Rabu, 14 Februari 2018

Legenda Ke-3: MENGAPA ANJING MENGIBASKAN EKORNYA?

Di sebuah kota hiduplah saudagar kaya.  Saudagar itu memiliki seekor anjing tua yang ompong tak bergigi dan kucing yang masih muda dan cantik rupanya. Kucing dan anjing itu hidup rukun dan disayang oleh sang saudagar.

"Pusyi, lembut sekali bulumu.  Sini dekat denganku, aku ingin membelai bulu halusmu."

Rupanya perbedaan perlakuan tuannya telah menumbuhkan rasa iri pada si anjing tua.

Suatu hari sang saudagar ingin memberi sebuah cincin pada putrinya yang tinggal di kota lain.  Maka diberikannya cincin itu pada si kucing kesayangan.

"Pusyi, ini ada cincin buat putriku.  Kau harus membawanya dengan hati-hati jangan sampai pindah tangan, jatuh ataupun hilang."

"Baiklah tuan."

"Blacky, temani Pusyi.  Pastikan cincin ini sampai pada putriku."

Mereka berdua kemudian berangkat ke kota sebelah.  Hingga tibalah mereka pada suatu sungai.  Untuk sampai pada kota itu, mereka harus menyebrangi sungai yang cukup lebar, deras dan dalam.

"Pusyi, aku khawatir cincin itu akan jatuh.  Bukankah kau tidak begitu pandai berenang?"  kata Blacky meragukan kemampuan Pusyi.

"Aku tak mau menyerahkan cincin ini. Tuan kita mempercayakan cincin ini padaku."  Pusyi bersikeras.

"Sungai ini lebar dan deras.  Kamu  tak sepandai aku dalam berenang.  Cincin ini akan jatuh ke sungai." Blacky membuat Pusyi khawatir.  Akhirnya diberikanlah cincin itu pada Blacky.

Mereka menyebrangi sungai dengan hati-hati.

"Aduh....cincin tuan jatuh."  Blacky bergumam lirih.  Ia tidak mau ketahuan Pusyi sebelum mereka sampai di seberang sungai.

Setelah mereka berada di tepi sungai, Blacky segera memberitahukan pada Pusyi bahwa cincin itu jatuh.  Pusyi kaget dan kecewa.  Sementara Blacky lari entah kemana. Ia takut akan mendapat amarah dari tuannya.

"Blacky...Blacky jangan kabur!!! Kita akan pertanggungjawabkan hal ini bersama di depan tuan kita."

"Tidak Pusyi....ini salahku biar aku lari bersama kesalahanku ini.  Kau tidak salah.  Kembalilah pada tuan kita."  Blacky terus berlari dengan segala takut dan rasa bersalahnya.

Tidak ada jalan lain.  Pusyi memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi, apa adanya.

Sang saudagar marah besar dengan perilaku Blacky yang lari dari tanggung jawab.  Maka saat itu juga dikumpulkan para pembantu dan seluruh anjing untuk menemukan Blacky.

"Wahai pembantuku, temukan si anjing tua putuskan ekornya!"  Sang saudagar tak mampu menahan marah. " Dan kalian wahai  kawanan anjing temukan dan kenali anjing tua peliharaanku itu dia tidak akan memiliki ekor lagi.  Musuhi dia karena sifat buruknya yang tak mau bertanggung jawab itu.  Atau kalau kalian mendapatinya, bawa kemari!  Biar aku beri hukuman."

Maka berangkatlah para pembantu saudagar dan sekawanan anjing tersebut ke hutan.

Mereka menyebar untuk mendapati Blacky.  Salah seorang pembantu menemukan Blacky dan memotong ekornya

"Aduh...kalian tega sekali memotong ekorku."  Blacky berteriak kesakitan.  Suaranya melengking sambil terus melarikan diri ke hutan.

Kawanan anjing terus mencari Blacky untuk dibawa pada tuannya.

Bila mereka bertemu sesama mereka, mereka akan saling menggerak-gerakkan ekornya.
"Kaukah anjing tua yang lari dari tuannya? Coba gerakkan ekormu." Bertanyalah anjing satu sama lain, ketika mereka bertemu.

Itulah asal mula mengapa anjing selalu menggerak-gerakkan ekornya.

PESAN MORAL:
1.  Janganlah menyimpan rasa iri saat melihat kelebihan dan karunia yang diterima orang lain
2.  Jangan pernah lari dari tanggung jawab.
3.  Bersikaplah kesatria dengan berkata jujur dan berani bertanggung jawab
4.  Meminta maaflah atas kesalahan kita karena itu menjadi jalan untuk memperbaiki kesalahan kita.

FAKTA UNIK:
1.  Anjing tergolong dalam mamalia (binatang menyusui), memiliki nama ilmiah Canis lupus familiaris atau Canis lupus dingo
2Terdapat ratusan ras dengan beragam ciri variatif. Warna bulu putih hingga hitam, merah, abu-abu, coklat bahkan biru
3. Rambut mereka juga bermacam-macam.  Mulai dari lurus, keriting, bertekstur kasar hingga lembut, selembut benang wool.
4. Jangan pula kita melampau dalam menganiaya binatang karena hal itu tidak sesuai dengan pesan rahmatan lil alamin dari Rasululloh SAW.

REFERENSI:
1.  https://id.wikipedia.org/wiki/Anjing



Tidak ada komentar:

Posting Komentar