ASAL USUL GEMPA BUMI
Kisah ini
muncul dari satu daerah yang dulu
bernama Edo dan dikenal dengan nama Tokyo hingga saat ini. Tentu hampir semua orang mengenal Tokyo
sebagai ibu kota negara Jepang.
Nah, ada
sesuatu yang menarik untuk kita simak tentang asal mula kejadian gempa
bedasarkan legenda versi rakyat Jepang.
Ayo, kita simak!
Dulu kala di
daerah Edo, hidup seorang yang kaya raya.
Ia senang mengundang warga untuk berpesta pora. Nama orang itu Eito yang
bemakna orang yang makmur.
Kemakmuran Eito
tidak lepas dari peran Dewa Kashima.
Kashima merupakan dewa penjaga seekor lele besar yang bernama
Namazu. Ia menahan Namazu dengan batu
agar tidak bergerak. Sekali saja Dewa
Kashima lengah dalam menjaga maka lele raksasa ini akan menggoyang bumi.
“Namazu,
tetaplah kamu dalam keadaanmu. Jangan
sekalipun kamu bergerak kecuali aku perintahkan untuk memberi pelajaran pada
para pendurhaka. Aku akan melihat tingkah laku manusia ,” ungkap Kashima suatu
ketika.
“Baiklah aku
akan menuruti apa perintahmu, Dewa Kashima,” jawab Namazu.
Kashima memeriksa perilaku manusia.
Dari kejauhan terdengar suara riuh rendah pesta pora di satu titik di
tengah kota Edo.
“Ayo, silahkan
kalian habiskan hidangan ini. Tambah
lagi sakenya.” Eito berkeliling melayani
tamu-tamu istimewanya. Semua tenggelam
dalam kemewahan pesta.
“Tenang Tuan
Eito, perut kami cukup lapar untuk menampung semua makanan dan minuman
ini.” Salah satu tokoh penting di
kampung itu menimpali.
Tanpa disadari
oleh Eito dan para tamunya, hadir sesosok pria tua menuju pesta itu. Ia menyelinap ke tengah kerumunan tamu pesta
undangan. Pakaiannya yang
compang-camping, embuat para tamu menyingkir menjauhinya.
“Kenapa kamu
datang kemari. Ini bukan tempat
untukmu. Sungguh menjijikkan!” hardik
seseorang berkimono biru.
Keributan itu
akhirnya membuat Eito bangkit dari kursi kebesarannya. Dengan sombongnya, ia berkacak pinggang dan
berteriak. Ia sengaja melakukannya untuk
disaksikan oleh semua tamu undangan, bahwa ia tidak enyukai kehadiran pria tua
itu.
“Hai, tamu tak
diundang. Kamu telah menggangguku dan
semua tamuku. Pergi sekarang juga. Kalau tidak, tak segan-segan aku menyuruh
orang-orangku untuk mengusir.”
“Maafkan tuan
hamba hanya memerlukan sedikit makanan untuk engganjal perutku yang telah lama
tidak terisi barang sesuap nasi ataupun minuman.” Pria tua berucap memelas.
“ Itu bukan
urusanku. Mengeluhlah pada Tuhanmu tapi
jangan padaku. Makananku bukan untuk
manusia miskin dan sial sepertimu.”
Saat orang
kanan Eito mendekati pria tua. Tiba-tiba
pria itu menghilang. Hanya terdengar
suara menggema dari langit-langit tempat pesta.
“Namazu, aku
dapati banyak orang sombong di sini.
Bergeraklah kamu, biar mereka merasakan akibat kesombongan mereka.”
Kashima menggeser batu penindih Namazu.
Tiba-tiba bumi
yang mereka pijak berguncang keras.
“Ampun Namazu,
ampun Namazu. Kami tidak akan sombong
lagi. Kami akan berbagi pada ereka yang
miskin.” Mereka menyebut nama Namazu,
nama yang mereka dengar dari suara gaib itu.
“Wahai yonaoshi daimyojin, perbaiki keadaan kami. Kaulah Namazu Dewa Perbaikan Bumi, jangan kau
teruskan kemarahanmu!”
Teriakan
orang-orang itu tidak menghentikan gerak Namazu. Semua bangunan retak dan rata dengan
tanah. Sementara warga yang sedang pesta
lari tunggang langgang menyelaatkan diri mereka masing-masing dari himpitan
bumi.
HIKMAH:
1. Jangan Pernah sombong atas kenikmatan yang kita terima, karena
semua dari Allah SWT
2. Gunakanlah nikmat itu untuk berbagi pada sesama, saling menolong
dan membantu bukan dijadikan alasan untuk menghardik dan mencemooh
3. Sifat kikir dan pelit mendatangkan murka Allah SWT dan bencana,
sebaliknya, sedekah dapat menolaknya
FAKTA ILMIAH:
Gempa bumi erupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat
dari pelepasan energy dari dalam bumi secara tiba-tiba sehingga menimbulkan
gelombang seismic. Gempa bisa disebabkan
oleh gerakan lempeng bumi (tektonik) atau desakan magma pada peristiwa letusan
gunung berapi (vulkanik)
Gempa bumi diukur dengan menggunakan seismometer yang merekam
getaran dan menggambarkannya dalam grafik yang disebut seismograph. Moment Magnitudo merupakan ukuran besarnya
gempa atau lebih dikenal dengan satuan Scala Richter, dimana 1 SR=5 MM.
Berdasarkan penyebabnya ada berbagai jenis gempa bumi:
Gempa
bumi tektonik
Gempa
bumi vulkanik
Gempa
bumi runtuhan
Gempa
bumi tumbukan
Gempa
bumi buatan
Berdasarkan kedalamannya:
Gempa
bumi dalam (hiposentrum lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi)
Gempa
bumi menengah ( hiposentrum antara 60 km-300 km dalam kerak bumi)
Gempa
bumi dangkal (hiposentru kurang dari 60 km)
Berdasarkan kecepatannya:
Gempa
bumi primer (kecepatan gelombangnya 7-14 km/s) getaran berasal dari
hiposentrrum
Gempa
bumi sekunder (kecepatan antara 4-7 km/s) dimana getarannya tidak dapat
merambat melalui lapisan cair
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar