”
“Benarkah
Tuan?” Dalam hatinya, Mang Selo tak
habis-habisnya bersyukur. “Terimakasih Tuhan.
Kau beri hamba rejeki yang aku butuhkan.”
Sosok
itu tiba-tiba menghilang. Saat membuka
mata, didapatinya kulit buah Lasones berserakan di bawah pohonnya, bekas
dimakan entah oleh siapa.
Kelaparan
yang amat sangat membuatnya memberanikan diri buat mencicipi Layones.
“Dengan
nama Tuhan Yang Pemurah lagi Penyayang.
Semoga benarlah buah ini tidak lagi beracun.”
Mang
Selo telah memenangkan pertaruhannya, buah itu ternyata manis dan segar. Warna dan coraknya pun berubah menjadi bening
dengan bercak bekas cubitan malaikat saat mengambil racun.
Ia
segera menyebarkan kabar gembira pada orang lain yang dijumpainya. Sifat
pemurahnya meskipun dalam keadaan miskin telah membuatnya mulia di sisi Tuhan
dan para malaikat.
PESAN
MORAL:
1. Jadilah
orang yang senantiasa menjaga kehormatan diri dengan menghargai hak orang lain.
2. Hindarilah
dari perbuatan jahat meskipun kita sedang susah dan ada kesempatan untuk
melakukannya.
3. Buah
dari semua kesabaran, kesyukuran dan akhlak yang baik adalah bertamabhnya nikmat
dan karunia Tuhan YME.
4. Tetaplah
pemurah meskipun kita dalam kesulitan, minimal dengan senyuman
FAKTA
UNIK ANGGUR:
1.
Anggur merupakan tanaman budidaya
penghasil buah. Tanaman perdu yang
merambat dengan daun tunggal bertangkai yang keluar dari batang dan cabang
tanaman.
2.
Dengan nama latin Vitis vinifera, memiliki
banyak varian namun masih dalam genus Vitis dan family Vitaceae, ordo
Rhamnales, kelas Dikotil.
3.
Memiliki banyak khasiat
antara lain berperan aktif dalam berbagai metabolism tubuh, mampu mencegah
terbentuknya sel kanker Mengandung senyawa polifenol, resveratol sebagai
antioksidan dan pengikat radikal bebas.
4.
Biasanya diolah sebagai
kismis, anggur, jus atau dimakan langsung
SUMBER REFERENSI:
1. http://leniblogs.blogspot.co.id/2012/12/taksonomi-buah-anggur.html
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Anggur
3. https://uniquelatestarticle.blogspot.com/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar