Pada zaman dahulu, sebelum Philipina dijajah oleh Spanyol. Pulau Sulu di Philipina Selatan, dikuasai oleh seorang sultan. Sangat disayangkan sultan itu memiliki sifat dan tabiat yang buruk. Dia sombong dengan kekayaan dan kekuasaannya. Ditambah lagi ia tidak penyayang pada rakyat kecil lagi miskin. Nama sultan itu adalah Sultan Barrabas.
Sultan tidak pernah menemui rakyatnya kecuali dengan pakaian kebesaran dan mahkota yang bertengger di kepalanya. Sehingga dia lebih mirip dengan selebritis yang bergaya.
Suatu saat sultan mengadakan pesta besar. Segala macam makanan terhidang di meja. Para pembesar diundang. Demikian juga dengan tamu dari negara lain.
"Wahai para tamuku, silahkan tuan-tuan menikmati hidangan sepuasnya." Ucap sultan dengan senyum lebar.
Semua menikmati hidangan dengan asyiknya. Segala macam unggas dan hewan ternak dengan berbagai masakan tersedia. Daging dan ikan ada yang dibakar, dipanggang, diasap, digoreng, digulai, dibumbu kare, direndang semua ada. Sayur mayur dengan ragam olahan setempat pun turut melengkapi hidangan. Belum lagi berbagai macam buah dari seluruh pelosok negeri.
"Wah, nikmat sekali semua hidangan ini." Para tamu bergumam puas mencicipi makanan resep khas kesultanan.
Tiba-tiba di tengah kerumunan orang-orang besar itu, muncullah seorang anak lelaki kecil. Wajahnya kurus, pakaiannya compang-camping dan terlihat sangat miskin.
Tidak ada yang memperhatikannya. Semua asyik dengan pesta saat itu. Si anak kecil mendekati sultan dan menarik-narik kaki sultan untuk mendapat perhatiannya. Sultan yang sedang duduk sambil menikmati hidangan merasa sangat terganggu.
"Tuan, saya lapar....sudah seminggu aku tidak mendapati makanan. Saya lapar tuan, halalkan makanan ini untuk saya cicipi," rengek anak itu.
"Siapa kamu? Berani beraninya masuk ke dalam pestaku. Kehadiranmu ini mengganggu kemeriahan pestaku!!!"
Tanpa pikir panjang semangkuk sup panas ditumpahkan ke kepala anak kecil itu. Tanpa sedikit pun rasa belas kasihan.
Seketika itu pula anak lelaki kecil menghilang tanpa wujud di hadapan sultan. Sebaliknya sultan meninggal mendadak dalam keadaannya.
Tidak ada rakyat yang menyesali kepergian sultan mereka untuk selamanya. Pemakamannya tanpa prosesi kenegaraan yang diramaikan oleh kedatangan para penziarah. Sungguh aneh, tidak ada rasa kehilangan dari siapapun rakyatnya.
Keesokan harinya sultan yang baru menggantikan kedudukan penguasa lama. Kali ini sultan pengganti yang memimpin mereka berbeda sangat jauh dari akal, akhlak dan budi pekertinya.
Bersamaan dengan itu tumbuhlah sebatang pohon di atas Makam Sultan Barrabas. Pohon aneh dan tak dikenal itu tumbuh menjadi pohon bercabang dan berbuah serupa dengan sifat sang sultan. Bijinya banyak menjengkelkan yang memakannya. Daging buahnya asam semasam wajah sultan Barrabas.
Orang-orang di wilayah Philipina Selatan menamai buah itu Bayabas sebagai kenangan mereka pada sultan yang memberi kenangan pahit untuk rakyat kecil yang lemah.
PESAN MORAL:
1. Janganlah sombong terhadap kekuasaan dan kekayaan karena kematian akan mengalahkan dan mengakhiri segalanya
2. Berkasihsayanglah kepada mereka yang lemah.
3. Jangan berberat hati untuk bersedekah, membagi hak fakir miskin yang ada pada kelebihan harta kita
4. Perbuatan dzalim akan mendapat balasan dari Alloh SWT, maka hindarilah perbuatan dzalim, karena tidak ada hijab antara yang terdzalimi dengan tuhannya
FAKTA UNIK:
1. Jambu biji merupakan tumbuhan berkayu, bercabang dan tergolong dalam dikotil
2. Nama ilmiahnya adalah Psidium guajava, dalam bahasa jawa disebut jambu biji atau jambu klutuk.
3. Banyak mengandung vitamin C, pada jambu biji merah, kasiatnya sangat besar untuk kesehatan, yaitu meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah.
SUMBER (REFERENSI):
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Jambu_biji
2. https://uniquelatestarticle.blogspot.com/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.htm
Rabu, 14 Februari 2018
Legenda Ke-3: MENGAPA ANJING MENGIBASKAN EKORNYA?
Di sebuah kota hiduplah saudagar kaya. Saudagar itu memiliki seekor anjing tua yang ompong tak bergigi dan kucing yang masih muda dan cantik rupanya. Kucing dan anjing itu hidup rukun dan disayang oleh sang saudagar.
"Pusyi, lembut sekali bulumu. Sini dekat denganku, aku ingin membelai bulu halusmu."
Rupanya perbedaan perlakuan tuannya telah menumbuhkan rasa iri pada si anjing tua.
Suatu hari sang saudagar ingin memberi sebuah cincin pada putrinya yang tinggal di kota lain. Maka diberikannya cincin itu pada si kucing kesayangan.
"Pusyi, ini ada cincin buat putriku. Kau harus membawanya dengan hati-hati jangan sampai pindah tangan, jatuh ataupun hilang."
"Baiklah tuan."
"Blacky, temani Pusyi. Pastikan cincin ini sampai pada putriku."
Mereka berdua kemudian berangkat ke kota sebelah. Hingga tibalah mereka pada suatu sungai. Untuk sampai pada kota itu, mereka harus menyebrangi sungai yang cukup lebar, deras dan dalam.
"Pusyi, aku khawatir cincin itu akan jatuh. Bukankah kau tidak begitu pandai berenang?" kata Blacky meragukan kemampuan Pusyi.
"Aku tak mau menyerahkan cincin ini. Tuan kita mempercayakan cincin ini padaku." Pusyi bersikeras.
"Sungai ini lebar dan deras. Kamu tak sepandai aku dalam berenang. Cincin ini akan jatuh ke sungai." Blacky membuat Pusyi khawatir. Akhirnya diberikanlah cincin itu pada Blacky.
Mereka menyebrangi sungai dengan hati-hati.
"Aduh....cincin tuan jatuh." Blacky bergumam lirih. Ia tidak mau ketahuan Pusyi sebelum mereka sampai di seberang sungai.
Setelah mereka berada di tepi sungai, Blacky segera memberitahukan pada Pusyi bahwa cincin itu jatuh. Pusyi kaget dan kecewa. Sementara Blacky lari entah kemana. Ia takut akan mendapat amarah dari tuannya.
"Blacky...Blacky jangan kabur!!! Kita akan pertanggungjawabkan hal ini bersama di depan tuan kita."
"Tidak Pusyi....ini salahku biar aku lari bersama kesalahanku ini. Kau tidak salah. Kembalilah pada tuan kita." Blacky terus berlari dengan segala takut dan rasa bersalahnya.
Tidak ada jalan lain. Pusyi memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi, apa adanya.
Sang saudagar marah besar dengan perilaku Blacky yang lari dari tanggung jawab. Maka saat itu juga dikumpulkan para pembantu dan seluruh anjing untuk menemukan Blacky.
"Wahai pembantuku, temukan si anjing tua putuskan ekornya!" Sang saudagar tak mampu menahan marah. " Dan kalian wahai kawanan anjing temukan dan kenali anjing tua peliharaanku itu dia tidak akan memiliki ekor lagi. Musuhi dia karena sifat buruknya yang tak mau bertanggung jawab itu. Atau kalau kalian mendapatinya, bawa kemari! Biar aku beri hukuman."
Maka berangkatlah para pembantu saudagar dan sekawanan anjing tersebut ke hutan.
Mereka menyebar untuk mendapati Blacky. Salah seorang pembantu menemukan Blacky dan memotong ekornya
"Aduh...kalian tega sekali memotong ekorku." Blacky berteriak kesakitan. Suaranya melengking sambil terus melarikan diri ke hutan.
Kawanan anjing terus mencari Blacky untuk dibawa pada tuannya.
Bila mereka bertemu sesama mereka, mereka akan saling menggerak-gerakkan ekornya.
"Kaukah anjing tua yang lari dari tuannya? Coba gerakkan ekormu." Bertanyalah anjing satu sama lain, ketika mereka bertemu.
Itulah asal mula mengapa anjing selalu menggerak-gerakkan ekornya.
PESAN MORAL:
1. Janganlah menyimpan rasa iri saat melihat kelebihan dan karunia yang diterima orang lain
2. Jangan pernah lari dari tanggung jawab.
3. Bersikaplah kesatria dengan berkata jujur dan berani bertanggung jawab
4. Meminta maaflah atas kesalahan kita karena itu menjadi jalan untuk memperbaiki kesalahan kita.
FAKTA UNIK:
1. Anjing tergolong dalam mamalia (binatang menyusui), memiliki nama ilmiah Canis lupus familiaris atau Canis lupus dingo
2. Terdapat ratusan ras dengan beragam ciri variatif. Warna bulu putih hingga hitam, merah, abu-abu, coklat bahkan biru
3. Rambut mereka juga bermacam-macam. Mulai dari lurus, keriting, bertekstur kasar hingga lembut, selembut benang wool.
4. Jangan pula kita melampau dalam menganiaya binatang karena hal itu tidak sesuai dengan pesan rahmatan lil alamin dari Rasululloh SAW.
"Pusyi, lembut sekali bulumu. Sini dekat denganku, aku ingin membelai bulu halusmu."
Rupanya perbedaan perlakuan tuannya telah menumbuhkan rasa iri pada si anjing tua.
Suatu hari sang saudagar ingin memberi sebuah cincin pada putrinya yang tinggal di kota lain. Maka diberikannya cincin itu pada si kucing kesayangan.
"Pusyi, ini ada cincin buat putriku. Kau harus membawanya dengan hati-hati jangan sampai pindah tangan, jatuh ataupun hilang."
"Baiklah tuan."
"Blacky, temani Pusyi. Pastikan cincin ini sampai pada putriku."
Mereka berdua kemudian berangkat ke kota sebelah. Hingga tibalah mereka pada suatu sungai. Untuk sampai pada kota itu, mereka harus menyebrangi sungai yang cukup lebar, deras dan dalam.
"Pusyi, aku khawatir cincin itu akan jatuh. Bukankah kau tidak begitu pandai berenang?" kata Blacky meragukan kemampuan Pusyi.
"Aku tak mau menyerahkan cincin ini. Tuan kita mempercayakan cincin ini padaku." Pusyi bersikeras.
"Sungai ini lebar dan deras. Kamu tak sepandai aku dalam berenang. Cincin ini akan jatuh ke sungai." Blacky membuat Pusyi khawatir. Akhirnya diberikanlah cincin itu pada Blacky.
Mereka menyebrangi sungai dengan hati-hati.
"Aduh....cincin tuan jatuh." Blacky bergumam lirih. Ia tidak mau ketahuan Pusyi sebelum mereka sampai di seberang sungai.
Setelah mereka berada di tepi sungai, Blacky segera memberitahukan pada Pusyi bahwa cincin itu jatuh. Pusyi kaget dan kecewa. Sementara Blacky lari entah kemana. Ia takut akan mendapat amarah dari tuannya.
"Blacky...Blacky jangan kabur!!! Kita akan pertanggungjawabkan hal ini bersama di depan tuan kita."
"Tidak Pusyi....ini salahku biar aku lari bersama kesalahanku ini. Kau tidak salah. Kembalilah pada tuan kita." Blacky terus berlari dengan segala takut dan rasa bersalahnya.
Tidak ada jalan lain. Pusyi memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi, apa adanya.
Sang saudagar marah besar dengan perilaku Blacky yang lari dari tanggung jawab. Maka saat itu juga dikumpulkan para pembantu dan seluruh anjing untuk menemukan Blacky.
"Wahai pembantuku, temukan si anjing tua putuskan ekornya!" Sang saudagar tak mampu menahan marah. " Dan kalian wahai kawanan anjing temukan dan kenali anjing tua peliharaanku itu dia tidak akan memiliki ekor lagi. Musuhi dia karena sifat buruknya yang tak mau bertanggung jawab itu. Atau kalau kalian mendapatinya, bawa kemari! Biar aku beri hukuman."
Maka berangkatlah para pembantu saudagar dan sekawanan anjing tersebut ke hutan.
Mereka menyebar untuk mendapati Blacky. Salah seorang pembantu menemukan Blacky dan memotong ekornya
"Aduh...kalian tega sekali memotong ekorku." Blacky berteriak kesakitan. Suaranya melengking sambil terus melarikan diri ke hutan.
Kawanan anjing terus mencari Blacky untuk dibawa pada tuannya.
Bila mereka bertemu sesama mereka, mereka akan saling menggerak-gerakkan ekornya.
"Kaukah anjing tua yang lari dari tuannya? Coba gerakkan ekormu." Bertanyalah anjing satu sama lain, ketika mereka bertemu.
Itulah asal mula mengapa anjing selalu menggerak-gerakkan ekornya.
PESAN MORAL:
1. Janganlah menyimpan rasa iri saat melihat kelebihan dan karunia yang diterima orang lain
2. Jangan pernah lari dari tanggung jawab.
3. Bersikaplah kesatria dengan berkata jujur dan berani bertanggung jawab
4. Meminta maaflah atas kesalahan kita karena itu menjadi jalan untuk memperbaiki kesalahan kita.
FAKTA UNIK:
1. Anjing tergolong dalam mamalia (binatang menyusui), memiliki nama ilmiah Canis lupus familiaris atau Canis lupus dingo
2. Terdapat ratusan ras dengan beragam ciri variatif. Warna bulu putih hingga hitam, merah, abu-abu, coklat bahkan biru
3. Rambut mereka juga bermacam-macam. Mulai dari lurus, keriting, bertekstur kasar hingga lembut, selembut benang wool.
4. Jangan pula kita melampau dalam menganiaya binatang karena hal itu tidak sesuai dengan pesan rahmatan lil alamin dari Rasululloh SAW.
REFERENSI:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Anjing
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Anjing
Legenda ke-9 MENGAPA NANAS BERBIJI MATA BANYAK?
Pada suatu masa, di sebuah daerah di Pilipina hiduplah dua wanita dalam satu rumah. Seorang ibu dengan satu anaknya. Sebagai orang tua tunggal dengan anak tunggal, Ibu Pina sangat sayang pada putrinya itu. Akan tetapi sebaliknya Pina, tumbuh menjadi gadis manja yang tak mengerti tanggung jawab karena kemanjaan yang diberikan orang tuanya.
Apapun keinginan Pina selalu disediakan sang ibu. Mulai dari makn minum kesukaan yang diinginkan Pina dipenuhi dengan segera. Barang-barang yang diinginkan Pina segera dibuatkan atau dibelikannya saat Ibu Pina tak bisa menyediakan sendiri.
"Ibu, Pina ingin makan bubur spesial pagi ini," ucap Pina suatu pagi.
"Tenang anakku, Ibu akan menyediakannya."
"Jangan lupa harus lengkap dengan daging cincang, kacang polong, irisan tomat, daun bawang dan seldri. O'ya juga telor ayam kampung satu butir." Deretan permintaan yang menyulitkan ibunya selalu saja ada dalam daftar kemauan Pina.
Beruntung Ibu Pina telah paham dengan kebiasaan sang anak, sehingga berbagai persediaan bahan makanan telah siap di dapur. Kalaupun tidak, ia akan segera berusaha mencari di warung ataupun pasar terdekat.
Sambil menunggu pesanannya dibuat oleh sang ibu, Pina justru bermain dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Dia tidak pernah membantu meringankan beban ibunya.
Suatu hari para tetangganya memberi saran pada Ibu Pina untuk tidak terlalu memanjakan Pina.
"Bu, ajarkan pada Pina sedikit kerja-kerja rumah. Sebentar lagi ia menjadi gadis dewasa. Bagaimana kalau dia tidak bisa melakukan kerja rumah tangga?" Seorang tetangga mengingatkannya suatu hari.
"Biarlah Bu...lagian saya masih kuat mengerjakannya sendiri. Nanti kalau Pina sudah besar dan berkeluarga, dengan sendirinya ia akan bisa melakukannya sendiri." Begitulah pembelaan Ibu Pina pada anak semata wayangnya.
Suatu saat sang ibu sedang sakit keras sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Karena ketidakpeduliannya, Pina tidak mengetahui keadaan ibunya itu.
"Ibu...Pina lapar. Bikinkan sub ikan Patin kesukaanku."
"Pina....Ibu sedang sakit. Apa kamu tidak melihat keadaan Ibu. Nak...? Coba sentuh tangan Ibu, Ibu merasa panas dingin."
"Iya Bu...Pina percaya." Pina hanya menimpali pendek dan meninggalkan ibunya.
"Pina, mau kemana kamu. Ambilkan Ibu air hangat. Ibu merasa kedinginan." Sang ibu menggigil dan terus berbaring di tempat tidur.
Pina menuju ke dapur mencari gelas. Sedangkan dia tidak tahu sama sekali dimana ibu menyimpan perabotan rumah dan barang pecah belah lainnya.
"Ibu, gelasnya dimana?!" teriak Pina.
"Di lemari dekat meja makan, kotak kedua." Ibu Pina menjawab lirih.
Karena enggan mencari gelas Pina pergi meninggalkan rumah dan bermain bersama kawannya hingga sore tiba. Pina ikut makan siang di rumah tetangganya.
Karena terlalu lama menunggu sang ibu mengambil sendiri air minum dengan tertatih-tatih. Sambil terus meratapi sikap anaknya,"Seandainya kudidik dengan benar niscaya Pina tidak akan menjadi pemalas seperti ini."
SUMBER:
Apapun keinginan Pina selalu disediakan sang ibu. Mulai dari makn minum kesukaan yang diinginkan Pina dipenuhi dengan segera. Barang-barang yang diinginkan Pina segera dibuatkan atau dibelikannya saat Ibu Pina tak bisa menyediakan sendiri.
"Ibu, Pina ingin makan bubur spesial pagi ini," ucap Pina suatu pagi.
"Tenang anakku, Ibu akan menyediakannya."
"Jangan lupa harus lengkap dengan daging cincang, kacang polong, irisan tomat, daun bawang dan seldri. O'ya juga telor ayam kampung satu butir." Deretan permintaan yang menyulitkan ibunya selalu saja ada dalam daftar kemauan Pina.
Beruntung Ibu Pina telah paham dengan kebiasaan sang anak, sehingga berbagai persediaan bahan makanan telah siap di dapur. Kalaupun tidak, ia akan segera berusaha mencari di warung ataupun pasar terdekat.
Sambil menunggu pesanannya dibuat oleh sang ibu, Pina justru bermain dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Dia tidak pernah membantu meringankan beban ibunya.
Suatu hari para tetangganya memberi saran pada Ibu Pina untuk tidak terlalu memanjakan Pina.
"Bu, ajarkan pada Pina sedikit kerja-kerja rumah. Sebentar lagi ia menjadi gadis dewasa. Bagaimana kalau dia tidak bisa melakukan kerja rumah tangga?" Seorang tetangga mengingatkannya suatu hari.
"Biarlah Bu...lagian saya masih kuat mengerjakannya sendiri. Nanti kalau Pina sudah besar dan berkeluarga, dengan sendirinya ia akan bisa melakukannya sendiri." Begitulah pembelaan Ibu Pina pada anak semata wayangnya.
Suatu saat sang ibu sedang sakit keras sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Karena ketidakpeduliannya, Pina tidak mengetahui keadaan ibunya itu.
"Ibu...Pina lapar. Bikinkan sub ikan Patin kesukaanku."
"Pina....Ibu sedang sakit. Apa kamu tidak melihat keadaan Ibu. Nak...? Coba sentuh tangan Ibu, Ibu merasa panas dingin."
"Iya Bu...Pina percaya." Pina hanya menimpali pendek dan meninggalkan ibunya.
"Pina, mau kemana kamu. Ambilkan Ibu air hangat. Ibu merasa kedinginan." Sang ibu menggigil dan terus berbaring di tempat tidur.
Pina menuju ke dapur mencari gelas. Sedangkan dia tidak tahu sama sekali dimana ibu menyimpan perabotan rumah dan barang pecah belah lainnya.
"Ibu, gelasnya dimana?!" teriak Pina.
"Di lemari dekat meja makan, kotak kedua." Ibu Pina menjawab lirih.
Karena enggan mencari gelas Pina pergi meninggalkan rumah dan bermain bersama kawannya hingga sore tiba. Pina ikut makan siang di rumah tetangganya.
Karena terlalu lama menunggu sang ibu mengambil sendiri air minum dengan tertatih-tatih. Sambil terus meratapi sikap anaknya,"Seandainya kudidik dengan benar niscaya Pina tidak akan menjadi pemalas seperti ini."
***
Sore itu Pina pulang setelah puas bermain.
"Pina darimana kamu? Kenapa tidak pamit, Nak.... Bukankah Ibu minta kamu buat mengambilkan air?" Suara ibu gemetar meahan sakit sekaligus kecewa.
"Nyari gelasnya susah, Bu. Pina nggak bisa nemukan gelasnya."
Pina memegangi perutnya yang kelaparan. Hari ini dia baru sekali makan itupun di rumah temannya. Sedangkan Ibu Pina sama sekali belum makan karena tak sanggup memasak.
"Pina, buatkan Ibu bubur ya Nak.... Kau juga tentunya mau makan malam bukan?"
"Pina nggak pernah masak, Bu?! Bagaimana aku akan bisa masak?!"
Ibu Pina terus membujuk anaknya agar mau memasak. Pina terpaksa menuruti permintaan ibunya karena perutnya pun terasa lapar.
Di dapur pina mencari beras untuk dimasak. Segala sesuatu ditanyakan dari dapur sambil berteriak. Dimana beras, dimana panci, dimana air, dimana garam dan seterusnya.
Ibu Pina pun jengkel dan hilang kesabarannya, " Pina, berapa ratus biji mata yang kamu butuhkan buat mencari semua barang yang ada di depan matamu?!!
Sesaat setelah teriakannya itu, petir diiringi guntur menggelegar. Cahayanya masuk ke dapur tempat Pina memasak.
Setelah itu, Ibu Pina tidak mendengar teriakan Pina yang bertanya ini itu lagi. Ditunggunya bubur masakan Pina hingga tertidur lelap.
Keesokan harinya sang ibu terbangun dan tidak mendapati Pina di sisinya. Keadaannya sedikit membaik setelah istirahat semalaman yang agak panjang.
Ibu turun dari tempat tidur untuk mencari Pina, namun tak juga ditemukannya.
"Mungkin Pina main lagi dan tidur di rumah tetangga karena tak sanggup memasak bubur," gumam Ibu Pina.
Hai telah siang dan Pina tak kunjung pulang. Sang ibu mulai khawatir dan menanyakan keberadaan Pina di rumah tetangganya. Namun hasilnya nihil. Yang didapatinya hanya nasihat tetangga untuk mendidik anaknya agar mau membantu kerja rumah tangga. Agar dia tidak terlalu memanjakan anaknya.
Diputuskannya untuk pulang kembali ke rumah dan mencari di dapur. Barangkali Pina bersembunyi di balik lemari atau balai-balai dapur.
Sesampai di rumah, Ibu Pina menuju dapur dan membuka seluruh lemari tempat penyimpanan bahan makanan dan perabotan. Betapa terkejutnya sang ibu, ketika menemukan sebentuk bulatan kepala berambut hijau seperti tunas. Bulatan itu berwatna kuning dengan banyak biji mata pada kulit luarnya.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan anakku. Apakah ini karena perkataanku semalam? Pantaslah petir menyambar dan guntur penggelegar memasuki rumah ini. Oh....." Ibu Pina menangis meratapi kepergian Pina yang telah berubah menjadi buah aneh yang belum pernah dilihatnya itu.
Untuk mengenang kepergian Pina, Ibu Pina menanam tunas hijau diujung buah aneh itu. Tiap kali bertunas, ditanamnya kembali tunas baru dari pohon yang tumbuh. Maka penuhlah mengelilingi halaman rumahnya.
HIKMAH CERITA (PESAN MORAL):
1. Jangan terlalu memanjakan anak, sebaliknya anak harus dididik dan dilatih untuk bertanggung- jawab
2. Anak haruslah membalas kasih sayang orang tuanya dengan membantu meringankan bebannya. Apalagi bila keadaannya sedang dalam kesusahan
3. Berhati-hatilah dengan kemarahan orang tua, karena sumpahnya dalam keadaan marah dapat menjadi kenyataan.
FAKTA UNIK:
1. Nanas memiliki nama ilmiah Ananas comosus (L.) Merr. Tumbuhan daerah tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, Paraguay juga Indonesia. Taksonomi Nanas, tergolong dalam Kingdom Plantae, bukan Angiospermae, bukan monokotil, Ordo Poales, Famili Bromeliaceae, Subfamili Bromelioideae, Genus Ananas.
2. Ciri vegetasinya berperawakan rendah. Dapat hidup tahunan. Memiliki 30 atau lebih daun pita tebal dan kaku berujung tajam.
3. Buah menyerupai biji pinus sehingga diberinama pineapple
SUMBER:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Nanas
2. http://uniquelatestarticle.blogspot.co.id/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.html
Selasa, 13 Februari 2018
Legenda ke-8 MONYET PERTAMA DI DUNIA
Pada zaman dahulu kala, hiduplah di suatu daerah lereng gunung
terpencil, seorang nenek tua . Nenek itu
tinggal bersama cucu lelakinya yang telah dewasa. Mereka tinggal dalam sebuah rumah kecil
berukuran sepuluh dan tujuh langkah orang dewasa. Sangat sederhana dan cukup sempit, tersekat tiga
ruangan saja. Dua ruangan untuk kamar
tidur dan satu ruangan untuk kegiatan sehari-hari mereka.
Antara keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak
belakang. Sang nenek sangat rajin
mencari nafkah meskipun usianya sudah senja dan badannya telah renta. Sedangkan cucunya berbadan sehat, masih muda
tetapi sangat pemalas.
“Cucuku, sebaiknya kau bantu nenek memisahkan biji-biji ini dari
kapasnya,” ucap nenek di suatu hari
“Buat apa Nek, capek-capeng membuang biji kapas begini, hasilnya
tak seberapa. Lebih baik pergi ke kota. Berjudi dengan sedikit uang saja, kalau
menang kita bisa langsung menjadi orang kaya.
Selebihnya buat bersenang-senang.”
“Kamu selalu berkhayal dengan kemenangan yang tak kunjung datang
Cucuku. Lebih baik gunakan tenagamu
untuk kerja yang mendatangkan manfaat.”
Sang nenek tak henti-hentinya berusaha menyadarkan cucunya dari
perilaku buruk. Tetapi angan-angan
panjang telah melalikan anak muda itu dari akal sehat dan nasihat baik neneknya
yang seharusnya ia patuhi.
Nenek itu terus saja melanjutkan pekerjaannya. Sekeranjang tempat kapas yang telah bersih
dari bijinya dan sebatang kayu panjang yang digunakannya sebagai tongkat untuk
berjalan. Sementara anak laki-laki pemalas
itu pergi ke kota setiap hari untuk berjudi dan terus bermimpi menjadi kaya
dari hasil judinya.
Suatu ketika, sang nenek kehilangan uang untuk belanja pada hari
itu. Dia kebingungan bagaimana mau
memasak tanpa uang hasil keringatnya itu.
Sementara tidak ada orang lain yang tinggal bersamanya kecuali cucu
semata wayangnya.
“Ini pasti perbuatan cucuku.
Berapa lama lagi dia akan menghentikan perbuatan buruknya. Mencuri dan berjudi. Pergi pagi sore pulang pagi hanya menghabiskan
uang di meja judi,” gumam nenek menahan marahnya.
Sementara nenek sedang kebingungan dan berusaha mendapatkan uang
dengan kembali bersusah payah membuang biji kapas, anak-lelaki itu dalam
perjalanan pulang. Untuk menghindari
kemarahan cucunya bila mendapati di
rumag tak ada makanan, nenek memalang pintu rapat-rapat.
“Nek, kenapa pintu ditutup.
Ayo buka pintunya Nek. Aku sudah
lapar dan ingin sarapan segera!!!” Anak lelaki itu berteriak dari luar rumah.
“Tunggu sebentar, aku sedang berusaha membersihkan kapas biar
segera terjual. Setelah itu aku akan
segera menjualnya untuk makan kita hari ini.”
Anak lelaki tak tahu diri itu marah dan terus menggedor
pintu. Sehingga sang nenek terpaksa
membukakan pintu. Di luar dugaannya,
anak lelaki itu telah menyiapkan batok kelapa untuk dilemparkan padanya.
Melihat kelakuan cucunya yang melampau itu nenek kehilangan
kesabarannya. Diambilnya tongkat kayu, dipukulkannya pada anak lelaki itu. Tiba-tiba cucunya berubah menjadi binatang
yang buruk rupa. Kapas-kapas hasil
kerjanya berubah menjadi rambut yang menutupi seluruh tubuhnya, dan tongkat
pemukul menjadi ekornya.
“Ah….apa yang terjadi denganku?
Nenek maafkan aku!!!” Sesal anak itu hanya sampai pada hatinya
karena ia pun sudah tak mampu berbicara.
Nenek hanya memandangi cucunya yang telah berubah menjadi binatang
buruk rupa. Namun kemarahannya sudah sampai pada batas
kesabaran untuk memaafkan perilaku kurang ajar cucunya.
Jelmaan anak laki-laki itu pergi ke kota untuk mengingatkan
teman-temannya yang berkelakuan buruk seperti dirinya.
“Kuingatkan kalian sebelum menjadi seperti diriku. Sadarlah!
Tinggalkan perbuatan ini. Judi
hanya memanjangkan angan kalian untuk menjadi kaya. Sementara yang ada justru kemiskinan dan
kesengsaraan yang kalian dapat.”
Hewan buruk rupa itu berusaha menyadarkan semampunya dengan
isyarat gerak tubuhnya. Tentu saja
kawan-kawannya tidak mengetahui maksud monyet itu. Maka dipukulkan ekornya pada satu persatu
kawannya agar berhenti berjudi. Akan
tetapi nasib yang sama menimpa mereka.
Setiap terkena pukulan ekor itu, satu persayu mereka berubah menjadi
seekor monyet.
Jadilah mereka sekawanan binatang buruk rupa. Mereka kemudian lari menjauhi kota untuk
hidup di hutan. Mereka tinggal di
pepohonan. Sejak itulah mereka disebut
oleh manusia sebagai monyet.
HIKMAH CERITA:
- Janganlah kalian memelihara perilaku buruk dan berkeras hati dari nasihat.
- Hormatilah orang tua, termasuk nenek kita. Mereka adalah perantara kehidupan kita di dunia yang harus kita hormati, sayangi dan taati perintah baiknya.
- Bermalas-malasan, mencuri dan berjudi adalah perilaku sangat tidak terpuji. Panjang angan-angan yang mengakibatkan kelalaian dan kemiskinan.
- Bertemanlah dengan orang-orang yang baik agar kita bisa berubah menjadi baik. Hindarilah pergaulan yang buruk yang akan menjerumuskan kita lebih jauh dari kebaikan.
FAKTA UNIK:
- Monyet tergolong dalam primata. Tubuhnya tertutup dengan bulu dan berekor panjang. Ia dapat menggunakan alat bantu dengan memegang menggunakan tangannya
- Monyet berekor panjang memiliki nama ilmiah Macaca fascicularis. Termasuk dalam Kingdom Animalia, Phylum Cordata, Kelas Mamalia, Ordo Primata.
- https://fairytalez.com/the-first-monkey/ fairy tales from Philippine
- https://id.wikipedia.org/wiki/Monyet
DAFTAR LEGENDA MENDUNIA
1. Asal Usul Nanas Mempunyai Banyak Mata Filipina
2. Asal Usul Monyet Filipina https://fairytalez.com/the-first-monkey/
3. Asal Usul Anjing Mengibaskan Ekornya Filipina https://www.worldoftales.com/Afri…/Nigerian_folktale_26.html
4. Asal Usul Buah Jambu Filipina http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/
4. Asal Usul Buah Jambu Filipina http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/
5. Asal Usul Buah Kelapa Filipina http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/
6. Asal Usul Buah Pisang Filipina http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/
7. Asal Usul Buah Makopa(Jambu Air) Filipina http://www.pepper.ph/7-local-fruits-origin/
8. Asal Usul Bawang Putih Filipina
9. Asal Usul Asap Gunung Canlaon Filipina
10. Asal Usul Siput Memanjat Dahan Filipina
11. Asal Usul Gunung Merapi Indonesia http://ceritarakyatnusantara.com/…/219-asal-mula-gunung-mer…
12. Asal Usul Danau Toba Indonesia http://ceritarakyatnusantara.com/…/folklore/119-asal-mula-d… (Adhya Utami)
13. Asal Usul Burung Cendrawasih Indonesia http://ceritarakyatnusantara.com/…/300-Asal-Usul-Burung-Cen… (Dewi Cholidatul)
14. Asal Usul Selat Sunda dan Gunung Krakatau Indonesia http://www.tanahnusantara.com/legenda-selat-sunda-sekilas-…/
15. Asal Usul Pulau Timor Timor Timur
16. Asal Usul Buah Semangka Vietnam
17. Asal Usul Loreng Harimau Vietnam https://www.storyjumper.com/…/How-the-tiger-got-his-stripes…
18. Asal Usul Thailand Disebut Negeri Gajah Putih Thailand http://www.thaizer.com/culture-sh…/the-elephant-in-thailand/
19. Asal Usul Buah Durian Malaysia http://arisvacgundes.blogspot.co.id/…/cerita-rakyat-asal-us…
20. Asal Usul Nama Melaka Malaysia http://ceritarakyatnusantara.com/…/127-asal-mula-nama-melaka
21. Asal Usul Ayam dan Elang Saling Bermusuhan Malaysia
22. Asal Usul Ayam dan Musang Saling Bermusuhan Malaysia
23. Asal Mula Nama Singapura Singapura
24. Asal Usul Kucing dan Anjing Bermusuhan Cina https://fairytalez.com/dog-cat-enemies/
25. Asal Usul Hewan Naga Cina http://mocomi.com/international-folk-tales-how-the-dragon-…/
26. Asal Usul 12 Shio Binatang Cina
27. Asal Usul Barongsai Cina
28. Asal Usul Angpao Cina
29. Asal Usul Siput Mempunyai Cangkang Cina
30. Asal Usul Bulu Panda Berwarna Hitam Putih Cina
31. Asal Usul Pegunungan Himalaya Tibet https://toplintas.com/misteri-gunung-himalaya/
32. Asal Usul Gempa Bumi Jepang https://en.wikipedia.org/wiki/Namazu_(Japanese_mythology)
33. Asal Usul Bulu Gagak Berwarna Hitam Jepang
34. Asal Usul Sumpit Jepang
35. Asal Usul Piramida Mesir http://www.history.com/…/ancient-hist…/the-egyptian-pyramids
36. Asal Usul Huruf Hieroglif Mesir https://www.ancient.eu/Egyptian_Hieroglyphs/
37. Asal Usul Mumi Mesir
38. Asal Usul Terbelahnya Laut Merah Mesir
39. Asal Usul Bintang India http://mocomi.com/indian-folk-tales-how-stars-came-into-be…/
40. Asal Usul Terbitnya Bulan India http://mocomi.com/indian-folk-tales-how-the-moon-was-creat…/
41. Asal Usul Sungai Gangga India http://www.teachersofindia.org/en/article/story-river-ganga
42. Asal Usul Gajah Berbelalai Panjang India http://mocomi.com/indian-folk-talesthe-elephants-nose/
43. Asal Usul Dewa Krisna India
44. Asal Usul Gunung Jabal Rahmah Arab Saudi
45. Asal Usul Danau Saif Ul Malook Pakistan https://www.shughal.com/5-enchanting-myths-from-pakistan/
45. Asal Usul Danau Saif Ul Malook Pakistan https://www.shughal.com/5-enchanting-myths-from-pakistan/
46. Asal Usul Danau Ansoo Pakistan http://myths.e2bn.org/…/userstory19722-why-rabbits-have-big…
47. Asal Usul Kelinci Bertelinga Panjang
48. Asal Usul Danau Naran Australia https://fairytalez.com/origin-narran-lake/
49. Asal Usul Kanguru Memiliki Kantung Australia https://www.write4fun.net/view-entry/247779
50. Asal Usul Pelangi Australia https://rainbowwall.com/rainbows-myths-legends/
51. Asal Usul Koala Australia
52. Asal Usul Suara Guntur Skandinavia
53. Asal Usul Belang di Tubuh Zebra Namibia http://dongengceritarakyat.com/dongeng-hewan-tubuh-belang-…/
54. Asal Usul Dada Murai Berwarna Merah Irlandia
55. Asal Usul Ikan Hidup di Air Nigeria https://www.worldoftales.com/Afri…/Nigerian_folktale_11.html
56. Asal Usul Rajawali Memangsa Ayam Nigeria https://www.worldoftales.com/Afri…/Nigerian_folktale_15.html
57. Asal Usul Kucing Memangsa Tikus Nigeria https://www.worldoftales.com/African_folktales_Nigerian_fol…
58. Asal Usul Pipi Cheetah Bernoda Nigeria https://www.worldoftales.com/Africa…/African_Folktale_5.html
59. Asal Usul Kuda Nil Hidup di Air Nigeria https://www.worldoftales.com/Afri…/Nigerian_folktale_22.html
60. Asal Usul Cacing Hidup Di Bawah Tanah Nigeria https://www.worldoftales.com/Afri…/Nigerian_folktale_13.html
61. Asal Usul Kelelawar Terbang di Malam Hari Nigeria https://www.worldoftales.com/Afric…/Nigerian_folktale_7.html
(MONIQUE FIRSTY)
(MONIQUE FIRSTY)
62. Asal Usul Cangkang Penyu Retak Nigeria https://face2faceafrica.com/…/folk-tale-why-the-tortoise-ha…
63. Asal Usul Langit Sangat Tinggi Nigeria https://storywrite.com/…/8047931-Why-the-Sky-is-Far-Away-by… (Asa Citra)
64. Asal Usul Pulau Utara dan Selatan di Selandia Baru Selandia Baru https://www.newzealand.com/…/fea…/the-legend-of-new-zealand/
65. Asal Usul Musim Semi Brazil https://www.worldoftales.com/…/South_American_Folktale_23.h…
66. Asal Usul Buah Naga Hawai http://naturalactives.com/the-legend-of-the-dragon-fruit/
67. Asal Usul Pulau Hawai Hawai
68. Asal Usul Gunung Xao Needle Hawai
69. Asal Usul Burung Hantu Tidak Bernyanyi Inggris http://myths.e2bn.org/…/userstory8370-why-the-owl-never-sin…
70. Asal Usul Kupu-kupu Bersayap Indah Inggris http://myths.e2bn.org/…/userstory362-how-did-the-butterfly-…
71. Asal Usul Macan Mempunyai Tutul Inggris http://myths.e2bn.org/…/userstory175-how-the-leopard-got-it…
72. Asal Usul Bunga Mawar Merah Inggris
73. Asal Usul Pohon Arbei Rusia
74. Asal Usul Gandum Belanda
75. Asal Usul Bunga Edelweis Amerika
76. Asal Usul Kelelawar Menggantung Terbalik Amerika
77. Asal Usul Jagung Amerika
78. Asal Usul Tembakau Amerika
79. Asal Usul Mawar Memiliki Duri Amerika https://www.warpaths2peacepipes.com/…/why-wild-roses-have-t…
80. Asal Usul Pelangi Amerika http://americanfolklore.net/…/10/how_the_rainbow_was_made.h…
81. Asal Usul Bulu Burung Berwarna Terang Amerika
81. Asal Usul Bulu Burung Berwarna Terang Amerika
82. Asal Usul Api Amerika
83. Asal Usul Musim Panas dan Musim Dingin Amerika
84. Asal Usul Angin Amerika
85. Asal Usul Hujan Amerika http://cuzcoeats.com/the-legend-of-how-rain-began/
86. Asal Usul Kelinci Berwarna Putih Amerika
87. Asal Usul Beruang Berekor Pendek Norwegia http://www.folktale.net/beartail.html
88. Asal Usul Air Laut Rasanya Asin Norwegia http://etc.usf.edu/…/stories-from…/5302/why-the-sea-is-salt/
89. Asal Usul Lidah Ular Bercabang Nepal http://dongengceritarakyat.com/kumpulan-dongeng-legenda-in…/
90. Asal Usul Lebah Memiliki Sengat Yunani http://www.greek-gods.info/…/zeus/stories/zeus-and-the-bees/
91. Asal Usul Kura-Kura Mendapatkan Batoknya Yunani
92. Asal Usul Ular Melata Yunani http://www.storyboardthat.com/…/greek-mythology-why-snakes-…
93. Asal Usul Putri Duyung Yunani
94. Asal Usul Kekuatan Hercules Yunani
95. Asal Usul Jamur Ceko http://www.52insk.com/footnotes…/czech-origins-of-mushrooms/
96. Asal Usul Matahari dan Bulan Korea https://www.worldoftales.com/Afric…/African_Folktale_10.html
97. Asal Usul Katak Bersuara Saat Hujan Korea
98. Asal Usul Kulit Putih dan Kulit Hitam Kongo
99. Asal Usul Terbentuknya Kutub Utara Kutub Utara
100. Asal Usul Jerapah Berleher Panjang Afrika http://myths.e2bn.org/…/userstory6430-how-giraffes-got-long…
101. Asal Usul Kelinci Berbuntut Pendek Afrika http://www.pedagogyideas.com/1642/african-folktales/
102. Asal Usul Siang dan Malam Afrika http://www.pedagogyideas.com/…/african-folktales-why-there…/
103. Asal Usul Monyet dan Katak Bermusuhan Afrika http://www.pedagogyideas.com/…/african-folktales-the-frog-…/
104. Asal Mula Kura-kura Hidup di Air Afrika http://www.storyarts.org/l…/nutshell/stories/whyturtles.html
105. Asal Usul Laba-laba Berkaki Delapan Afrika http://mocomi.com/why-anansi-has-eight-thin-legs/
105. Asal Usul Laba-laba Berkaki Delapan Afrika http://mocomi.com/why-anansi-has-eight-thin-legs/
106. Asal Usul Lahirnya Kebijakan Afrika http://www.pedagogyideas.com/…/african-folktales-the-torto…/
107. Asal Usul Monyet Berayun di Pohon Afrika https://subsaga.com/…/series-1/9-why-monkeys-swing-in-the-t…
108. Asal Usul Singa Mengaum Afrika http://angolarising.blogspot.co.id/…/african-folklore-why-d…
109. Asal Usul Buaya Hidup di Rawa Afrika http://angolarising.blogspot.co.id/…/african-folklore-hare-…
110. Asal Usul Kuda Nil Tidak Makan Ikan Afrika http://angolarising.blogspot.co.id/…/african-folklore-why-h…
111. Asal Usul Musang Memakan Ular Afrika http://angolarising.blogspot.co.id/…/african-folklore-why-m…
112. Asal Usul Nyamuk Senang Berdengung di Telinga Afrika http://www.allfolktales.com/wafrica/why_mosquitoes_buzz.php
Langganan:
Postingan (Atom)