Kamis, 25 April 2019

LEGENDA KE-40 ASAL USUL PERMUSUHAN AYAM DAN ELANG-MALAYSIA


LEGENDA KE-40
ASAL USUL PERMUSUHAN AYAM DAN ELANG-MALAYSIA

KISAH:
Awalnya, Lalang si elang jantan dan Yama si ayam hutan jantan bersahabat karib.  Mereka hidup rukun dan saling menolong bantu.  Bahkan saat mencari makan, mereka lakukan bersama-sama di hutan itu.  O’ya, sebelum mereka bermusuhan, makanan mereka juga sama, yaitu biji-bijian.
“Yama, aku terbang di atas pohon di hutan ini, ya.  Kamu terbanglah dari dahan ke dahan.”  Lalang mengajak Yama mencari mangsa bersama
“Siap, Lalang.  Nanti kalau aku melihat mangsa terlebih dulu saya akan panggil kamu.”  Demikian keakraban it uterus mereka jaga.
Sore itu, Yama dan Lalang sedang asyik menikmati biji-bijian bersama.  Saking asyiknya mereka tidak menyadari ada yang sedang mengintai mereka.  Gala, sang srigala memerhatikan keduanya dari balik pohon besar.

            “Aha….ada santapan yang super lezat rupanya.  Aku sudah sangat lapar,” gumam Gala.  Maka srigala segera menyerbu ke alah Yama.  Srigala berhasil melukai ayam hutan itu.
            Lalang pun keheranan dengan kesedihan sahabatnya itu, “Yama coba ceritakan padaku kenapa wajahmu begitu murung? Apakah kamu sakit?”
3. Dari jenis makanannya, ayam hutan termasuk dalam omnivore (pemakan segala), rumput, bijijian, cacing, dan belalang. 
            “Aduh, aku terluka.  Tolong…!!!!  Ampun, Gala!  Lalang, tolonglah aku.  Seekor srigala menyerangku!”  Yama berlari dan berteriak meminta tolong.
Lalang terkejut dengan teriakan Yama.  Burung elang yang sedang menyantap biji jagung segera meninggalkan makanannya.  Dengan cakar dan paruhnya yang tajam, Lalang menyerbu srigala.
“Jangan kau ganggu Yama.  Ia teman karibku.  Rasalan paruh dan cakarku ini!”  Lalang mengamuk dan menyerang Gala.
“Ampun, Lalang.  Aku mengaku kalah.  Cakar dan paruhmu tajam sekali!”  Gala berlari meninggalkan dua sahabat itu.
Yama segera keluar dari persembunyiannya di dalam lubang pohon besar.  “Terimakasih Lalang, engkau memang sahabat sejatiku.”  Akan tetapi Yama tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.  Dalam hatinya ia mulai iri pada Lalang.  Andai saja dirinya bisa terbang seperti Lalang, tentu ia dengan mudah akan menghindar dari marabahaya
“Tidak Lalang, aku sehatsehat saja.  Hanya saja aku heran.  Bukankah kita sama-sama burung.  Tapi kenapa aku tidak bisa terbang tinggi?”
“Oh, itu yang membuatmu bersedih?  Sebenarnya aku juga tidak bisa terbang.  Paling hanya setinggi dahan itu, seperti juga kamu.”
“Lalu bagaimana kamu bisa terbang tinggi?”  tanya Yama penasaran
“Aku menjahit sayapku dengan jarum emas ini.  Sayapku pun menjadi lebih rapat dan aku pun bisa terbang.”
“Kalau begitu, bolehkah aku meminjam jarum emasmu?”
“Tentu saja boleh.  Tapi berjanjilah, kamu merahasiakan hal ini.  Kamu juga tidak boleh meminjamkan jarum emas ini pada bangsa burung yang lain.  Dan juga jaga jarum ini  jangan sampai hilang, ya!” pesan Lalang
“Terimakasih, Lalang.  Kamu memang sahabat terbaikku.  Tenanglah, aku berjanji tidak akan membuatmu kecewa.”
Jarum emas itu diberikan kepada Yama.  Yama mulai menjahit kedua sayapnya.  Akan tetapi belum juga selesai menjahit, Yama sudah merasa kegirangan dan tidak sabar untuk terbang tinggi. 
“Hai, lihatlah aku bisa terbang tinggi.  Kukuruyuuuuuk, aku bisa terbang, aku bisa terbang.”  Yama kegirangan
Di bawah sana, ada seekor ayam betina terheran-heran dengan kemampuan Yama.  Ayam betinapun menanyakan bagaimana Yama bisa terbang.  Saking girangnya, Yama lupa akan janjinya pada Lalang. 
“Aku bisa terbang karena jarum emas yang aku pakai ini.”
“Boleh aku meminjamnya?” pinta ayam betina.
“Tadi aku letakkan di dekat batu itu.  Cari saja!”
Ayam betina mencari tapi tidak dapat menemukannya.  Tentu saja ada rasa bersalah dalam diri Yama. Yama ikut mencari jarum itu hingga pagi hari.  Dicakar-cakarnya tanah tidak juga dapat ditemukan.
“Aduh, pagipagi sudah mengais mencari makan?  Rajin seali Yama.  Nggak nungguin kau encari makan bareng, nih?” tanya Lalang akrab.
Yama mulai ketakutan.  Ia sangat yakin, Lalang akan marah besar.  Tapia pa boleh buat, ia harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Maafkan aku, jarum emas kamu hilang.”  Yama tertunduk lesu.
“Kau sudah berkhianat Yama.  Mulai saat ini aku tidak akan bersahabat lagi dengan kamu.  Kamu tahu jarum emas itu barang berharga satusatunya yang aku miliki.  Mulai saat ini, jika kamu tidak mengembalikan jarum emasku, kalian dan anak keturunan kalian akan menjadi santapanku.”
Sejak saat itu mereka saling bermusuhan.  Elang akan menyambar keluarga ayam tanpa ampun.  Sementara
Ayam dan keluarganya akan mengais-ngais tanah untuk mencari jarum emas yang hilang.  Mereka berharap suatu saat jarum emas itu akan dapat ditemukan dan permusuhan akan berakhir.

HIKMAH:
Jagalah persahabatan dengan menghindari saling iri dengki.  Biarkan masingmasing enikmati arunia yang Allah bagikan pada tiap makhluknya.  Karena kadang iri akan membawa pada keinginan endapatkan sesuatu yang dimiliki sahabat kita
Hindarilah perbuatan mengingkari janji karena akan menghilangkan kepercayaan bahkan menimbulkan permusuhan.
Janganlah menjadi pendendam, tapi jadilah pemaaf.  Memberikan maaf itu sangat mulia dan menghilangkan permusuhan.

FAKTA ILMIAH:

AYAM HUTAN
1. Berdasarkan urutan taksonomi, ayam hutan memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Galliformes, Famili: Phasianidae, Genus: Gallus.  Spesies ayam hutan ada bermacammacam antara lain:  Gallus gallus (ayam hutan merah), Gallus lafayetii (ayam hutan Srilanka), Gallus sonneratii (ayam hutan kelabu), Gallus varius(ayam hutan hijau),  sehingga secara umum ayam hutan dinamai Gallus sp.
2. Ayam hutan termasuk jenis ayam liar yang menjadi nenek moyang ayam kampung.  Sehingga dari morfologinya tidak memiliki perbedaan.  Perbedaan justru antara ayam jantan dan betina.  Ayam jantan cenderung memiliki bulu yang lebih bervariasi dan mengilap. 

ELANG

1. Nah, tokoh kedua kali ini adalah elang.  Elang menyebar populasinya di seluruh Indonesia.  Karena penembakan dan perburuan, populasinya makin berkurang.
2. Klasifikasi ilmiah dari elang dapat diuraikan sebagai berikut, tergolong dalam Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Accipitriformes, Famili: Accipitridae, Spesies: Accipitridae sp.
Elang dalam bahasa Inggris disebut Hawk dan untuk jenis yang lebih besar disebut Eagle.  Elang tergolong dalam binatang berdarah panas, bersayap dan tubuh tertutup penuh oleh bulu pelepah.  Cara berkembang biak sama dengan jenis aves yang lain, yaitu bertelor (ovipar).
3. Elang adalah hewan predator (pemangsa) hewan kecil seperti tikus, tupai, adal, ikan dan ayam.  Elang yang berhabitat di sekitar air memiliki mangsa utama binatang berkelas pisces. Bentuk paruhnya melengkung dan kuat berfungsi untuk mencabik daging mangsa.  Demikian juga dengan cakar kakinya tajam dan kuat untuk mencengkeram tangkapannya.
4. Keistimewaan organ elang juga terletak pada mata dan system pernapasannya.  Mata elang dapat memfokuskan pengelihatannya dalam jarak jauh sehingga dapat mendeteksi adanya mangsa.  Sementara itu, organ napasnya mampu menampung volume ogsigen dalam jumlah banyak.  Dengan kelebihannya ini elang dapat terbang pada ketinggian dalam waktu lama.
5. Jenis-jenis elang di Indonesia, antara lain: Elang Hitam, Elang Brontok, Elang Jawa Elang-ular Bido, Elang-ular Jari Pendek Elang Buteo, Elang Gunung, Garuda, Elang Sulawesi, Elang Wallace, Elang Flores, Elang-laut Perut Putih, Elang Bondol, Elang-ikan Kepala Abu, Elang-ikan Kecil, Elang Perut Karat, Elang Tikus, Elang Paria, Rajawali Kuskus Rajawali Tutul, dan Elang emas

REFERENSI:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar