Rabu, 24 April 2019

#LEGENDA KE-38 MENGAPA HARIMAU BERCORAK BELANG?


#LEGENDA KE-38
MENGAPA HARIMAU BERCORAK BELANG?


Di sebuah gua yang tak begitu besar, pintunya hanya cukup untuk dimasuki orang dewasa.  Agak sulit untuk memasukinya.  Gua itu ada di tengah hutan lebat yang letaknya jauh dari keramaian.  Bebatuan besar bisa dijadikan pijakan untuk meraihnya.  Di bagian dalam ada sebidang datar yang bisa digunakan untuk melakukan tafakur dan perenungan.    
Suatu pagi yang cerah, matahari menembus di sela pepohonan.  Udara segar menghembus semilir bersama tarian dedaunan. Seorang pemuda sakti yang sedang merenung di bagian luar  gua, Huyen namanya.  Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Huyen, salah satunya, dapat berbicara dengan binatang.
Tiba-tiba, Huyen dikejutkan oleh kedatangan seekor kelinci.  Kelinci itu berlari kencang dengan rasa ketakutan yang amat sangat.
“Tolong Huyen, aku dikejar Si Raja Hutan, Con Ho.  Dia mau memangsaku.”  Napas Con Tho terengah-engah, naik turun.  Tubuhnya gemetaran.
Huyen yang berhati mulia itu iba mendengar cerita Con Tho, si kelinci yang malang. “Tenanglah, Con Tho.  Aku akan menolongmu.  Bersembunyilah di dalam gua, tempat perenunganku.  Aku akan menghadapi Con Ho.”
“Terimakasih Huyen.  Kau sungguh berhati emas.”  Con Tho merasa nyaman dalam usapan lembut tangan Huyen.
Con Ho yang merasa kehilangan buruannya terus mencari Con Tho. “Grrrrhhhh, kemana kelinci ecil itu.  Dia mau mempermainkan aku rupanya.  Con Tho kau tak akan bisa lepas dari kejaranku.”  Con Ho mengaum geram.  Buruannya kali ini ternyata tak semudah yang ia harapkan.  Sementara perutnya sudah merasa sangat lapar.
Akhirnya Con Ho tiba juga ke gua tempat persembunyian Con Tho.  Di depan gua itu, Con Ho bertemu Huyen.
“Salam, wahai,  pertapa yang baik.  Apakah kau melihat Con Tho yang melintas di sini?
“Iya, benar Con Ho, aku melihatnya.  Dia bersembunyi di dalam gua.”
“Kalau begitu, serahkan Con Tho padaku.  Dia mangsaku hari ini.  Kalau tidak, aku akan mengambilnya sendiri ke dalam gua.”
“Bersabarlah, Con Ho.  Kalau kamu bersedia aku ingin menukar kelinci itu dengan tangan kiriku.”  Huyen mengajukan tawaran yang cukup menarik buat Con Ho.
“Wah tawaran yang sangat menarik.”  Con Ho membatin, ” Baiklah aku pikir akan menjadi pengalaman menarik buatku bisa memakan daging manusia.”
Huyen memotong tangan kirinya,”Ini makanlah!”
Con Ho segera menyambar santapannya itu dan segera meninggalan Huyen menjadi buntung sebelah kiri tangannya.
            Con Tho yang menyaksikan peristiwa itu dari persembunyiannya, merasa sangat terkejut.  Betapa baik hati Huyen yang mau berkorban untuk dirinya, dengan sebuah pengorbanan yang luar biasa.  Belum hilang rasa kagetnya Con Tho kembali dikejutkan kejadian di depan matanya.  Ternyata tangan kiri Huyen tumbuh kembali, seperti sedia kala.
“Con Tho, keadaan sudah aman.  Sekarang pulanglah.  Lain kali berhati-hatilah.  Jangan memisahkan diri dari kelompokmu.  Semoga kamu selalu dalam keadaan aman.”  Huyen berpesan untuk keselamatan Con Tho.
“Terimakasih Huyen.  Aku takkan pernah melupakan kebaikanmu.”  Kelinci pun segera pulang menuju kawanannya dengan berlari sangat kencang.
Sementara itu Con Ho yang sedang berada di sarangnya, merasakan nikmatnya daging manusia.  Dalam benaknya terlintas, betapa mudah mendapatkan makanan.  “Sebaiknya aku mencari makan dengan cara ini.  Aku tidak harus lelah mengejar mangsa.  Sedikit berbohong tak engapa. Toh Huyen tak akan tahu kebohonganku.”
Keesokan harinya, Con Ho merancang cerita bohong pada Huyen.  Ia datangi Huyen, sang pertapa, dengan harapan ia akan mendapatkan potongan tangan kanannya.
“Huyen, hari ini aku ingin mencari makan dan aku mendapati kelinci di tengah hutan ini.  Tapi aku ingat tawaranmu kemarin.  Apakah kau akan menukar nyawa kelinci itu dengan tangan kananmu?”
Huyen tahu bahwa harimau itu berbohong.  Akan tetapi ia tidak ingin banyak berbicara dengan Con Ho.  Diberikannya tangan kanan pada harimau.  Harimau segera menyambar tangan kanan Huyen dengan sangat senang.  Segera dibawanya tangan itu menuju sarang untuk disantap.  Ia merasa berhasil memerdaya Huyen.
“Pertapa bodoh.  Mau saja dia aku bohongi.” Con Ho membatin.
Semua yang Con Ho dapatkan tidak membuatnya merasa puas.  Dia pikir kalau Huyen sudah kehilangan kedua tangannya, maka dengan akan mudah Huyen menjadi mangsa empuknya.
Keserakahan Con Ho yang sudah merasakan lezatnya daging manusia segera menuju gua untuk menerkan Huyen.  Sesampai di mulut gua, Con Ho membulatkan tekat untuk menerkam Huyen.  Ia nekat menerobos masuk.
Betapa terkejutnya Con Ho, tangan pertapa itu masih utuh.  Namun nafsu untuk menikmati daging manusia sudah tidak terbendung lagi.  Con Ho mengerang, mengaum dengan ganasnya.  Terjadilah pertempuran seru.
“Rasakan cakaran mautku, Huyen!”  Con Ho menyerbu dan menyerang Huyen.  Dengan lih ai Huyen membalas cakaran itu dengan sabetan tongkat sakti miliknya.
Alih-alih dapat melumpuhkan Huyen, justru harimau itulah yang banyak mendapatkan goresan luka. 
“Huyen, ampun.  Aku mengaku kalah.  Kaulah pemenang dari pertarungan ini.  Maafkan kejahatanku selama ini.”  Con Ho tergolek lemas penuh luka.
“Baiklah, aku menerima permintaan maafmu.  Tetapi jangan sekalikali kau ulangi perbuatan licik, curang dan khianat ini.  Aku akan merawat lukamu sampai sembuh.”
Demikianlah kemuliaan hati Huyen.  Ia dengan sabar mengobati luka Con Ho hingga sembuh.   Bekas pukulan dan luka pada tubuh harimau membentuk garis belang.   Hingga kini  terdapat jenis harimau berbulu loreng atau belang.

HIKMAH:

1.       Jadilah hamba Allah SWT yang penyayang dan lembut hati.  Barang siapa yang menyayangi apa yang ada di bumi maka akan menyayanginya apa yang di langit
2.      Raihlah keinginan dengan kejujuran bukan kebohongan, karena dusta adalah salah satu dosa besar dan ciri manusia munafik.
3.      Jadilah kesatria dan petarung sejati yang tidak mengenal kata takut dan mudah menyerah karena selalu ada jalan bagi setiap pejuang.

FAKTA ILMIAH

Harimau dalam system taksonomi tergolong dalam:
Kingdom: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili: Falidae, Genus: Panthera, Spesies: Panthera tigris atau Felis tigris.
            Harimau adalah jenis kucing terbesar bahkan lebih besar daripada singa.  Mungkin ukurannya sama dengan singa tapi massanya lebih besar.  Massa harimau jantang bisa mencapai 180-320 kg, sedangkan betinanya berkisar  120-180 kg.  Panjang harimau jantan antara 2,6-3,3 m sedangkan betinanya 2,3-2,75 m.
Pada ordo karnifora, harimau menduduki tempat ketiga terbesar setelah  beruang kutub dan beruang coklat.
Ada perbedaan yang tidak banyak diketahui, bahwa harimau lebih gemar berenang daripada kucing.  Bahkan ucing cenderung takut air.
Motif bulu harimau adalah variasi loreng coklat terang dan hitam

REFERENSI:
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Harimau/17/3/2019
  2. https://ahadwahyudh.wordpress.com/2014/06/02/asal-usul-harimau-berkulit-belang/17/3/2019
  3. http://www.artinama-bayi.com/20100/nama-namapopulerdi-Vietnam/23/4/2019



Tidak ada komentar:

Posting Komentar