Kamis, 21 Maret 2019

LEGENDA KE-34 (ASAL USUL GEMPA BUMI)


ASAL USUL  GEMPA BUMI

Kisah ini muncul dari satu daerah  yang dulu bernama Edo dan dikenal dengan nama Tokyo hingga saat ini.  Tentu hampir semua orang mengenal Tokyo sebagai ibu kota negara Jepang.
Nah, ada sesuatu yang menarik untuk kita simak tentang asal mula kejadian gempa bedasarkan legenda versi rakyat Jepang.  Ayo, kita simak!
Dulu kala di daerah Edo, hidup seorang yang kaya raya.  Ia senang mengundang warga untuk berpesta pora. Nama orang itu Eito yang bemakna orang yang makmur.
Kemakmuran Eito tidak lepas dari peran Dewa Kashima.  Kashima merupakan dewa penjaga seekor lele besar yang bernama Namazu.  Ia menahan Namazu dengan batu agar tidak bergerak.  Sekali saja Dewa Kashima lengah dalam menjaga maka lele raksasa ini akan menggoyang bumi.
“Namazu, tetaplah kamu dalam keadaanmu.  Jangan sekalipun kamu bergerak kecuali aku perintahkan untuk memberi pelajaran pada para pendurhaka. Aku akan melihat tingkah laku manusia ,” ungkap Kashima suatu ketika.
“Baiklah aku akan menuruti apa perintahmu, Dewa Kashima,” jawab Namazu.
Kashima memeriksa perilaku manusia.  Dari kejauhan terdengar suara riuh rendah pesta pora di satu titik di tengah kota Edo.
“Ayo, silahkan kalian habiskan hidangan ini.  Tambah lagi sakenya.”  Eito berkeliling melayani tamu-tamu istimewanya.  Semua tenggelam dalam kemewahan pesta.
“Tenang Tuan Eito, perut kami cukup lapar untuk menampung semua makanan dan minuman ini.”  Salah satu tokoh penting di kampung itu menimpali.
Tanpa disadari oleh Eito dan para tamunya, hadir sesosok pria tua menuju pesta itu.  Ia menyelinap ke tengah kerumunan tamu pesta undangan.  Pakaiannya yang compang-camping, embuat para tamu menyingkir menjauhinya.
“Kenapa kamu datang kemari.  Ini bukan tempat untukmu.  Sungguh menjijikkan!” hardik seseorang berkimono biru.
Keributan itu akhirnya membuat Eito bangkit dari kursi kebesarannya.  Dengan sombongnya, ia berkacak pinggang dan berteriak.  Ia sengaja melakukannya untuk disaksikan oleh semua tamu undangan, bahwa ia tidak enyukai kehadiran pria tua itu.
“Hai, tamu tak diundang.  Kamu telah menggangguku dan semua tamuku.  Pergi sekarang juga.  Kalau tidak, tak segan-segan aku menyuruh orang-orangku untuk mengusir.”
“Maafkan tuan hamba hanya memerlukan sedikit makanan untuk engganjal perutku yang telah lama tidak terisi barang sesuap nasi ataupun minuman.” Pria tua berucap memelas.
“ Itu bukan urusanku.  Mengeluhlah pada Tuhanmu tapi jangan padaku.  Makananku bukan untuk manusia miskin dan sial sepertimu.”
Saat orang kanan Eito mendekati pria tua.  Tiba-tiba pria itu menghilang.  Hanya terdengar suara menggema dari langit-langit tempat pesta.
“Namazu, aku dapati banyak orang sombong di sini.  Bergeraklah kamu, biar mereka merasakan akibat kesombongan mereka.” Kashima menggeser batu penindih Namazu.
Tiba-tiba bumi yang mereka pijak berguncang keras.
“Ampun Namazu, ampun Namazu.  Kami tidak akan sombong lagi.  Kami akan berbagi pada ereka yang miskin.”  Mereka menyebut nama Namazu, nama yang mereka dengar dari suara gaib itu.  “Wahai yonaoshi daimyojin, perbaiki keadaan kami.  Kaulah Namazu Dewa Perbaikan Bumi, jangan kau teruskan kemarahanmu!” 
Teriakan orang-orang itu tidak menghentikan gerak Namazu.  Semua bangunan retak dan rata dengan tanah.  Sementara warga yang sedang pesta lari tunggang langgang menyelaatkan diri mereka masing-masing dari himpitan bumi.

HIKMAH:
1. Jangan Pernah sombong atas kenikmatan yang kita terima, karena semua dari Allah SWT
2. Gunakanlah nikmat itu untuk berbagi pada sesama, saling menolong dan membantu bukan dijadikan alasan untuk menghardik dan mencemooh
3. Sifat kikir dan pelit mendatangkan murka Allah SWT dan bencana, sebaliknya, sedekah dapat menolaknya

FAKTA ILMIAH:
Gempa bumi erupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat dari pelepasan energy dari dalam bumi secara tiba-tiba sehingga menimbulkan gelombang seismic.  Gempa bisa disebabkan oleh gerakan lempeng bumi (tektonik) atau desakan magma pada peristiwa letusan gunung berapi (vulkanik)


Gempa bumi diukur dengan menggunakan seismometer yang merekam getaran dan menggambarkannya dalam grafik yang disebut seismograph.  Moment Magnitudo merupakan ukuran besarnya gempa atau lebih dikenal dengan satuan Scala Richter, dimana  1 SR=5 MM.

Berdasarkan penyebabnya ada berbagai jenis gempa bumi:
Gempa bumi tektonik
Gempa bumi vulkanik
Gempa bumi runtuhan
Gempa bumi tumbukan
Gempa bumi buatan

Berdasarkan kedalamannya:
Gempa bumi dalam (hiposentrum lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi)
Gempa bumi menengah ( hiposentrum antara 60 km-300 km dalam kerak bumi)
Gempa bumi dangkal (hiposentru kurang dari 60 km)

Berdasarkan kecepatannya:
Gempa bumi primer (kecepatan gelombangnya 7-14 km/s) getaran berasal dari hiposentrrum
 Gempa bumi sekunder (kecepatan antara 4-7 km/s) dimana getarannya tidak dapat merambat melalui lapisan cair


REFERENSI



  • https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi/15 Maret 2018
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Namazu_(Japanese_mythology)/15 Maret 2018
  • http://www.personal.psu.edu/faculty/g/j/gjs4/Shaking_Up_Japan.pdf/11 Maret 2018
  • https://www.anehdidunia.com/2015/11/mitos-asal-usul-gempa-bumi.html/10 Maret 2018
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar