Sabtu, 13 Oktober 2018

LEGENDA KE-22, KECEPATAN UNTUK CITAH


KARUNIA ALLAH UNTUK CITAH

Allah SWT yang Maha Mencipta memberikan ujian pada tiap makhluknya.  Dia ingin melihat siapa yang paling baik amalannya.

Di sebuah hutan Afrika hiduplah Citah yang bercakar lembut.  Dengan cakarnya yang lembut ini, ia kesulitan dalam mengejar maupun menangkap mangsa.

“Gala, maukah kau meminjami aku cakarmu yang kuat itu?  Aku kesusahan mendapatkan jejekiku.”  Citah mengeluhkan kesusahannya pada Gala, sahabat dekatnya, si serigala hutan. 

“Tentu saja, Citah.  Silakan kau pakai, nanti kalau kamu sudah dapat mangsa kembalikan padaku.”

Saat mau mencari mangsa, ternyata ada perlombaan yang diadakan raja hutan.  Perlombaan ini untuk menentukan siapa yang tercepat di hutan itu.  Yang hadir di sana keluarga kijang yang diwakili oleh Tsebi, si tsessebe, kijang dengan kecepatan paling hebat. Sedangkan keluarga besar kucing diwakili oleh Citah.

“Ayo Tsebi, kita bertanding kecepatan dengan sportif, ya?”

“Aku akan bisa mengalahkan kamu Citah.  Cakar yang kau pinjam itu akan dengan mudah lepas dari kuku kakimu.”  Tsebi mencibir dan menyombongkan diri.

“La haula walaa quwata illa billah.”  Hanya kalimat itu yang bisa terucapkan dari kepasrahan Citah.  Ada rasa ciut juga dalam hati Citah.  Tapi dia bertekat untuk membawa nama baik keluarga besarnya.

Benar saja, Tsebi meninggalkannya jauh di belakang.  Tapi Citah tetap berusaha lari secepat yang ia mampu.  Tsebi yang merasa di atas angin itu lengah dari bahaya di depannya.  Kaki panjangnya tersandung batu dan terguling.

“Aduh, tolooong!”  Teriakan kesakitan meminta bantuan terdengar oleh Citah. 

Citah yang berhati lembut berusaha mencari sumber suara itu.  Betapa kagetnya Citah, ternyata yang mendapat musibah itu Tsebi yang sempat merendahkannya.  Ada pergumulan dalam hatinya, antara menolong Tsebi atau menjadi pemenang di perlombaan ini.  Dengan rasa kasihnya, Citah memilih untuk menolong Tsebi.

“Tsebi, bersabarlah, aku akan mencari ramuan di hutan ini untuk menghentikan darah yang keluar dari lukamu.”

“Citah, aku bukan hanya luka, kaki depanku patah, Errr!” Tsebi mengerang kesakitan.

“Baiklah aku tahu batang pohon tulang untuk memperbaiki patah kakimu.”

Dengan sabar Citah merawat kaki Tsebi sampai membaik dan dapat melanjutkan perjalanan.

Di akhir perlombaan, para penghuni hutan sudah tidak sabar melihat jagoan tercepatnya masing-masing.  Siapa kiranya yang mencapai garis finish terlebih dahulu.  Betapa kecewanya mereka, ternyata Citah dan Tsebi datang dengan berjalan santai.  Bahkan Citah memapah Tsebi.

“Dengan ini, perlombaan diulang.  Pada kejuaraan kali ini dinyatakan kedua peserta terdisqualifikasi.”  Raja hutan mengumumkan dengan kecewa dan marah.  Semua yang terjadi dijelaskan oleh Citah.

“Paduka, sebenarnya Tsebi lebih cepat hanya saja dia terjatuh.”  Ungkap Citah.

“Tidak Paduka, meskipun saya lebih cepat, saya rela menyerahkan penghargaan juara pada Citah.  Justru saya ingin meminta maaf padanya sudah menyombongkan diri di depannya.”

Melihat kerendahan hati dan kemuliaan sikap Citah, Allah SWT mengaruniakannya cakar yang keras dan kuat lebih dari yang dipinjam Citah dari serigala.

Pada perlombaan yang diulang oleh raja, Citah dapat lari dengan benar-benar lebih cepat.  Tsebi pun mengakui kehebatan gerak cepat Citah yang dikaruniakan Allah SWT.

PESAN MORAL:
1.  Jangan pernah menyombongkan diri, segala nikmat adalah titipan dari Allah.  Sangat mudah bagiNya mencabut kembali nikmat itu.
2.  Tetaplah berbuat baik pada sesama saat mereka membutuhkan, bahkan pada sainganmu sekalipun.  Perbuatan baik itu akan melembutkan hati dan menumbuhkan kasih sayang.
3.  Allah SWT menguji dengan segala hal yang kita jumpai dalam kehidupan ini, Ia menilai siapa yang terbaik amalannya.  Dia juga yang akan membalas tanpa perhitunga, baik karunia di dunia mupun di akhirat.

FAKTA ILMIAH:

Yuk kita simak! Citah ternyata berasal dari bahasa Sansekerta, chitraka, yang artinya berbintik.  Dia termasuk anggota dari keluarga kucing (Felidae), lho!.  Dikenal memiliki kecepatan yang sangat tinggi bahkan paling cepat dengan level 110 km/jam.  Bahkan hebatnya percepatannya bisa mencapai 0-100 km/jam2.  Kecepatan ini lebih hebat dari mobil balap formula satu.

Corak Citah sangat indah dengan bintik gelap diantara bulu keemasannya.  Dia mengandalkan kecepatan dalam menangkap mangsa bukan dengan mengendap-endap sebagaimana jenis macan yang lain.

Taksonomi:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili:Feliade, Subfamili:Acinonychinae, Genus: Acinonyx, Spesies: Acinonyx jubatus.

REFERENSI:
2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Citah

Legenda Ke-21 ASAL MULA BULU SERVAL

IMPIAN SEVA

Seva adalah kucing liar Afrika, yang dikenal dengan serval cat.  Awalnya Seva memiliki bulu berwarna coklat emas.  Bulunya polos  seperti singa, sampai-sampai ia mendapat julukan  sepupu kecil singa.

Suatu ketika, dalam lelap tidurnya Seva bermimpi memakai mantel yang sangat cantik seperti yang dipakai zebra dan macan tutul.  Dalam mimpinya, ia menjadi tampak sangat tampan.

“Ya Rabb, indah sekali mantel yang aku pakai dalam mimpiku.  Seandainya Engkau berkenan, maka karuniakan aku mantel seindah yang mereka pakai,” doa Seva saat terbangun dari tidurnya.

Keceriaan hari-harinya membuat Seva sedikit melupakan mimpinya tetapi tidak dengan permohonnya. 

Siang itu Seva bermain di padang rumput.  Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.
“Seva, kemarilah!” suara lemah di balik bebatuan membuat Seva menghentikan langkah.  Dicarinya sumber suara lemah itu. “Aku di sini di belakang bebatuan.”

“Kamu kenapa, Hose?”  Ternyata yang merintih itu, ular hognose.  Dia adalah ular berbisa dengan susunan sisik berpola seperti leopard.  Melihat Hose, Seval kembali ingat mimpinya, memakai mantel bermotif indah.

“Aku sedang sakit.  Tidak ada kawan dan sanak saudara yang mau merawatku.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Seva ragu.  Terbayang jahatnya Hose yang sering menerkam dan melilit kawan-kawannya, sesame penghuni padang rumput.

“Rawatlah aku sampai aku sembuh.”

“Aku takut dengan kejahatan kamu.  Kamu pemangsa kami yang sering membuat kami takut.”

“Percayalah padaku, aku tidak akan mencelakaimu.”
Begitu Hose berjanji untuk tidak memangsa Seva, Seva berani membawa Hose dan merawatnya dengan ikhlas.

“Alhamdulillah, terimakasih kau sudah mau menolong aku.”  Hose mulai membaik dan merasa benar-benar berhutang budi pada Seva.  Berhari-hari Seva melayani semua kebutuhan yang tidak dapat dikerjakan sendiri oleh Hose.

“Wasyukrulillah, kalau boleh tahu kenapa kamu sampai sakit parah begini?”

“Aku sedang bermain di bebatuan sehari sebelum kau temukan.  Pemangsa ganas menyerangku, dialah Elang hutan sebelah padang rumput kita.  Beruntung aku terjatuh dari cengkeramannya.  
Aku bersembunyi di dalam bebatuan dalam keadaan sakit.  Melihat kamu melewati bebatuan itu, aku keluar dari persembunyianku dan memanggilmu”

Akhirnya Hose sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula.  Sebagai tanda terimakasihnya Hose menawarkan hadiah untuk Seva.

“Apa yang bisa aku lakukan untuk berterimakasih padamu?”

“Aku tidak punya banyak keinginan, melihatmu sudah sehat kembali, aku senang sekali.”
Setelah didesak oleh Hose, Seva menceritakan mimpi indah yang menjadi impiannya selama ini.

“Aku bisa membantumu mendapat impian itu.  Aku akan sedikit memberi racunku, dengan sedikit gigitan.  Racun yang aku beri akan bekerja.  Kau akan sedikit demam dan dalam tiga hari demam itu akan hilang.  Maka warna mantelmu akan berubah menyerupai kulitku.”

“Benarkah?  Kamu tidak akan mencelakaiku dengan racunmu?” Seva ragu dengan kejujuran Hose.

“Kalau aku samapai berkhianat setelah perbuatan baikmu padaku, betapa paling buruknya aku di padang rumput kita ini.”

Maka Seva pun percaya.  Benar saja apa yang dikatakan Hose.  Tiga hari setelah gigitan itu, bulu Seva berubah menjadi corak yang indah.  Seva bersyukur harapannya selama ini terkabulkan.  Dia merasa Allah selalu mendengarkan doa-doanya.

PESAN MORAL:
1. Bila kalian memiliki cita-cita dan harapan, tengadahkan tangan meminta pada Allah, yang Maha Mengabulkan
2. Iringi doa dan harapan dengan amal baik, maka Allah SWT akan memberikan jalanNya
3. Berbuat baiklah pada sesama dengan ikhlas, kebaikan itu akan kembali pada pengamalnya.
4. Barang siapa yang bersyukur pada Allah maka dia akan pandai berterimakasih pada sesamanya.

FAKTA UNIK:
Serval adalah kucing Afrika dengan nama local Tierboskat.  Serval berukuran sedang, panjang kakinya 59-92, dengan berat 2-12 kg.  Wah, kakinya bisa panjang dan lumayan berat, ya?  Itu karena Serval diciptakan Allah dengan tulang metatarsus yang berfungsi memanjangkan kaki. 

Kebanyakan kulit Serval berwarna kuning keemasan seperti singa  tetapi yang membuatnya makin cantik adalah corak bintik yang berwarna lebih tua.  Telinga mereka tegak, indera penciuman, pengelihatan dan pendengarannya cukup peka, lho!

Taksonomi Serval:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas:Mammalia, Ordo:Carnivora, Famili: Felidae, Subfamili: Felinae, Genus:Leptailurus, Spesies: Leptailurus serval

REFERENSI:

Legenda Ke-20 KEKUATAN KUMBANG DUNG


Legenda-20
BARANG SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH DIA AKAN DAPAT
(Legenda Afrika)

Sejak awal pertemuan antara Fiter, si kupu-kupu lucu dan Dubet, si kumbang kotoran, mereka langsung saling cocok dan bersahabat karib.  Mereka tinggal di sebuah taman milik Tuan dan Nyonya First.

Hanya saja ada satu hal yang mengganggu persahabatan mereka.  Yaitu, siapapun yang melepas penat di taman itu, akan selalu memiji, memperhatikan bahkan bermain dengan Fiter. 

“Aduh, indah benar sayap kamu Fiter.  Aku ingin selfi bersama kamu,” ucap Nona First, putri  tunggal Tuan dan Nyonya First.

“Tentu saja saya mau, Nona.”  Bahagia dengan ajakan itu membuat Fiter terbang riang meninggalkan Dubet.

Dubet makin sedih dalam kesndiriannya,”Ya, Allah.  Seberapa burukkah aku hingga tidak ada yang peduli denganku?  Sementara Fiter dengan sayapnya yang indah selalu mendapat perhatian.  Kalaupun mereka tidak melihat Fiter, mereka akan mencari ke tiap sudut taman.” 

Begitulah rintihan Dubet bermunajat pada Allah atas keadaan yang kurang menguntungkan ini.  Secara tidak sengaja Fiter mendengar rintihan Dubet.  Ia merasa bersalah dan ingin menghiburnya.

“Maafkan aku Dubet.  Secara ternyata  keceriaanku telah melukai hatimu.  Dengarlah kawan, semua makhluk Allah ciptakan dengan kelebihannya masing-masing.”

“Kamu tidak bersalah dan tidak perlu minta maaf.  Aku sudah menerima nasibku ini.  Lagi pula aku menyadari segala kelemahanku.  Tetaplah berbahagia dengan keberuntunganmu.  Paling tidak aku bisa ikut bahagia dengan melihatmu bahagia.”

“Dubet, jangan putus asa begitu.  Aku yakin kamu punya kelebihan.  Kamu memiliki kaki-kaki yang kokoh.  Hanya dengan sedikit berlatih kamu akan menjadi kumbang yang kuat.  Mereka akan memperhatikan dan mengagumi kekuatanmu itu.” Fiter terus memberi semangat

“Benarkah? Akan aku coba.  Lalu apa yang harus Aku lakukan?”

“Cobalah menemui belalang.  Dia bisa melemparkan tubuhnya dengan satu kali hentakan kakinya.

Saran yang diberikan Fiter dijalani oleh Dubet.  Usaha Dubet mulai menampakkan hasil.  Setelah belajar dari belalang ia dapat menggunakan kakinya dengan tenaga berkali lipat.  Dia juga belajar dari siput yang membawa rumahnya kemanapun pergi.

Setelah merasa cukup banyak berlatih, Dubet pergi menemui Fiter.  Fiter mencoba menguji kekuatan Dubet.   Dilemparkannya bulatan tanah yang melebihi ukuran tubuhnya berkali-kali hingga ratusan kali.  Ternyata Dubet mampu bertahan dan menanggung lemparan tanah itu di atas punggungnya.

Bersamaan dengan latihan yang mereka lakukan, datanglah Keluarga First.  Mereka terkesima melihat kekuatan Dubet yang luar biasa itu.

“Masya Allah, Hai, lihat!  Binatang apa ini?  Begitu kuatnya dia membawa tanah ratusan kali dari ukuran tubuhnya.”  Tuan First memanggil Nyonya dan Nona First untuk ikut melihat kehebatan Dubet.

Dubet merasa bahwa ini kali pertama perhatian tertuju padanya.  Ia makin semangat menunjukkan berbagai atraksi kekuatan termasuk berusaha meloncat dan mengubur kotoran dengan ukuran dua ratus kali lebih besar dari dirinya.

Dari kejauhan Fiter begitu bahagia melihat semangat Dubet yang muncul kembali.

“Alhamdulillah akhirnya kau ceria lagi, Dubet,” gumam Fiter

Sebaliknya dalam hati Dubet, ia sangat ingin berterimakasih “Aku juga berterimakasih atas dukunganmu.  Kamu adalah sahabat terbaikku.”

PESAN MORAL:
1.  Periharalah hubung persahabatan karena sahabat sejatilah yang akan menolong kita dengan ketulusannya.
2.  Hendaklah kita memelihara diri dari sifat iri dengki, sebaliknya harus selalu berempati, sehingga merasa susah dengan kesusahan orang lain.  Sebaliknya kita akan senang dengan kesenangan orang lain.
3.  Bersungguh-sungguhlah maka kita meraih sukses, meskipun awalnya harus bersusah payah.

FAKTA ILMIAH:
1.  Tidak banyak sumber yang mengungkap jenis kumbang yang satu ini. Namanya Dung Beetle dalam bahasa Inggris. Keistimewaan kumbang ini ada pada kekuatannya untuk mengubur kotoran sebanyak 250 kali dari ukuran tubuhnya. Maka dapat dikatakan bahwa kumbang kotoran ini sangat kuat.
2.  Taksonomi: Kingdom:Animalia, Filum: Arthropoda, Kelas: Insekta, Ordo:Coleoptera, Subordo: Polyphaga, Famili: Scarabaeidae, Spesies: Scarabaeus viettei=Madateuchus viettei

REFERENSI:
2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Kumbang Kotoran

Legenda Ke-19 Mengapa Singa Mengaum


MEMBESARNYA  SUARA SINGA

Dalam tutur masyarakat Afrika, dahulu kala suara singa tidak sekeras sekarang ini, bahkan cenderung lembut.  Para penghuni hutan sering kali  tiba-tiba menjadi mangsa singa.  Mereka tidak sempat menghindar dari terkaman singa,  karena tidak tidak menyadari kehadirannya.

“Kalau begini keadaannya, kita bisa punah oleh keserakahan Raja kita.”  Kely si kelinci putih mengungkap keresahannya.

“Jangankan kamu Kely, aku yang segagah  ini pun sebentar lagi hanya akan tinggal namanya,” tukas Rafa, si jerapah gagah cemas.

“Kita harus cari jalan untuk membuat suaranya menjadi keras,” usul Kely.

Keresahan melanda penghuni hutan.  Mereka berdoa pada Allah SWT untuk bisa selamat dari ancaman tiba-tiba raja mereka .

“Ya Allah, kami rela kalau memang sudah ketentuanMu, bahwa kami menjadi rejeki buat raja kami.  Tapi mohon jalan keluar dari kedatangannya yang tidak pernah kita sadari.  Sungguh kebinasaan bagi keturunan kami sudah di depan mata.”  Penghuni hutan merintih dalam doa yang syahdu

Akhirnya dengan izin Allah SWT, para penghuni hutan mengadakan rapat mendadak.  Semua hadir, ada beruang atlas, kera, orang hutan, banteng, bison dan segela jenis binatang hutan afrika  yang lain.

“Aku punya usul.  Ada satu cara membuat raja kita bersuara.”  Boru si beruang atlas mengajukan usulan brilian. “Aku senang memakan madu.  Aku ingin mengajaknya menikmati madu hutan sampai kenyang dan tertidur lelap.  Biar dia tidur di dekat sarang lebah.   Lebah yang merasa madunya dicuri akan marah dan menyerang raja saat tidur.”

“Usulanmu brilian Boru.  Tapi apakah sengatan lebah tidak akan membahayakan raja kita?” tanya Sony si bison perkasa.

“Tentu saja tidak.  Ia hanya akan lebab oleh sengatan.  Rasa sakit sengatan lebah akan membuatnya  marah dan berteriak kesakitan.  Semoga dengan begitu suara aumannya akan membesar.”  Boru menjelaskan.

Semua penghuni hutan setuju.  Boru membuat strategi untuk bisa mengajak Liony, raja hutan yang ditakuti semua rakyatnya.

“Paduka, raja hutan yang gagah perkasa, ada berita buruk dari keluarga Paduka. “  Boru berbicara hati-hati.

“Kabar buruk apa Boru, sampai kau berani menemuiku.  Tidakkan kamu takut aku mangsa?”  Liony menampakkan taringnya.  Seringainya menggetarkan hati Boru.

“Saya yakin dengan berita ini, Paduka pasti  tidak akan melukaiku.  Saudara Paduka yang bernama Liona  sedang sakit keras di hutan sebelah.  Saya diutus menjemput Paduka untuk menolongnya.”

“Benarkah?  Baiklah tunjukkan aku jalan ke sana.”

Mereka pun berjalan sangat jauh menuju hutan tetangga.  Sementara hutan mereka pun belum tampak ujungnya.

Liony kelelahan saat mereka memasuki wilayah  lebah hutan.  Boru memberikan beberapa keping  sarang madu hutan untuk diminum oleh sang raja.  Liony meminum madu itu hingga kenyang dan tertidur pulas.

“Ternyata nikmat sekali madu hutan ini.  Pantaslah kamu senang sekali meminumnya, Boru.”

“Iya, Paduka.  Sekarang Paduka istirahatlah untuk memulihkan tenaga.  Perjalanan kita masih jauh.”

Karena terlalu kenyang dan lelah Liony terlelap.  Lebah hutan baru menyadari bahwa sarangnya yang penuh madu dicuri musuh pengganggu.  Mereka mencari siapa gerangan pencuri itu.  Ketika dilihatnya sarang itu telah dihisap oleh raja hutan, mereka mengamuk dan menyerang bersama Liony dengan membabi buta.

Bukan kepalang kagetnya Liony.  Ia mengaum kesakitan oleh sengatan lebah.  Aumannya tidak juga memekakkan telinga lebah.  Liony makin marah dan membesarkan suaranya.  Hingga ia berhasil mengaum dengan suara mengerikan seperti yang kita dengar saat ini. 

Lebah pun kaget dengan suara auman itu dan menghentikan sengatannya.

Seluruh penghuni hutan bersyukur doa mereka dikabulkan.  Sekarang mereka dengan mudah menyadari kehadiran pemangsa yang paling mengerikan itu.

PESAN MORAL:

1. Dalam menghadapi setiap  masalah selalulah meminta petunjuk dari Allah SWT untuk diberi jalan keluar yang terbaik
2.  Kebersamaan dalam musyawarah akan mencapai mukahat yang maslahah
3.  Bersyukurlah atas segala karunia Allah, maka Allah akan menambah lagi nikmatNya

FAKTA UNIK:

Nah, binatang yang satu ini menjadi simbul keperkasaan dan kita menyebutkan metafornya dengan raja hutan.  Nama Singa dari bahasa Sansekerta, Simha.  Nama ilmiahnya adalah Panthera leo

Ternyata dalam menangkap mangsa, singa jantan lebih mengandalkan singa betina.  Aneh juga, ya?  Mungkin singa betina lebih lincah tanpa bulu tebal si tenguk dan dagunya.  Singa memang lebih kuat dan perkasa sibanding semua bangsa kucing.  Tapi kelemahannya, mereka tidak bisa memanjat pohon.

Taksonomi:
Kingdom-Animalia, Filum:Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Carnivora, Famili: Felidae (bangsa kucing), Genus: Panthera, Spesies: Panthera leo

REFERENSI:
2.  https://id.wikipedia.org/wiki/Singa

Jumat, 12 Oktober 2018

Legenda ke-5 Mengapa Buaya Hidup di Air


KESYUKURAN BAYO, SI BUAYA PETUALANG

Di sebuah sungai di tengah padang rumput di dekat Hutan Okavango.

“Ah, aku bosan tinggal di kubangan air sempit ini.  Betapa senangnya bila aku bisa tinggal bersama zebra-zebra cantik itu.  Bebas berlari, bahkan menikmati juga sungai kecil ini.  Sedangkan aku hanya tinggal di sini-sini saja.”  Buaya mengeluh dan menganggap sungai kecil tempat dia tinggal layaknya kubangan yang membosankan.  Ingin rasanya ia mendapatkan pengalaman baru dengan berpetualang.

Suatu ketika, datang kawanan zebra ke sungai kecilnya untuk makan minum dan makan rerumputannya.  Bayo si buaya tidak menerkam mereka.  Ia ingin diizinkan tinggal bersama zebra di padang rumput yang indah.  Salah satu teman baru Bayo bernama Zibro, si zebra tampan.

“Zibro, aku bosan tinggal di sini.  Izinkan aku mengikuti kalian, pergi ke dataran yang menghijau oleh rerumputan.”  Ungkap Bayo pada Zibro, teman barunya.

“Wah, dataran tempat kami jauh sekali dari air.  Lagi pula jalanmu sangat lambat.”

“Jangan kau remehkan aku aku akan bisa mengatasi kesulitan dan kelemahanku sendiri.”
Akhirnya Zibro mengizinkan Bayo mengikutinya.  Bayo menaiki tepi sungai dan mulai merayap.  Awalnya Bayo masih bisa bersama-sama rombongan.  Akan tetapi ada saatnya Zibro berlari cepat dan Bayo pun tertinggal jauh.  Sementara dirinya sudah cukup jauh dari sungai tempat tinggalnya tadi.

“Ternyata daratan ini sangat panas, aku sudah tidak kuat lagi.”  Bayo mencari tempat berteduh.  Bayo menemukan pohon rindang untuk istirahat di bawahnya.  Dia terlelap karena kelelahan yang amat memenatkan.  Siapapun yang melihatnya akan menganggapnya telah mati. 

Sementara itu Zibro berusaha mencari Bayo yang telah lama tertinggal.  Ketika didapatinya Bayo seakan telah mati, Zibro pergi meninggalkannya.

Penghuni padang rumput yang melintasi tempat itu dan memperhatikan Bayo pasti menganggapnya buaya mati kecuali Cici si kelinci mungil.  Ia yakin bahwa Bayo hanya tidur terlalu lelap.  Dengan hati-hati Cici membangunkan Bayo.

“Kaukah Bayo yang ingin tinggal bersama kami di darat?  Kabar tentang kamu sudah tersebar di padang rumput ini.  Bangunlah Bayo…..”

Bayo pun terbangun dengan mata yang masih tampak lelah dan malas.”  Benar kelinci, aku ditinggalkan Zibro setelah kami janji untuk bersahabat.  Sekarang  aku baru menyadari ternyata Allah telah memberikan terbaik untukku, yaitu di dalam air.  Aku sangat menyesal dengan ketidakpuasanku.  Semua ini terjadi karena aku tidak pandai bersyukur.”  Bayo benar-benar menyesal dan ingin bertaubat.

“Baiklah Bayo, aku akan mencari bantuan untuk membawamu kembali ke air.  Bersabarlah dan tunggu aku di sini.  Aku akan mencari cara.  Tidurlah seolah kamu telah mati.”  Cici memutar otak untuk mendapatkan bantuan.

Di tengah perjalanan, Cici melihat pemangsa yang sangat mematikan, Gala, si serigala liar.
“Aku ada mangsa mungil rupanya.”  Lirikan srigala membuat Cici ketakutan.  Gigi tajamnya menyeringai siap menerkamnya.  

Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan diri kecuali mengelabuhi Gala. “Sabarlah, Gala.  Aku terlalu kecil buat kamu.  Aku akan tunjukkan mangsa yang lebih besar dal lezat.”

“Jangan banyak bicara, coba tunjukkan kalau kamu tidak membohongiku!”

Cici mengajak dan menunjuki tempat bayo istirahat.

“Lihatlah itu, ada buaya mati.  Allah akan murka dan menahan hujanNya bila bangkai buaya itu membusuk dan mengotori udara padang rumput kita.  Kita harus mengembalikannya kesungai.”

“Bukankan itu makananku, kenapa harus kita bawa ke sungai?”  Gala bertanya keheranan.

“Iya, kamu bisa berpesta setelah dagingnya empuk.  Supaya empuk, dia harus kita rendam di air sungai itu.”  Cici menjelaskan.

Serigala menyetujui akal cerdik Cici tanpa kecurigaan sedikitpun.  Mereka berdua Nampak sebagai pasangan yang mustahil, menyeret buaya itu ke sungai.

Bayo merasa sangat bahagia dapat kembali ke sungai.  Sementara Gala keheranan dengan lenyapnya buaya.

“Tunggulah, Gala.  Nanti dia akan muncul ke permukaan dengan dagingnya yang lembut,” bujuk Cici.

Serigala menunggu dengan tidak sabar di tepi sungai.  Tanpa disadarinya bahaya mengintai.  Buaya yang telah segar karena berada di habitat yang tepat tiba-tiba menerkamnya.

Sejak itu, Bayo yakin bahwa tempat terbaiknya adalah rumah yang Allah rejekikan, yaitu tinggal di perairan.

PESAN MORAL:
1. Bersyukurlah maka Allah akan menambah nikmat-Nya sebaliknya bila kufur nikmat maka Allah akan mencabut nikmat yang sudah ada
2. Tolong menolonglah dengan sesama untuk keselarasan dalam kehidupan
3. Tetaplah cerdas dalam menggunakan akal agar kita dapat memecahkan berbagai permasalahan

FAKTA UNIK:

Buaya merupakan reptilia buas.  Habitatnya ada di perairan air tawar seperti sungai, danau, rawa  dan lahan basah lainnya.  Makanan utama buaya adalah ikan, reptil lain dan mamalia.

Dalam bahasa Inggris, buaya disebut crocodile yang berdekatan dengan nama Yunaninya yaitu krokodilus.  Awal penamaan ini, karena orang Yunani melihat buaya pertama kali di tepi Sungai Nil, dimana buaya memiliki kebiasaan berjemur di bebatuan tepi sungai.  Kroko berarti bebatuan kerikil dan deilos bermakna cacing.  Jadi krokodilus adalah cacing bebatuan.

Taksonomi:
Kingdom-Animalia, Philum-Chordata, Kelas-Sauropsida, Ordo-Crocodilia, Famili-Crocodyliadae, Species-Tomistoma schlegelli

REFERENSI:
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Buaya