#LEGENDA KE-38
MENGAPA HARIMAU BERCORAK
BELANG?
Di sebuah gua yang tak begitu besar, pintunya hanya cukup
untuk dimasuki orang dewasa. Agak sulit
untuk memasukinya. Gua itu ada di tengah
hutan lebat yang letaknya jauh dari keramaian.
Bebatuan besar bisa dijadikan pijakan untuk meraihnya. Di bagian dalam ada sebidang datar yang bisa
digunakan untuk melakukan tafakur dan perenungan.
Suatu pagi yang cerah, matahari menembus di sela pepohonan. Udara segar menghembus semilir
bersama tarian dedaunan. Seorang pemuda sakti yang sedang merenung di bagian
luar gua, Huyen namanya. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Huyen,
salah satunya, dapat berbicara dengan binatang.
Tiba-tiba, Huyen dikejutkan oleh
kedatangan seekor kelinci. Kelinci itu
berlari kencang dengan rasa ketakutan yang amat sangat.
“Tolong Huyen, aku dikejar Si Raja
Hutan, Con Ho. Dia mau memangsaku.” Napas Con Tho terengah-engah, naik
turun. Tubuhnya gemetaran.
Huyen yang berhati mulia itu iba
mendengar cerita Con Tho, si kelinci yang malang. “Tenanglah, Con Tho. Aku akan menolongmu. Bersembunyilah di dalam gua, tempat
perenunganku. Aku akan menghadapi Con
Ho.”
“Terimakasih Huyen. Kau sungguh berhati emas.” Con Tho merasa nyaman dalam usapan lembut
tangan Huyen.
Con Ho yang merasa kehilangan
buruannya terus mencari Con Tho. “Grrrrhhhh, kemana kelinci ecil itu. Dia mau mempermainkan aku rupanya. Con Tho kau tak akan bisa lepas dari
kejaranku.” Con Ho mengaum geram. Buruannya kali ini ternyata tak semudah yang
ia harapkan. Sementara perutnya sudah
merasa sangat lapar.
Akhirnya Con Ho tiba juga ke gua
tempat persembunyian Con Tho. Di depan
gua itu, Con Ho bertemu Huyen.
“Salam, wahai, pertapa yang baik. Apakah kau melihat Con Tho yang melintas di
sini?
“Iya, benar Con Ho, aku melihatnya. Dia bersembunyi di dalam gua.”
“Kalau begitu, serahkan Con Tho
padaku. Dia mangsaku hari ini. Kalau tidak, aku akan mengambilnya sendiri ke
dalam gua.”
“Bersabarlah, Con Ho. Kalau kamu bersedia aku ingin menukar kelinci
itu dengan tangan kiriku.” Huyen
mengajukan tawaran yang cukup menarik buat Con Ho.
“Wah tawaran yang sangat
menarik.” Con Ho membatin, ” Baiklah aku
pikir akan menjadi pengalaman menarik buatku bisa memakan daging manusia.”
Huyen memotong tangan kirinya,”Ini
makanlah!”
Con Ho segera menyambar santapannya
itu dan segera meninggalan Huyen menjadi buntung sebelah kiri tangannya.
Con
Tho yang menyaksikan peristiwa itu dari persembunyiannya, merasa sangat
terkejut. Betapa baik hati Huyen yang
mau berkorban untuk dirinya, dengan sebuah pengorbanan yang luar biasa. Belum hilang rasa kagetnya Con Tho kembali
dikejutkan kejadian di depan matanya.
Ternyata tangan kiri Huyen tumbuh kembali, seperti sedia kala.
“Con Tho, keadaan sudah aman. Sekarang pulanglah. Lain kali berhati-hatilah. Jangan memisahkan diri dari kelompokmu. Semoga kamu selalu dalam keadaan aman.” Huyen berpesan untuk keselamatan Con Tho.
“Terimakasih Huyen. Aku takkan pernah melupakan kebaikanmu.” Kelinci pun segera pulang menuju kawanannya
dengan berlari sangat kencang.
Sementara itu Con Ho yang sedang
berada di sarangnya, merasakan nikmatnya daging manusia. Dalam benaknya terlintas, betapa mudah
mendapatkan makanan. “Sebaiknya aku
mencari makan dengan cara ini. Aku tidak
harus lelah mengejar mangsa. Sedikit
berbohong tak engapa. Toh Huyen tak akan tahu kebohonganku.”
Keesokan harinya, Con Ho merancang
cerita bohong pada Huyen. Ia datangi
Huyen, sang pertapa, dengan harapan ia akan mendapatkan potongan tangan
kanannya.
“Huyen, hari ini aku ingin mencari
makan dan aku mendapati kelinci di tengah hutan ini. Tapi aku ingat tawaranmu kemarin. Apakah kau akan menukar nyawa kelinci itu
dengan tangan kananmu?”
Huyen tahu bahwa harimau itu
berbohong. Akan tetapi ia tidak ingin
banyak berbicara dengan Con Ho. Diberikannya
tangan kanan pada harimau. Harimau
segera menyambar tangan kanan Huyen dengan sangat senang. Segera dibawanya tangan itu menuju sarang
untuk disantap. Ia merasa berhasil
memerdaya Huyen.
“Pertapa bodoh. Mau saja dia aku bohongi.” Con Ho membatin.
Semua yang Con Ho dapatkan tidak
membuatnya merasa puas. Dia pikir kalau
Huyen sudah kehilangan kedua tangannya, maka dengan akan mudah Huyen menjadi
mangsa empuknya.
Keserakahan Con Ho yang sudah
merasakan lezatnya daging manusia segera menuju gua untuk menerkan Huyen. Sesampai di mulut gua, Con Ho membulatkan
tekat untuk menerkam Huyen. Ia nekat
menerobos masuk.
Betapa terkejutnya Con Ho, tangan
pertapa itu masih utuh. Namun nafsu
untuk menikmati daging manusia sudah tidak terbendung lagi. Con Ho mengerang, mengaum dengan
ganasnya. Terjadilah pertempuran seru.
“Rasakan cakaran mautku,
Huyen!” Con Ho menyerbu dan menyerang
Huyen. Dengan lih ai Huyen membalas
cakaran itu dengan sabetan tongkat sakti miliknya.
Alih-alih dapat melumpuhkan Huyen,
justru harimau itulah yang banyak mendapatkan goresan luka.
“Huyen, ampun. Aku mengaku kalah. Kaulah pemenang dari pertarungan ini. Maafkan kejahatanku selama ini.” Con Ho tergolek lemas penuh luka.
“Baiklah, aku menerima permintaan
maafmu. Tetapi jangan sekalikali kau
ulangi perbuatan licik, curang dan khianat ini.
Aku akan merawat lukamu sampai sembuh.”
Demikianlah kemuliaan hati
Huyen. Ia dengan sabar mengobati luka
Con Ho hingga sembuh. Bekas pukulan dan
luka pada tubuh harimau membentuk garis belang. Hingga kini
terdapat jenis harimau berbulu loreng atau belang.
HIKMAH:
1.
Jadilah hamba Allah SWT yang penyayang dan
lembut hati. Barang siapa yang
menyayangi apa yang ada di bumi maka akan menyayanginya apa yang di langit
2.
Raihlah keinginan dengan kejujuran
bukan kebohongan, karena dusta adalah salah satu dosa besar dan ciri manusia
munafik.
3.
Jadilah kesatria dan petarung
sejati yang tidak mengenal kata takut dan mudah menyerah karena selalu ada
jalan bagi setiap pejuang.
FAKTA ILMIAH
Harimau dalam system taksonomi
tergolong dalam:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata,
Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili: Falidae, Genus: Panthera,
Spesies: Panthera tigris atau Felis tigris.
Harimau
adalah jenis kucing terbesar bahkan lebih besar daripada singa. Mungkin ukurannya sama dengan singa tapi
massanya lebih besar. Massa harimau
jantang bisa mencapai 180-320 kg, sedangkan betinanya berkisar 120-180 kg.
Panjang harimau jantan antara 2,6-3,3 m sedangkan betinanya 2,3-2,75 m.
Pada ordo karnifora, harimau
menduduki tempat ketiga terbesar setelah
beruang kutub dan beruang coklat.
Ada perbedaan yang tidak banyak diketahui, bahwa harimau lebih
gemar berenang daripada kucing. Bahkan
ucing cenderung takut air.
Motif bulu harimau adalah variasi loreng coklat terang dan hitam
REFERENSI:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Harimau/17/3/2019
- https://ahadwahyudh.wordpress.com/2014/06/02/asal-usul-harimau-berkulit-belang/17/3/2019
- http://www.artinama-bayi.com/20100/nama-namapopulerdi-Vietnam/23/4/2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar