Rabu, 24 April 2019

LEGENDA KE-17 (PENOLAKAN EAR-ASAL NYAMUK BERSUARA MENDENGUNGVERSI AFRIKA BARAT)

PENOLAKAN  EAR
(Legenda Afrika Barat)

“Aduh aku bingung dengan pemuda-pemuda yang datang melamarku.  Si Safe, tampan, perhatian dan romantis.  Si  Brown, manis, bertanggung jawab dan berdompet tebal. Si Warm, terkesan agak cuek, tapi aku suka.”

Ibu Ear ikut kebingungan dekan sikap anaknya yang terlalu pilih-pilih.  Menurut ibu, Ear tidak member ketegasan, malah terkesan member harapan pada semua orang.

“Ear, kamu nggak boleh memberi harapan pada setiap yang datang padamu.  Berilah ketegasan pada mereka.  Pada siapa hatimu bertambat dan ambil keputusan.”  Ibu menasihati Ear baik-baik.

Ear yang keras kepala menyalahartikan nasihat Sang Ibu.  Dia bersikap kurang baik dan agak kasar,”Ibu, yang mau nikah itu aku.  Aku nggak bisa buru-buru.  Kalau Ibu nggak sabar, Ibu aja yang menikah dengan salah satu dari mereka.”

Ibu kaget dan tidak menyangka Ear akan bicara sekasar itu.  Ya, memang ibu sudah lama menjanda dan ingin memiliki pendamping hidup.  Tapi sikap dan cara Ear cukup menyakitkan.

“Ear, lancang sekali kamu.  Cepat ambil keputusan, sebelum kesempatan itu hilang dan berganti dengan lamaran seekor nyamuk!"

Suara menggelegar bersamaan dengan sumpah serapah Sang Ibu. Rupanya perkataan Sang Ibu terdengar oleh nyamuk dan seakan terinspirasi untuk mencoba melamar Ear.

Di malam sunyi saat semua terlelap, seekor nyamuk mendekatinya.

“Ear, jadilah istriku.  Aku akan meminangmu.  Terimalah!”  Pinta Qitho, Sang Nyamuk penuh percaya diri.

“Apa katamu? Lancang sekali berani menjadikan aku istri.  Kamu jelek  dan  lemah.  Kau akan mati tidak sampai sepekan”

“Aku kuat Ear.  Percayalah, akan aku buktikan.”

Ear merasa sakit hati dan merasa diremehkan.  Kemarahannya sampai ubun-ubun, hingga Ear terjatuh tak sadarkan diri.  Igauannya antara sadar dan tidak menceracau tidak karuan.

Di sela igauannya, Ear memanggil ibu, meminta maaf atas kelancangannya.  “Bu…Bu……maafin Ear.  Cabutlah kutukan Ibu, hatiku sakit.”

Saat sadar, ia bertekat untuk melukai nyamuk dengan apa saja yang bisa ia pukulkan. Nyamuk terus berkelit dan terbang menghindar .  Sampai akhirnya pukulan itu mengenainya dan membuatnya terluka.  Sayap Qitho tak bisa mengepak sempurna

Nyamuk itu pergi membawa dendam  dan luka.  Dia bertemu dengan teman-temannya dan menceritakan kepedihan hatinya.

“Aku tidak terima penghinaan ini.  Sebagai bukti kesetiakawanan kita, saya mohon kekompakannya.”

“Apa yang harus kami lakukan, Qitho?”  Tanya sahabat karib Qitho

“Setiap kamu  melihat telinga manusia, kita ganggu dengan suara dengungan di sebelahnya.  Biar mereka marah dan  memukul tanpa arah.  Aku akan puat melampiaskan dendamkt.  Mereka akan merasa terganggu dan terus jengkel.”

Demikianlah dendam Qitho yang diikuti oleh teman-temannya sesama bangsa nyamuk. Mereka selalu mengganggu dengan dengunggannya, berputar-putar di sekitar telinga kita.

Pesan Moral
1. Jangan melawan dan menyakiti  orang tua, karena ucapannya menjadi doa
2. Bila bimbang terhadap pilihan , maka beristikharah  untuk mendapat memilih yang terbaik
3. Ukurlah kemampuan diri, jangan terlalu memaksakan kehendak, bisa jadi musuh kita bertambah banyak

Fakta ilmiah tentang Nyamuk:
Nyamuk masuk dalam klas insecta ordo Diptera. Memiliki  sepasang sayap bersisik, tiga pasang kaki panjang dan tubuhnya langsing.  Terdapat 2700 spesies nyamuk.

Cara berkembangbiaknya dengan bertelur dimana telur-telur itu menyatu bersama darah. Makanan nyamuk sebenarnya adalah cairan nectar bunga.

Tempat bertelur nyamuk biasanya di daun dekat kolam atau kolam kering.  Sensor kelembaban dan suhu ada dibagian bawah perutnya atau reseptor.  Saat bertelur, telur yang dikeluarkan disusun seumpama rakit, berjumlah sekitar 300 butir yang masing-masing panjangnya. kurang dari 1 mm.  

Perkembangan nyamuk mengalami metamorfosa hingga dewasanya yaitu fase telur, jentik-jentik atau larfa , pupa dan nyamuk dewasa.

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar