LEGENDA
KE-32 ASAL MULA NAGA
KISAH:
Di sebuah pedesaan yang asri, dikelilingi perbukitan , diantara bukit
–bukit itu terhampar padang rumput yang luas, tinggallah seorang pemuda yang
teramat rajin. Ia senang membantu ibunya, pemuda itu bernama Liong Yu.
Tinggal berdua dalam rumah sederhana
tidak membuat mereka hilang kebahagiaan.
Liong Yu dan ibunya melewati hidup dengan kasih sayang.
“Liong Yu, makan dulu. Ini ibu memasak makanan kesukaanmu.” Ibu menyodorkan hidangan kesukaannya.
“Ibu saja yang makan, aku sudah
makan di rumah Hieun Tse. Dia mengadakan
pesta hari ini.”
“Ayolah Liong Yu, makanan itu juga
hasil keringat kamu. Ibu menukar beras
dengan sekerat daging untuk kari ini.”
Liong Yu tidak bisa menolak ajakan
ibunya. Keduanya tampak harmonis tinggal
di rumah kecil itu
Keseharian Liong Yu diisi dengan
bekerja mencari rumput untuk Hieun Tse, petani kaya dengan banyak lahan dan ternak.
“Liong Yun, ini beras untuk upah
kerja kerasmu hari ini.” Hieun Tse
memberikan sekantung beras yang cukup untuk makan hari ini dan menukar
sebagiannya dengan lauk pauk.
“Terima kasih, Tuan Hieun Tse,” balas Liong Yu. Liong Yu pulang dengan riang. Begitulah hari-hari dilaluinya dengan mencari
rumput, pulang, menyerahkan hasil merumputnya dan beristirahat.
Suatu ketika, negeri itu dilanda
kekeringan. Hujan tak mau menyapa hingga
beberapa tahu. Akhirnya rerumputan pun
kering.
Liong Yu kebingungan hendak mencari
rumput ke mana., sementara persediaan beras dan bahan makanan di rumahnya hampir
habis. Liong Yu tidak mau menyerah, ia
terus berjalan mencari rumput. Hingga
pandangannya menyambangi hamparan rumput hijau di balik bukit.
“Luar biasa, ternyata di sini masih
ada rumput hijau. Aku akan mengambil
rumput di sini tiap hari.” Liong Yu
mulai merumput dan….. “Benda apa ini.
Indah sekali, berkilauan dan penuh warna.” Liong Yu mengan bil benda seperti manik-manikitu
dan membawanya pulang.
Di rumahnya, ia tidak menyampaikan manik-manik
yang ditemukannya pada sang ibu. Ia
menyimpannya pada wadah beras upah kerjanya.
Saat Liong Yu hendak menuangkan
beras upahnya ke dalam kendi, ia
terheran-heran. Karena kendinya penuh
terisi beras. Diamatinya keajaiban yang
terjadi di rumahnya itu.
“Aku yakin. Manik-manik ini yang membuat berasnya tak habis bahkan bisa
dinikmati banyak orang.” Liong Yu mulai
memenghadiahkan beras itu pada warga. Ia
tidak lagi mencari rumput untuk Hieun Tse.
Warga pun merasa senang kecuali para petani dan juga Hieun Tse.
Hieun Tse mulai kebingungan dengan
ternaknya yang kelaparan. Ia membujuk Liong Yu untuk tetap merumput dengan upah
yang lebih besar.
“Ayolah, Liong Yu. Tetaplah merumput untuk sapi-sapiku. Aku akan memberimu upah lima kali lipat dari
biasanya.”
“Tidak Tuan, saya sudah lelah
bekerja. Saya kini bisa dengan mudah
mendapatkan beras. Bahkan saya bisa
membagikan beras itu untuk warga yang kesusahan selama musim kering ini.
Dalam perbincangan itu akhirnya,
rahasia tentang manik-manik terbongkar
juga. Hieun Tse berminat untuk
membelinya dengan harga yang sangat mahal.
“Aku akan merelakan semua lahan pertanian,
ternak dan rumah saya, asalkan kau mau menyerahkan manic-manik itu.”
“Tidak Tuan, manik-manik itu telah
melepaskan saya dari segala kesulitan hidup.”
Hieun
Tse pulang dengan rasa kecewa. Dalam
hatinya ia berniat untuk mencuri manik-manik itu.
Malam harinya, Hieun Tse menyatroni
rumah Liong Yu. Ia mengendap-endap masuk
kamar yang sempit itu. Tanpa sengaja
Hieun Tse menginjak sesuatu yang menimbulkan suara gaduh.
Liong Yu terbangun dan kaget dengan
sosok bertopeng. Dari perawakannya ia
yakin bahwa sosok itu adalah Hieun Tse.
“Tuan Hieun Tse, untuk apa Tuan
kemari. Apa hanya sekedar mendapatkan manic-manik
itu?”
“Berikan manik-manik itu padaku atau
jiwamu akan terancam.” Hieun Tse
mengarahkan senjata pada Liong Yu.
“Baiklah, Tuan. Tapi permintaan saya, janganlah Tuan celakai
saya.” Liong Yu menuju kendi tempat
penyimpanan beras.
Tiba-tiba Liong Yu berpikir, bahwa
dengan menelan manik-manik itu dan semua
akan baik-baik saja.
Di luar dugaannya, manik-manik itu bergolak dan menimbulkan rasa pana yang luar
biasa pada tubuh Liong Yu. Rasa haus
tidak dapat ditahannya. Liong Yu lari
menuju sungai dan danau kemudian meminum semua airnya. Tapi rasa haus itu tidak juga hilang bahkan
rasa haus makin menjadi. Bara api
tersembur dari mulut Liong Yu disertai perubahan bentuk dan wujudnya.
Liong Yu menjadi seekor binatang
besar berkaki empat, Berkepala ular
dengan rumbai-rumbai dan sisik yang
memenuhi tubuhnya. Dengan keadaan yang
mengerikan itu, warga mengusirnya menjauhi kampung dan menjadi seekor ular
naga.
Hingga saat ini, orang-orang Cina
menyebut ular naga dengan kata Liong atau Lung.
HIKMAH
1. Jadikan
kerja keras menjadi semangat hidup untuk bisa bertahan dalam keadaan mudah
maupun susah, karena tiap tetes keringatlebih berharga di sisi Allah SWT
daripada hasil dari tetesan keringat itu sendiri
2. Janganlah
terlena dengan sesuatu yang bisa dengan mudah kita dapatkan.
3. Kadang
mendapatkan sesuatu tanpa banyak pengorbanan membawa risiko besar di luar
perkiraan kita..
FAKTA
ILMIAH:
Dalam khazanah ilmu keislaman, naga
merupakan makhluk ghaib yang memiliki tugas menjaga istanaIiblis. Bahkan ular naga berkolaborasi dengan Iblis
untuk memerdaya Adam dan Hawa. Iblis
memasuki surge dengan bersembunyi di mulut ular naga. Ular naga digambarkan sebagai ular yang
berbentuk semacam unta berkaki empat namun berpenampilan cantik.
Sebagian orang menganggap bahwa
Komodo adalah wujud yang paling dekat dengan ular naga. Ada beberapa alasan orang berpandangan demikian. Komodo merupakan reptile tertua bahkan masuk
dalam binatang purba yang masih ada di muka bumi sejak jutaan tahun yang
lalu. Komodo memiliki kulit bersisik dan
tergolong binatang buas yang dapat memakan mangsa melebihi berat badannya dan
bertahan tidak makan dalam beberapa pekan.
Kecepatan menangkap mangsa pun cukup fantastis untuk seekor roptil, 29
km/jam.
Masing-masing negara memiliki
imajinasi yang beragam tentang naga ini.
Oleh karena itu penamaan dan gambaran wujudnya beraneka ragam. Di inggris naga mendapat julukan dragon, di
Skandinavia, namanya draken sedangkan di Cina disebut Liong atau Lung.
Sebagai contoh tentang keunikan
imajinasi tentang naga ada di masyarakat Dayak Kalimantan. Naga adalah binatang di bawah air atau tanah
yang bertumbuh tambun, bersisik semacam ular dan memiliki kaki empat.
REFERENSI:
1. https://nulis.babe.news/baca/0cc0e2/pandangan-islam-tentang-ular-naga/21/2/2019
2. https://mocomi.com/international-folk-tales-how-the-dragon-came-to-be/21/2/2019* dengan translasi dan perubahan
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Naga/21/2/2019
4. https://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/03/160312_vert_earth_komodo/21/2/2019
1. https://nulis.babe.news/baca/0cc0e2/pandangan-islam-tentang-ular-naga/21/2/2019
2. https://mocomi.com/international-folk-tales-how-the-dragon-came-to-be/21/2/2019* dengan translasi dan perubahan
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Naga/21/2/2019
4. https://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/03/160312_vert_earth_komodo/21/2/2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar