Sabtu, 28 April 2018

Legenda Ke-15 MUNCULNYA BAWANG PUTIH

KEMUNCULAN BAWANG PUTIH

Masih cerita rakyat dari Philipina.  Kali ini awal mula munculnya bawang putih.  Selamat membaca!

Dahulu, di Filipina, dipercaya telah hidup seorang gadis yang teramat cantik, bernama Anniki.  Meskipun parasnya cantik, Legaya tidak menjadi tinggi hati.  Ia hidup bersama sang ibu yang bernama Melaya.

“Anakku, hati-hatilah kau dengan kecantikanmu.  Janganlah kau menjadi sombong dan merasa lebih baik dari orang lain.  Terutama gadis yang sebaya denganmu.”  Demikian ibu Anniki selalu mengingatkan.

Kecantikan Legaya banyak memikat pemuda seantero negeri.  Salah satunya seorang putera bangsawan termasyhur  dan terkaya di negerinya.  Pemuda putera bangsawan itu bernama Lam Ang.

“Saya bermaksud menikahi puteri gadis ibu.  Seandainya berkenan saya akan menjadi suami yang baik untuk Anniki.”  Lam Ang menyampaikan maksudnya pada sang ibu.  Sementara Anniki yang berbudi baik itu hanya tersipu malu. Wajahnya kemerah-merahan dan menunduk tanda setuju

“Anakku, berbahagialah, seorang pemuda putera bangsawan terpandang di negeri ini menjatuhkan pilihan padamu.  Apakah kau menerimanya, Anakku?” 

“Seandainya ibu memang sudah menjodohkanku dengannya aku tidak akan keberatan dengan pilihan ibu.  Semoga kebaikan untukku.”  Anniki yang cantik semakin cantik dengan kepatuhan dan baktinya pada orang tua.

Kabar dipinangnya Anniki oleh Lam Ang segera tersiar ke seantero negeri.  Banyak pemuda yang kecewa dengan berita ini.  Namun agak berbeda dengan apa yang terjadi pada Legaya.  Seorang pemuda yang memiliki temperamental tinggi dan pemberani.  Ia bermaksud merebut Anniki dari Lam Ang.

“Aku harus bisa mendapatkan Anniki.  Gadis cantik itu pantas menjadi istriku,” batin Legaya,”Tapi bagaimana caranya?  Sedangkan Lam Ang adalah putra bangsawan terpandang di negeri ini.”  Legaya berpikir keras sebelum akhirnya memutuskan sesuatu yang sangat keji.  “Tidak ada cara lain, aku harus menghabisi Lam Ang.”

Malam itu, Legaya menyusup kedalam istana kediaman keluarga Lam Ang.  Kostum tertutup sebagai upaya penyamaran disiapkannya, lengkap dengan senjata tombak andalannya, juga perisai.  Melalui genting istana keluarga Lam Ang, Legaya berhasil memasuki ruangan yang merupakan kamar tidur Lam Ang.

Lam Ang tidak menyadari bahaya yang mengintainya.  Loncatan Legaya ke lantai hamper tak bersuara karena kelihaiannya sebagai prajurit kerajaan.  Dalam sekejap, tombak itu telah menorehkan satu lagi dosa besar anak manusia. 

Jeritan Lam Ang membangunkan budak penjaga.  “Ada apa ini.  Celaka aku telah tertidur.  Apa yang terjadi pada tuan Lam Ang.  Aku harus segera menyelamatkannya.”  Budak itu menghunuskan pedangnya dan segera menuju kamar Lam Ang.

“Hai, penjahat asing.  Kamu lancang sekali masuk istana ini dan mencelakai tuanku.  Terimalah ini.  Sreeeet!!!!”  Pedang itu menghabisi nyawa Legaya seketika.

Pertumpahan darah telah terjadi karena kecantikan seorang gadis yang membawa ujian bagi kaum perjaka.

Keesokan harinya, kejadian memilukan itu telah menjadi buah bibir seluruh pelosok negeri, tak terkecuali Anniki.  Anniki merasa bersalah telah menjadi penyebab celakanya dua pemuda yang mencintainya.  Tanpa piker panjang ia pergi ke puncak bukit.
“Wahai Yang Berkuasa,  Aku rela Kau mencabut nyawaku saat ini juga.  Itu lebih baik menurutku daripada kecantikanku ini membuat orang lain celaka.”  Tiba-tiba petir menyambar tubuhnya dan kehilangan nyawa pada saat itu juga.

Sang ibu, Melaya mencari Anniki hingga ke puncak bukit.  Betapa sedih hatinya ketika mendapati anaknya sudah tak bernyawa.

“Anakku, mengapa kau tinggalkan ibu seorang diri, Anniki.  Semoga kehidupanmu setelah kematian ini ada dalam keselamatan dan kedamaian.”

Sang ibu pun pulang dan memakamkan Anniki di belakang rumahnya sambil menangis.     
“Anakku, aku tak akan bisa menemuimu lagi, Nak.  Aku kini seorang diri,” rintih sang ibu.

Keesokan harinya, Melaya bermaksid menziarahi makam anaknya.   Ada sesuatu yang aneh di atas makam Anniki, yaitu tumbuhan semacam rumput liar namun asing.  Dicabitnya rumput itu dan ternyata akarnya putih bersih.

Tiba-tiba terdengar suara gaib, yang membisikkan sesuatu pada telinga Melaya.  “Tumbuhan ini muncul dari butiran air mata kesedihanmu.  Dan umbinya yang putih itu jelmaan dari gigi anakmu, Tanamlah umbi itu sebagai kenanganmu terhadap anakmu dan pengobat saat rindu.”



Melaya sangat senang dengan pemberian Tuhan Sang Penguasa agar dia selalu ingat pada Anniki, anaknya yang cantik jelita itu

PESAN MORAL:
1. Kecantikan wanita menjadi fitnah luar biasa apabila tidak dijaga.  Maka menutupinya membawa keselamatan diri juga sesame bahkan Negara.  Sejarah mencatat betis Ken Dedes yang menggetarkan jiwa Ken Arok dan meruntuhkan kekuasaan Tunggul Ametung
2. Memelihara kelembutan hati, perasaan cinta sesama dapat menimbulkan kemauan mengorbankan diri dan menguatkan kehormatan diri
3. Syariat adalah risalah Allah, Sang Maha Kuasa yang menyelamatkan peri kehidupan manusia.  Maka bersyukurlah dengan aturan yang diajarkaNya

FAKTA UNIK:
1. Nama ilmiah bawang putih adalah Allium sativum, tergolong dalam genus Allium.
2. Manfaat Bawang Putih
      a. Menurunkan tingkat kolesterol
Dilansir Naturally Yours, bawang putih tunggal biasa dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Menurut hasil penelitian, bawang putih tunggal bisa menekan kolesterol hingga 20 mg/dl dan menurunkan kadar trigliserida.
Untuk menurunkan kolesterol, konsumsi 3 sampai 4 siung bawang lanang saat perut masih kosong.
b.  Mencegah masuk angin dan batuk
Manfaat bawang putih tunggal atau bawang lanang yang lain adalah mencegah masuk angin dan batuk. Menurut hasil penelitian, konsumsi bawang putih tunggal secara teratur bisa menurunkan risiko terkena masuk angin dan batuk sampai 50 persen.
Untuk mendapatkan khasiat bawang putih tunggal dalam mencegah masuk angin, gerus 2 siung bawang. Setelah itu seduh dengan air hangat dan minum.
c.  Meningkatkan kekebalan tubuh
Selain mencegah masuk angin dan batuk, konsumsi bawang putih tunggal atau bawang lanang juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dalam menangkal penyakit-penyakit lain yang disebabkan virus. Ini disebabkan oleh khasiat alliinase dan alliin di dalamnya.
d.  Mengatasi diabetes
Penelitian membuktikan bahwa konsumsi 2 sampai 3 siung bawang putih tunggal secara teratur bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Allicin bawang jika dikombinasikan dengan vitamin B dan thiamine bisa merangsang pankreas untuk mengirimkan insulin ke seluruh tubuh.
e.  Mencegah kanker
Dilansir HerbalFor, sulphide di dalam bawang putih tunggal dapat membantu liver untuk melawan pembelahan sel kanker yang tidak wajar.
f.  Mengatasi asma
Untuk mendapatkan manfaat bawang putih tunggal dalam mengobati asma, kombinasikan bawang yang sudah dihaluskan dengan madu.
g.  Menyembuhkan influenza
Untuk penderita influenza, aroma menyengat dari bawang putih akan menstimulasi membran mokus. Dengan begitu pernapasan terasa lebih lega.
Dilansir Healing Herbal Information, bawang putih tunggal juga bisa diolah menjadi sirup pereda asma. Cukup rebus segenggam bawang putih bersama cuka dan gula, kemudian minum satu sendok setiap pagi.
h.  Mengobati wasir/ambeien
Manfaat bawang putih tunggal atau bawang lanang yang tak kalah penting adalah meredakan wasir yang meradang. Olesan sari bawang lanang pada area anus akan membantu meredakan pembengkakan.

HADIS-HADIS SEPUTAR BAWANG PUTIH:
Bawang putih tergolong tanaman sayur yang Allah SWT ciptakan untuk dimanfaatkan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya,  Akan tetapi baunya yang menyengat membuat tanaman ini makruh buat dimakan, terutama bila dalam keadaan mentah. Berikut ini hadis tentang bawang putih
1. Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Pada saat peperangan khaibar, rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa memakan dari pohon ini – yakin bawang putih, maka janganlah dia mendekati masjid kami’.” (HR.Al – Bukhari Muslim)
2. Sebagaimana juga hadits dari Anas bin Malik, dia berkata,“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa memakan pohon ini (bawang putih), maka janganlah dia mendekati kami.’ Atau ‘Jangan dia shalat bersama kami’.” (HR. Al-Bukhari dan  Muslim).
3. Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa memakan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung, maka janganlah dia mendekati masjid kami. Karena Malaikat juga merasa terganggu dengan apa-apa yang membuat Bani Adam merasa terganggu.” (HR. Muslim).
4. Sahabat Umar bin Khaththab pernah berkhutbah pada hari Jum’at, “Kemudian kalian, wahai sekalian manusia memakan dua jenis pohon yang menurutku baunya sangat busuk, yakni bawang merah dan bawang putih. Aku pernah melihat bila Rasulullah SAW mendapati kedua bau ini dari seseorang, beliau memerintahkan untuk mengeluarkannya dari masjid ke Baqi’. Barangsiapa memakan kedua jenis tumbuhan tersebut, hendaklah dia menghilangkan baunya dengan memasaknya.” (HR. Muslim).
5. Larangan tersebut khusus bagi yang hendak berangkat ke masjid, jadi bukan larangan mutlak. Karena bawang putih pada asalnya halal. Buktinya Rasulullah SAW mengatakan, “Barangsiapa telah memakan” dan perkataan Umar, “Barangsiapa memakannya hendaklah dia menghilangkan baunya dengan memasaknya.”
6. Permasalahan di atas telah disebutkan secara jelas dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata, “Ketika kami berhasil merebut Khaibar, kami (para Sahabat Nabi) memakan  anaman itu (bawang putih) karena orang-orang saat itu sangat lapar. Kami pun  memakannya dengan lahap kemudian kami berangkat ke masjid. Rasulullah SAW  mencium bau bawang tersebut, lantas beliau berkata, ‘Barangsiapa memakan pohon yang busuk ini, maka janganlah dia mendekati masjid!’ Orang-orang berseru, ‘Bawang telah diharamkan, bawang telah diharamkan!’ Sampailah hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka beliau pun berkata, ‘Wahai sekalian manusia, aku tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Akan tetapi aku hanya membenci bau pohon itu’.” (HR. Muslim).  Ali bin ABi Thalib berkata, “Rasulullah SAW melarang untuk mengonsumsi bawang putih kecuali setelah dia dimasak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Dengan memasak bawang putih, maka bau yang tadinya menyengat akan berkurang. Dan diketahui pula bawang putih yang dimakan mentah dapat menganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu. Dari Ali bin Abi Thalib, beliau berkata, “Makanlah bawang putih dan berobatlah (dengan menggunakan)nya,  karena sesungguhnya di dalamnya terkandung obat (peyembuh) dari tujuh puluh macam penyakit.” (HR. Ad-Dailami)

SUMBER REFERENSI:
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_putih
4. https://www.merdeka.com/sehat/32-manfaat-bawang-putih-bawang-putih-tunggal-bagi-kesehatan-berat-ideal-kesuburan-kln.html
5. Widyaningrum, Herlina. 2011. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Yogyakatra: Media Pessindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar