Jumat, 27 April 2018

Legenda ke-14 KISAH UNIK JAMBU AIR-LEGENDA RAKYAT PHILIPINA

Salah satu cerita rakyat yang dituturkan turun temurun oleh nenek moyang bangsa Philipina adalah tentang kemunculan buah Makopa.  Buah yang mengandung air, memiliki variasi warna dari hijau putih hingga merah tua.  Bentuknya seperti lonceng terbalik, menggerombol.  Coba tebak apa itu buah Makopa?  Benar sekali Jambu Air.  Mau tahu kisahnya?  Selamat menyimak.

Di suatu daerah di Philipina zaman dulu, ada suatu daerah bernama Samtay di Ilocos utara.  Daerah ini dengan izin Alloh SWT tidak pernah dilanda musibah dan bala bencana sebagaimana daerah lain.  Daerah ini tidak pernah terkena topan maupun kekeringan.  Sayangnya mereka belum mengenal agama samawi pada saat itu.

“Kita harus berterima kasih pada Anito, roh yang baik hati dan selalu menjaga negeri kita ini.”  Seorang kepala suku  bernama Apo Anong selalu mengingatkan pada para pengikutnya. 

Mereka percaya bahwa lonceng di tengah pusat negeri mereka merupakan lonceng ajaib.  Lonceng itu pemberian Anito, Sang Ruh Baik.  Bila mereka menginginkan sesuatu permintaan, mereka membunyikan lonceng seraya mengucapkan mantera permohonan. 

“Wahai Anito, jagalah negeri ini dari topan dan kekeringan.”  Begitulah permintaan mereka pada Anito.  Serta merta dengan izin Alloh SWT, topan menyingkir dan kekeringan pun tidak terjadi.
Keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan Negeri Samtay membuat negeri sebelahnya iri hati.

“Apa rahasia negeri itu sehingga tidak pernah ditimpa topan.”  Kepala suku negeri Sinjua bernama Apa Ambo pada suatu pertemuan dengan para tetua suku.

“Sebaiknya kita utus seorang pemuda kampung kita untuk menyelidiki apa yang menjadi rahasia kemakmuran kampong itu.” Ungkap orang kanan Apa Ambo

Tiba-tiba seorang pemuda pemberani menawarkan dirinya untuk menjadi penyusup di negeri Samtay.
“Biar saya yang mencari berita rahasia ke negeri Samtay.  Saya akan berangkat malam ini juga.” Pemuda bernama Amang Suta menawarkan diri.  Ia adalah kepala keamanan Negeri Sinjua.

Benar saja, Amang Suta menembus hutan perbatasan malam itu.  Kemampuan bela diri menjadi andalannya.  Begitu memasuki alun-alun negeri, dilihatnya seseorang sedang mengucap mantra perlindungan untuk seluruh penduduk negeri.

“Ini rupanya yang menjadi rahasia mereka,” gumam Amang Suta.

“Hai, orang asing siapa kamu?”  Apo Anong merasakan kehadiran orang lain yang tak biasa malam itu.

“Aku harus segera melarikan diri sebelum tertangkap para penjaga keamanan negeri.”  

“Hai, jangan lari kamu orang asing.  Kami tahu kamu sedang mencoba menguak rahasia kami.”   Suara para penjaga bersahutan mengejar Amang Suta.  Dengan sedikit perlawanan Amang Suta berhasil melarikan diri.

Sesampai di Negeri Sinjua, segala rahasia Negeri Samtay dikisahkan Amang Suta pada kepala suku.  Mereka pun merencanakan penyerangan.

Sementara itu Apo Anong segera berusaha menyembunyikan lonceng ajaib ke tengah hutan malam itu juga, tanpa memberi tahu pada siapapun. "Penyusup itu pasti bermaksud mencuri lonceng ini.  Aku harus menyembunyikannya jauh ke tengah hutan."

Beberapa hari kemudian, di luar dugaan rakyat suku Samtay, penyerangan oleh suku Sinjua tak dapat dielakkan lagi.  Pembantaian keji mereka lakukan demi mendapatkan lonceng ajaib.  Salah satu yang terbunuh pada peperangan kali ini adalah kepala suku Apo Anong.  Ia belum sempat membeberkan rahasia di mana lonceng itu ia sembunyikan.

Prajurit suku Sinjua akhirnya putus asa dengan kegagalannya mencari lonceng ajaib.  Mereka kembali ke negerinya dengan tangan kosong.

Sementara itu rakyat Negeri Samtay mulai bangkit dari keterpurukan akibat penyerangan suku Sinjua.  Tentu saja tanpa kehadiran lonceng ajaib.

Beberapa puluh tahun kemudian, ujian topan dan badai melanda mereka, penduduk Negeri Samtay.  Mereka ingat akan cerita nenek moyang mereka tentang lonceng ajaib.  Namun mereka tak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya berharap lonceng itu akan kembali membawa keberkahan.

Suatu hari seorang anak kecil bernama Lawa Amung berjalan ke hutan untuk mendapatkan buah-buahan liar yang bisa mereka makan.  Maklum, kekeringan telah menggagalkan panen mereka.
“Wah, aku mendapatkan banyak buah beri di sini.   Aku akan memetiknya untuk semua anggota keluargaku.  Pasti mereka sudah sangat merasa lapar.” 

Karena asyiknya memetik buah beri, Amung tersandung akar pohon hingga terjatuh.  Ia mendongakkan kepalanya, untuk melihat pohon apa gerangan yang membuatnya terjatuh.
“Wah, pohon itu berbuah merah ranum.  Sepertinya sangat lezat.  Seperti lonceng bergerombol.  Mungkinkah ini jelmaan dari lonceng ajaib?  Ataukah ini petunjuk bahwa lonceng ajaib itu hilang di sekitar sini?”  

Berbagai pertanyaan keheranan dari Lawa Amung sudah tak tertampung.  Ia segera menemui orang-orang di negerinya untuk menyampaikan kabar gembira ini.

Penduduk negeri pun berbondong-bondong menuju hutan yang ditunjukkan oleh Lawa Amung.  Mereka takjub dengan buah yang asing itu. “Makopa!  Makopa! Makopa!”  Orang-orang menyebutkan sebuah nama yang berarti gerombolan cangkir mirip lonceng yang menggantung.

Mereka segera menggali tempat sekitar pohon itu.  Namun lonceng ajaib tak juga mereka temukan.  Akhirnya mereka memetik buah yang mereka beri nama Makopa sebagai pelepas dahaga.  Sejak itulah buah itu diberi julukan Makopa.  Dalam bahasa kita, buah itu bernama jambu air.

Demikianlah kisah unik dari negara Philipina tentang munculnya buah Makopa yang dalam bahasa kita disebut jambu air.

PESAN MORAL:

1.  Segala sesuatu adalah pemberian Tuhan Yang Mahakuasa.  Maka jangan sampai salah meletakkan keyakinan tentang keberkahan. Dialah Sang Pemberi Berkah, bukan benda yang sekedar menjadi wasilah.  Dialah tempat memohon dan bergantung bukan benda yang diyakini memberi keberkahan.
2.  Berilah wasiat karena ajal tidak pernah mengenal waktu
3.  Menjaga hak milik adalah bagian dari memelihara kehormatan.  Maka pertahankanlah hak kita meskipun hingga tetes darah penghabisan.
4.  Buang iri dengki dan keserakahan karena ianya adalah biang segala permusuhan dan kerusakan.

FAKTA UNIK:


Makopa atau Jambu Samarang atau jambu air tergolong dalam suku Myrtaceae.  Nama ilmiahnya Syzygium samarangense.  Sedikit berbeda dengan jambu air yang memiliki nama ilmiah Syzygium aqueum.

Ciri fisik dari Makopa, umumnya berupa perdu dengan tinggi 3-10 meter.  Batangnya sering kali berbengkok dan banyak bercabang.  Daunnya merupakan daun tunggal  berbentuk lonjong yang saling berhadapan.  Tangkai daun sekitar 0,5-1,5 cm.  Beraroma has bila diremas. Buah bertipe buah buni (berbiji tertutup), berbentuk gasing atau mirip lonceng dengan pangkal menguncup dan ujung melebar.  Kulit buah berwarna putih, hijau hingga merah.  Daging buah putih dan banyak mengandung air.  Berasa asam hingga manis, kadang-kadang sepat

Kandungan nutrisinya terdiri atas kalsium, natrium, protein, zat besi, serat, vitamin A dan C.  Bagian kulitnya mengandung zat organic Jamboisme

Pemanfaatan  jambu air ini sangat beragam dari mulai batang, daun dan terutama buahnya.
a.   Kayu dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu bagat.  Sebagian sebagai bahan  kerajinan
b.   Daun dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus tapai ketan
c.   Buahnya dapat meningkatkan taraf kesehatan pengonsumsinya:
1.   Berserat tinggi sehingga membantu kesehatan pencernaan
2.   Kadar senyawa organiknya yaitu Jamboisme  yang merupakan alkaloid dapat mengontrol diabetes.  Fungsi Jamboisme adalah sebagai pengontrol konversi pati menjadi gula.  Sehingga dapat mengendalikan kadar gula darah.
3.   Bersifar diuretic sehingga membantu kerja ginjal dan hati dalam menetralisir zat beracun
4.   Meningkatkan imunitas dengan kandungan minerak kalsium dan besi serta vitamin A dan C.
5.   Kadar kalium dan antioksidan yang cukup tinggi dapat turut menurunkan kadar kolesterol sehingga meringankan kerja jantung dan menurunkan resiko stroke
6.   Membantu regenerasi kulit, mencerahkannya, menghambat proses penuaan, mengatasi kulit keriput, membantu mencegah penyakit cacar.  Caranya dengan konsumsi langsung, sebagai masker dan juga lulur.
7.   Membantu pencegahan penyakit kanker, menurunkan demam, mengobati asma, menjaga kesehatan otak, meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan kesuburan pada pria, mencegah dehidarasi, menangkal radikal bebas, menyehatkan tulang, menyembuhkan  sore eyes, mencegah osteoporosis, meningkatkan kecerdasan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

SUMBER REFERENSI:
1.   https://www.manfaat.id/buah/jambu-air/#3_Membantu_menghambat_proses_penuaan_dini
2.   https://id.wikipedia.org/wiki/Jambu_air
3.   http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar