Jumat, 16 Februari 2018

Legenda Ke-11 MUNCULNYA POHON KELAPA (Cerita Rakyat Philipina)


Cerita ini diungkap kembali sebagai bentuk pengembangan literasi.  Sebagaimana legenda tentang awal mula tempat, kejadian atau keadaan, maka semua didasarkan pada fiksi belaka.  Banyak dibumbui hal-hal yang tidak masuk akal.  Penuh khayalan yang tidak memiliki nilai kebenaran fakta namun penuh kebenaran nilai.

Oleh karena itu, penulisan kisah ini lebih pada pengembangan imajinasi terutama pada anak-anak untuk menjadi stimulasi fungsi otak.  Tentu saja sambil memperkaya perbendaharaan kreativitas dalam bercerita.  Semoga akibat positif akan bisa kita ambil dalam kisah ini
***
Pada zaman dahulu, keberadaan di alam semesta ini hanya ada tiga hal.  Tuhan Yang Mahakuat, Yang Mahaesa dan paling awal dan tak memiliki akhir.  Selanjutnya Tuhan Yangesa ini menciptakan Bathala dan anggotanya dengan tugas sebagai pemimpin dunia yang masih sepi lagi sunyi.  Yang ketiga makhluk bernama Ulilangkalulua, seekor ular besar yang bertugas mengatur awan.

Berhubung di awan tidak ada kehidupan, Ulilangkalulua merasa kurang aktifitas.  Ia sering mengunjungi bumi, bergerak dari gua ke gua dari gunung ke gunung.

Suatu saat dalam kunjungannya du bumi, Ulilangkalulua menemui Bathala dan dua dewa pembantunya yang sombong. 

“Wahai Ulilangkalulua, mengapa kamu memasuki kawasan kekuasaanku?  Tempatmu di awan bukan di bumi ini.  Aku terganggu dengan ulahmu ini!”

“Kamu sombong sekali Bathala.  Aku terlalu jemu untuk terus mengurus awan.  Tidak bolehkah aku sekedar bermain di bumi?”

“Tidah bisa, aku akan menundukkanmu atau kamu kembali ke wilayahmu. Awan!”

Maka terjadilah pertarungan yang seru untuk memperebutkan tempat di dunia. 

“Terimalah jurus lingkar tubuh ini.”  Bathala segera mengeluarkan jurus pamungkas karena tidak ingin terlalu lama bertarung dan berlelah-lelah.  Gerakan meliuknya segera melipat ekoe dan melingkarkan hingga kepala.  Dengan satu jepitan dari ekor hingga kepala yang terlingkar-lingkar itu, Bathala membunuh dewa ular raksasa.  Bangkainya dibakar untuk menghindari bau yang tak diinginkan.

Beberapa tahun setelah pertempuran seru itu,  hadirlah sesosok dewa bernama Galangkalulua.  Ia berkelana ke rumah Bathala sebagai penyusup.  Wujudnya sebagai kepala bersayap.  Tuhan Mahakuasa  merestui penyusupan itu dan tidak pernah mencegahnya.  Bahkan Dia mengulurkan tangannya sebagai tanda pertemanan.

Galangkalulua tidak memiliki tangan, karena wujudnya yang hanya kepala bersayap.  Namun cukuplah persetujuan penguasa bumi dan restunya untuk membuat Galangkalulua tinggal di dunia.

Bathala dan Galangkalulua  hidup bahagia selama bertahun-tahun.  Suatu hari  Galangkalulua jatuh sakit. Bathala merawat temannya dengan setia, tapi sia-sia saja.
“Kawan jangan kau tinggalkan aku di bumi ini seorang diri.  Aku akan merasa sangat kesepian dan sedih.”  Bathala mengungkap kesedihan hatinya.

“Sahabat, malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih.  Bila ajalku tiba tolonglah kepala bersayapku ini kau tanam di tempat pembakaran tubuh ular raksasa Ulilangkalulua.  Kelak akan muncul dari pekuburanku sebatang pohon yang berguna untuk kehidupan di bumi.  Kau akan mendapatinya sebagai temanmu.”  Demikian pesan terakhir Galangkalulua.

“Baiklah kawan, aku akan memenuhi harapan terakhirmu.”

Bathala menghormati harapan sang teman.  Benar saja perkataan Galangkalulua menjadi kenyataan.  Sebuah pohon yang luar tumbuh dari tempat pekuburannya.  Benda itu memiliki batang yang keras dan bersisik seperti tubuh ular raksasa.  Buahnya tampak seperti kepala, dan pelepahnya mengeluarkan daun pita seperti sayap yang bisa digunakan sebagai sapu.

Jadilah pohon itu memberi banyak manfaat pada kehidupan manusia sejak diutus Adam sebagai khalifah di bumi dan Hawa sebagai pendampingnya.  Mereka menamai buah itu "buko" atau "kelapa" yang berarti "kepala" atau "tengkorak".

HIKMAH:
  1. Kesombongan dan egoism menjadi bibit permusuhan maka jauhkanlah tabiat buruk itu dari hati kita.
  2. Hindarilah permusuhan antar sesama makhluk di bumi karena hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam hidup dan penderitaan satu sama lain
  3. Persahabatan akan terasa indah karena melahirkan perdamaian dan saling kasih sayang.
  4. Wasiat teramat penting bagi makhluk yang akan pasti menemui ajal maka berwasiatlah hal-hal yang baik sebelum meninggalkan bumi untuk selamanya.


FAKTA UNIK:
  1. Kelapa tergolong dalam tumbuhan monokotil.  Tidak memiliki kambium, batang  relative  tegak   tanpa cabang.  Ketinggian dapat mencapai 30 meter, diameter buah 10 hingga 20 cm.
  2. Diperkirakan berasal dari pesisir Samudra Hindia di sisi Asia tetapi hingga kini telah tersebar di seluruh pantai tropis dunia
  3. Memiliki nama ilmiah Cocos nicifera, tergolong dalam suku aren-arenan (Arecaceae)

SUMBER (REFERENSI):
  1.  https://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa
  2.  https://uniquelatestarticle.blogspot.com/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.htm


Kamis, 15 Februari 2018

Legenda ke-10 MUNCULNYA BUAH MANGGA (CERITA RAKYAT FILIPINA)



Kisah ini masih tentang awal mula munculnya buah-buahan.  Seperti halnya tentang buah durian dan jambu biji, cerita ini berasal dari Filipina.  Yuk kita simak ceritanya…..

Di sebuah desa terpencil propinsi bernama Aklan,  di Filipina, tinggallah seorang ayah dan seorang anaknya.  Pria itu bernama Daeogdog dan anak perempuannya bernama Aganhon.
Daeogdog memiliki karakter yang keras dan egois.  Ia tidak mau mendengar ucapan dan pendapat orang lain bila bertentangan dengan pendapat dan kemauannya.  Termasuk dalam membesarkan Aganhon, Daeogdog selalu menggunakan perintah dan larangan, tanpa dialog.

“Aganhon, kamu ini anak perenpuan bapak satu-satunya.  Kau baiknya tinggal di rumah saja.  Jangan banyak meninggalkan rumah.”

“Tapi ayah, aku juga butuh teman.  Penatnya aku harus tinggal terus di rumah sempit ini.”

“Pokoknya kamu tidak boleh keluar rumah.  Wajahmu yang cantik dan tutur katamu yang lembut itu akan menggelincirkanmu dengan pemuda tidak baik di kampung ini. Kamu jangan bertemu dengan mereka yang tidak punya kesibukan itu. Titik!!!” Perintah Daeogdog menjadi perkara final agar Aganhon tak ingin terkena kemarahan dan hukuman yang lebih hebat.  Tak segan ayah yang temperamental itu memukul anaknya.

Suatu hari datanglah seorang pemuda bernama Maeopig ingin memperistri Aganhon.  Ia cukup berharta dan terpandang di desa itu.  Hanya saja pemuda itu memiliki sifat yang serupa dengan ayah Aganhon.

“Kalau aku menjadi istrinya, siapa yang akan membebaskanku dari nasib terkekang dan tertekan.  Aku tak mau menjadi sasaran kemarahan, perintah dan larangan suamiku sampai aku tua,” gumam Aganhon pada dirinya sendiri.

Sepulang Maeoping, Daeogdog membujuk Aganhon dengan bersungguh-sungguh.

“Anakku, apa yang kau ragukan dari Maeopig.  Dia pemuda yang mapan, berperawakan bagus.  Dia pasti akan mampu memenuhi segala keinginanmu. Dia akan dapat membahagiakanmu.”

“Ayah, Aganhon mohon untuk memikirkannya barang dua atau tiga hari.  Sebelum menyampaikan kesanggupan.”

“Kamu jangan bertindak bodoh.  Kalau kamu tidak bersedia jadi istrinya apa kamu mau menunggu dilamar pemuda miskin kampong ini?  Aku tidak punya pilihan lain kecuali menikahkanmu dengan Maeopig!”

Tanpa memedulikan perasaan hati anaknya, Daeogdog menerima pertunangan Maeopig.  Diputuskannya secara sepihak hari pernikahan berikut pestanya.  Semua persiapan dilakukannya dengan suka cita.  Penyediaan dana dari Maeoping cukup untuk membuat sebuah pesta besar.
Persiapan menuju pelaminan tinggal beberapa saat lagi.  Perias sudah didatangkan dari kota.  Akan tetapi tiba-tiba Aganhon menghilang dan tak dapat ditemukan.

“Aganhon, kemana kamu?!  Jangan membuat ayahmu ini malu!!  Ayo keluar dari persembunyianmu!!! Akhiri lelucon yang buruk ini!!!” Daeogdog mulai marah meledak-ledak. 

Sebentar lagi mempelai pria akan segera datang sementara anaknya tak kunjung berhasil ditemukan. Daeogdog mengutus beberapa kerabat untuk mencari dimana anak perempuan satu-satunya berada. 

Hingga sampailah kabar dari seorang pengelana yang menemukan sesosok tubuh wanita belia nan cantik tergeletak di tepi sungai.  Sebilah belati menancap pada dada Aganhon. Rupanya Aganhon memilih mati dari pada dipersunting seseorang pemarah seperti halnya ayahnya.

“Siapakah wanita cantik yang sampai hati membunuh diri sendiri ini?  Aku harus membawanya ke desa terdekat,”  ucap pengelana itu.

Dipanggulnya wanita tanpa nyawa itu menuju desa terdekat.  Sampai di perbatasan desa, ia bertemu dengan kerabat utusan dari Deaogdog.   Diserahkannya wanita itu pada kerabatnya.  Untuk kemudian diserahkan pada sang ayah.

Melihat anaknya sudah tak bernyawa, jiwa Deaogdog terguncang.  Antara sesal, tangis dan tertawa, ia membawa segala kedukaan dalam mimpinya suatu malam.  Dalam mimpinya itu ia bertemu Aganhon.

“Ayah, sudahlah jangan sesali pilihanku.  Lebih baik aku seperti ini daripada dinikasi seseorang yang buruk perangai.  Karena hidupku akan lebih menderita.  Ada kabar gembira buat ayah.  Di tempatku mengakhiri hidup, ayah dapat menemukan pohon dengan buah yang sangat baik.  Ayolah Ayah, ke tempat itu bersamaku.”  Dalam mimpinya Deaogdog melihat pohon aneh yang bel;um pernah dilihatnya sebelum ini.

Begitu terbangun, Daeogdog bergegas ke sungai dan menemukan pohon yang sama.  Pohon besar berkayu dengan cabang yang sangat banyak.  Cabang itu bergoyang-goyang ditiup angin.  Buahnya lebat berwarna kuning ranum.

Tak tahan dengan buah asing itu, dipanjatnya pohon dan dipetiknya satu buah untuk dicicipinya.  Manis benar serta lemut buah itu, mengingatkannya pada kehalusan budi pekerti dan kecantikan anaknya.

“Mangga-mangga…..” Deaogdog mengucap sebuah nama yang dalam basa mereka bermakna hati.  Nama itu disebutnya karena bentuk buah yang menyerupai hati.  Juga untuk mengenang putrinya yang memiliki hati lembut dan budi yang baik.

PESAN MORAL:
1.      Utamakan dialog dalam kehidupan ini terhadap siapa saja, agar terhindar dari perasaan tertekan oleh siapapun.
2.      Hindarilah sifat temperamental karena akan banyak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitarnya
3.      Carilah jalan keluar dan jangan mengambil langkah pendek, sampai mencelakakan diri apalagi sampai bunuh diri.  Karena hal itu dilarang agama dan tanda keputusasaan.
4.      Pernikahan adalah hal yang sangat penting dalam menentukan masa depan dan kebahagiaan anak. Maka jangan sampai mengabaikan factor kecenderungan hati anak

FAKTA UNIK:
1.      Mangga merupakan tanaman budidaya yang sangat baik untuk tumbuh di daerah tropis.  Berdaun menyirip seperti duri ikan.  Memiliki bunga majemuk yang berumah satu (dalam satu pohon terdapat jenis bunga jantan dan betina sehingga setiap pohon mangga berpeluang untuk menghasilkan buah
2.      Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica dengan makna “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
3.      Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi antara 10 hingga 40 m.
4.      Berasal dari daerah di sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurang-kurangnya semenjak 1500 tahun yang silam.

SUMBER (REFERENSI)


Legenda Ke-2 ASAL MULA BUAH DURIAN VERSI PHILIPINA



ASAL MULA BUAH DURIAN-VERSI PHILIPINA


Kisah ini berasal dari Calinan, kepulauan Mindanao, Philipina.  Pada suatu zaman, kepulauan Mindanao dipimpin oleh seorang raja bertangan besi, dia bernama Barom-Mai.

Meskipun Raja Barom-Mai bisa memaksa dengan kekuasaan dan kekuatannya, tetapi ia tidak mampu menundukkan hati istrinya.  Sang istri selalu saja berusaha melarikan diri.  Ia akan meninggalkan istana setiap suaminya lengah dan ada kesempatan.

“Istriku, Putri Anne….mengapa kau selalu kabur dari istana dan meninggalkanku?”

“Maafkan aku Kanda, aku selalu ingat pada kedua orang tuku.  Aku merasa lebih nyaman berada di istana ayahanda.”  Putri Anne memilih alasan dengan hati-hati, ia mencoba menyembunyikan perasaan hatinya yang belum bisa mencintai Raja Barom-Mai.  Terbayang oleh permaisuri muda itu, bila ia sampai menyinggung perasaan raja maka tangan besinya akan berbicara.

Dalam keadaan putus asa, raja pergi ke seeorang paranormal yang terkenal di kerajaannya.  Paranormal itu bernama Impit Purok dan mendapat julukan pertapa setengah dewa karena kesaktiannya.

“Impit Purok, tolonglah aku.  Apa sebenarnya yang terjadi pada permaisuriku.  Dia selalu meninggalkanku, hingga aku curiga dia sebenarnya tidak mencintaiku bahkan mungkin membenciku.”

“Aku rasa permasalahan Tuan Raja tidaklah seberat yang Tuan duga.  Aku akan menyelesaikan permasalahan Tuan.”

Impit Purok mengambil sesuatu yang dapat digunakan menulis pada masanya.  Pertapa itu memberi syarat pada raja untuk menyediakan tiga hal,  yaitu telor tabon hitam, dua belas sendok susu segar bebas karbohidrat tanpa noda, dan nectar dari pohon kepercayaan.

Setelah mendapat catatan kebutuhan untuk membuat ramuan itu, raja mencari ke seantero negeri tiga bahan ramuan tadi.  Tidak tanggung-tanggung, raja meminta bantuan beberapa binatang yang dapat bicara bahkan pada peri udara.

“Aku tak mampu lagi menyediakan barang yang kau sarankan, wahai Impit Purok.  Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menundukkan istriku?”  Raja menyampaikan keputusasaannya mencari tiga bahan permintaan Impit Purok.

“Baiklah baginda raja, aku akan membantu mengusahakan sendiri bahan yang aku syaratkan.  Dengan catatan bila ratu kembali lagi, maka anda harus membuatkan pesta untukku.  Dalam pesta itu aku ingin dinobatkan menjadi tamu kehormatan anda.”  Rupanya sang raja menyetujui persyaratan yang diajukan Impit Purok.

Segeralah  Impit Purok mengerahkan kemampuan sihirnya untuk mendapatkan bahan-bahan ramuan pengikat sang ratu.  Dengan hati-hati ia membuat lubang kecil pada tabon telor.  Susu carabao dan nectar dituangkan ke dalamnya.  Terakhir dicampurkannya tiga bahan itu dengan tongkat sihirnya.

“Baginda,  tanamlah ramuan dalam telor tabon ini pada kebun anda.  Maka akan tumbuh tanaman berbuah halus, harum mempesona.  Berikan buahnya yang lezat pada ratu muda.  Anda akan mendapati ratu sangat mencintai anda.”

“Baiklah akan kulakukan saranmu.”

Semua yang dikatakan Impit Purok terbukti kebenarannya.  Ramuan dari Impit Purok ditanam pada sebidang taman istana.  Tak berapa lama tumbuh tanaman berbuah ranum, beraroma harum, rasanya pun lembut dan lezat.  Buah pertama yang matang diberikan pada permaisuri.

“Kanda, aku tak mau berpisah dengan Kanda.  Aku ingin disini, menikmati buah ranum yang lezat ini.”  Seketika itu juga ratu berubah perasaan dan tabiat.

“Terimakasih istriku, aku akan membuatkan pesta untuk kepulanganmu.”

Karena terlalu bahagia, raja terlupa akan janjinya untuk menobatkan Impit Purok sebagai tamu kehormatannya.  Impit Purok marah besar dengan pengingkaran janji raja.  Ia merasa dihinakan, diabaikan dan dilupakan jasanya.

“Tidak tahu diuntung.  Ditolong tapi melupakan yang menolongnya.  Ini sebuah penghinaan untuk pertapa setengah dewa seperti aku.  Biar aku kutuk buah itu benjadi buah berduri dengan bau menyengat.”

Buah ranum, mulus nan harum itu tiba-tiba berubah menjadi buah berduri dan baunya terlalu menyengat.  Sejak saat itu mereka menyebut buah itu durian, yang berarti buah berduri.

PESAN MORAL:

1. Dalam berikhtiar jangan mengabaikan jalan terbaik yang harus dipilih dalam berikhtiar agar kita tidak terjebak pada jalan yang salah, misalnya menggunakan ilmu terlarang seperti sihir.
2. Hargailah pengorbanan orang lain dengan tulus dan tidak mudah melupakan  jasa orang lain.  Barang siapa bersyukur pada Tuhannya maka dia akan bersyukur dengan sesama manusia
3. Jadilah ikhlas saat menolong agar tidak ada beban dan keinginan untuk terbalaskannya jasa.

FAKTA UNIK

1. Durian merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara.  
2. Daging buah tersimpan pada beberapa (2 atau lebih, tergantung besar buah) bilik terpisah,  enak untuk dimakan. 
3. Kulitnya berduri tajam, kuat dan tebal. 
4. Bau buah matangnya menyengat, sebagian menyukainya sebagian lagi merasa mual bila menciumnya. 
5. Dapat dimanfaatkan sebagai penambah aroma durian pada berbagai masakan, atau dimakan langsung daging buahnya.
6. Disebut King of Fruit dengan nama ilmiah Durio ziberthinus, Berdasarkan taksonomi tumbuhan, kingdom Plantae, ordo Malvales, family Malvaceae, genus Durio dan spesies D. ziberthinus.
Batang bercabang, tergolong dalam dikotil
SUMBER (REFERENSI):

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Durian

2. https://uniquelatestarticle.blogspot.com/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.htm

Rabu, 14 Februari 2018

Legenda Ke-27 ASAL MULA POHON JAMBU BIJI

Pada zaman dahulu, sebelum Philipina dijajah oleh Spanyol.  Pulau Sulu di Philipina Selatan, dikuasai oleh seorang sultan.  Sangat disayangkan sultan itu memiliki sifat dan tabiat yang buruk.  Dia sombong dengan kekayaan dan kekuasaannya.  Ditambah lagi ia tidak penyayang pada rakyat kecil lagi miskin.  Nama sultan itu adalah Sultan Barrabas.

Sultan tidak pernah menemui rakyatnya kecuali dengan pakaian kebesaran dan mahkota yang bertengger di kepalanya.  Sehingga dia lebih mirip dengan selebritis yang bergaya.

Suatu saat sultan mengadakan pesta besar.  Segala macam makanan terhidang di meja.  Para pembesar diundang.  Demikian juga dengan tamu dari negara lain.

"Wahai para tamuku, silahkan tuan-tuan menikmati hidangan sepuasnya."  Ucap sultan dengan senyum lebar.

Semua menikmati hidangan dengan asyiknya.  Segala macam unggas dan hewan ternak dengan berbagai masakan tersedia.  Daging dan ikan ada yang dibakar, dipanggang, diasap, digoreng, digulai, dibumbu kare, direndang semua ada.  Sayur mayur dengan ragam olahan setempat pun turut melengkapi hidangan.  Belum lagi berbagai macam buah dari seluruh pelosok negeri.

"Wah, nikmat sekali semua hidangan ini."  Para tamu bergumam puas mencicipi makanan resep khas kesultanan.

Tiba-tiba di tengah kerumunan orang-orang besar itu, muncullah seorang anak lelaki kecil.  Wajahnya kurus, pakaiannya compang-camping dan terlihat sangat miskin.

Tidak ada yang memperhatikannya.  Semua asyik dengan pesta saat itu.  Si anak kecil mendekati sultan dan menarik-narik kaki sultan untuk mendapat perhatiannya.  Sultan yang sedang duduk sambil menikmati hidangan merasa sangat terganggu.

"Tuan, saya lapar....sudah seminggu aku tidak mendapati makanan.  Saya lapar tuan, halalkan makanan ini untuk saya cicipi," rengek anak itu.

"Siapa kamu?  Berani beraninya masuk ke dalam pestaku.  Kehadiranmu ini mengganggu kemeriahan pestaku!!!"

Tanpa pikir panjang semangkuk sup panas ditumpahkan ke kepala anak kecil itu.  Tanpa sedikit pun rasa belas kasihan.

Seketika itu pula anak lelaki kecil menghilang tanpa wujud di hadapan sultan.  Sebaliknya sultan meninggal mendadak dalam keadaannya.

Tidak ada rakyat yang menyesali kepergian sultan mereka untuk selamanya.  Pemakamannya tanpa prosesi kenegaraan yang diramaikan oleh kedatangan para penziarah. Sungguh aneh, tidak ada rasa kehilangan dari siapapun rakyatnya.

Keesokan harinya sultan yang baru menggantikan kedudukan penguasa lama.  Kali ini sultan pengganti yang memimpin mereka berbeda sangat jauh dari akal, akhlak dan budi pekertinya.

Bersamaan dengan itu tumbuhlah sebatang pohon di atas Makam Sultan Barrabas.  Pohon aneh dan tak dikenal itu tumbuh menjadi pohon bercabang dan berbuah serupa dengan sifat sang sultan.  Bijinya banyak menjengkelkan yang memakannya.  Daging buahnya asam semasam wajah sultan Barrabas.

Orang-orang di wilayah Philipina Selatan menamai buah itu Bayabas sebagai kenangan mereka pada sultan yang memberi kenangan pahit untuk rakyat kecil yang lemah.

PESAN MORAL:
1.  Janganlah sombong terhadap kekuasaan dan kekayaan karena kematian akan mengalahkan dan mengakhiri segalanya
2.  Berkasihsayanglah kepada mereka yang lemah.
3.  Jangan berberat hati untuk bersedekah, membagi hak fakir miskin yang ada pada kelebihan harta kita
4.  Perbuatan dzalim akan mendapat balasan dari Alloh SWT, maka hindarilah perbuatan dzalim, karena tidak ada hijab antara yang terdzalimi dengan tuhannya

FAKTA UNIK:
1.  Jambu biji merupakan tumbuhan berkayu, bercabang dan tergolong dalam dikotil
2.  Nama ilmiahnya adalah Psidium guajava, dalam bahasa jawa disebut jambu biji atau jambu klutuk.
3.  Banyak mengandung vitamin C, pada jambu biji merah, kasiatnya sangat besar untuk kesehatan, yaitu meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah.

SUMBER (REFERENSI):
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Jambu_biji
2. https://uniquelatestarticle.blogspot.com/2017/06/cerita-rakyat-filipina-asal-usul-buah.htm

Legenda Ke-3: MENGAPA ANJING MENGIBASKAN EKORNYA?

Di sebuah kota hiduplah saudagar kaya.  Saudagar itu memiliki seekor anjing tua yang ompong tak bergigi dan kucing yang masih muda dan cantik rupanya. Kucing dan anjing itu hidup rukun dan disayang oleh sang saudagar.

"Pusyi, lembut sekali bulumu.  Sini dekat denganku, aku ingin membelai bulu halusmu."

Rupanya perbedaan perlakuan tuannya telah menumbuhkan rasa iri pada si anjing tua.

Suatu hari sang saudagar ingin memberi sebuah cincin pada putrinya yang tinggal di kota lain.  Maka diberikannya cincin itu pada si kucing kesayangan.

"Pusyi, ini ada cincin buat putriku.  Kau harus membawanya dengan hati-hati jangan sampai pindah tangan, jatuh ataupun hilang."

"Baiklah tuan."

"Blacky, temani Pusyi.  Pastikan cincin ini sampai pada putriku."

Mereka berdua kemudian berangkat ke kota sebelah.  Hingga tibalah mereka pada suatu sungai.  Untuk sampai pada kota itu, mereka harus menyebrangi sungai yang cukup lebar, deras dan dalam.

"Pusyi, aku khawatir cincin itu akan jatuh.  Bukankah kau tidak begitu pandai berenang?"  kata Blacky meragukan kemampuan Pusyi.

"Aku tak mau menyerahkan cincin ini. Tuan kita mempercayakan cincin ini padaku."  Pusyi bersikeras.

"Sungai ini lebar dan deras.  Kamu  tak sepandai aku dalam berenang.  Cincin ini akan jatuh ke sungai." Blacky membuat Pusyi khawatir.  Akhirnya diberikanlah cincin itu pada Blacky.

Mereka menyebrangi sungai dengan hati-hati.

"Aduh....cincin tuan jatuh."  Blacky bergumam lirih.  Ia tidak mau ketahuan Pusyi sebelum mereka sampai di seberang sungai.

Setelah mereka berada di tepi sungai, Blacky segera memberitahukan pada Pusyi bahwa cincin itu jatuh.  Pusyi kaget dan kecewa.  Sementara Blacky lari entah kemana. Ia takut akan mendapat amarah dari tuannya.

"Blacky...Blacky jangan kabur!!! Kita akan pertanggungjawabkan hal ini bersama di depan tuan kita."

"Tidak Pusyi....ini salahku biar aku lari bersama kesalahanku ini.  Kau tidak salah.  Kembalilah pada tuan kita."  Blacky terus berlari dengan segala takut dan rasa bersalahnya.

Tidak ada jalan lain.  Pusyi memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi, apa adanya.

Sang saudagar marah besar dengan perilaku Blacky yang lari dari tanggung jawab.  Maka saat itu juga dikumpulkan para pembantu dan seluruh anjing untuk menemukan Blacky.

"Wahai pembantuku, temukan si anjing tua putuskan ekornya!"  Sang saudagar tak mampu menahan marah. " Dan kalian wahai  kawanan anjing temukan dan kenali anjing tua peliharaanku itu dia tidak akan memiliki ekor lagi.  Musuhi dia karena sifat buruknya yang tak mau bertanggung jawab itu.  Atau kalau kalian mendapatinya, bawa kemari!  Biar aku beri hukuman."

Maka berangkatlah para pembantu saudagar dan sekawanan anjing tersebut ke hutan.

Mereka menyebar untuk mendapati Blacky.  Salah seorang pembantu menemukan Blacky dan memotong ekornya

"Aduh...kalian tega sekali memotong ekorku."  Blacky berteriak kesakitan.  Suaranya melengking sambil terus melarikan diri ke hutan.

Kawanan anjing terus mencari Blacky untuk dibawa pada tuannya.

Bila mereka bertemu sesama mereka, mereka akan saling menggerak-gerakkan ekornya.
"Kaukah anjing tua yang lari dari tuannya? Coba gerakkan ekormu." Bertanyalah anjing satu sama lain, ketika mereka bertemu.

Itulah asal mula mengapa anjing selalu menggerak-gerakkan ekornya.

PESAN MORAL:
1.  Janganlah menyimpan rasa iri saat melihat kelebihan dan karunia yang diterima orang lain
2.  Jangan pernah lari dari tanggung jawab.
3.  Bersikaplah kesatria dengan berkata jujur dan berani bertanggung jawab
4.  Meminta maaflah atas kesalahan kita karena itu menjadi jalan untuk memperbaiki kesalahan kita.

FAKTA UNIK:
1.  Anjing tergolong dalam mamalia (binatang menyusui), memiliki nama ilmiah Canis lupus familiaris atau Canis lupus dingo
2.  Terdapat ratusan ras dengan beragam ciri variatif. Warna bulu putih hingga hitam, merah, abu-abu, coklat bahkan biru
3. Rambut mereka juga bermacam-macam.  Mulai dari lurus, keriting, bertekstur kasar hingga lembut, selembut benang wool.
4. Jangan pula kita melampau dalam menganiaya binatang karena hal itu tidak sesuai dengan pesan rahmatan lil alamin dari Rasululloh SAW.

REFERENSI:
1.  https://id.wikipedia.org/wiki/Anjing