Senin, 19 November 2018

Legenda Ke-27 Asal Usul Asap Gunung Canlaon


LEGENDA KE-27
KISAH:
BERSAHABATLAH DENGAN ALAM

Horisaboquet adalah seorang lelaki tua yang baik hati.  Ia berbadan kecil, kurus dan berambut panjang menjuntai, namun memiliki kesaktian.  Dia memiliki ilmu meringankan tubuh sehingga bisa bergerak cepat bahkan menghilang.  Sifat bijaksananya membuat Horisa tidak sombong dengan kelebihan yang dimilikinya. 
            Tinggal di puncak Gunung Canlaon pada masa yang jauh sebelum Spanyol datang menjajah.  Di bawah arahan dan kepemimpinannya, Gunung Canlaon diberkahi sebagai tempat yang subur.  Berbagai macam tanaman dapat tumbuh subur di sana.  Sayur mayur palawija dan terutama tembakau. 
Semua warga Gunung Canlaon mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT.  Mereka merasa qanaah dengan apa yang mereka ambil dari alam.  Mereka bisa hidup sederhana tanpa banyak keinginan berlebihan terhadap nikmat dunia.
            Kembali lagi pada karisma Horisaboquet, dia sangat dihormati.  Bila ia melewati suatu perkampungan, warga akan memberinya penghormatan.
            “Selamat datang Tuan Horisa.  Kami merasa beruntung anda mau bertandang ke kampung kami.”  Ojera seorang tetua  salah satu kampung di Gunung Canlaon.”
            “Terimakasih atas sambutannya Pak Tua.  Saya bermaksud mengumpulkan warga di satu tanah lapang untuk membicarakan suatu hal.”  Horisa menyampaikan maksud kedatangannya.
            Persiapan untuk pertemuan besar semua warga Gunung Canlaon seakan menandai pentingnya kegiatan tersebut.  Horisaboquet segera menaiki mimbar.
            “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahakuasa, Selamat dan kesejahteraan semoga selalu menyertai kita.  Terimakasih untuk semua warga Canlaon yang telah hadir pada pertemuan kali ini.  Aku akan menyampaikan beberapa hal penting:
1. Aku mendapat amanah dari Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan di seberang sana, alam lain yang sedang dirundung permasalahan.  Maka aku akan meninggalkan kalian untuk beberapa lama.
2. Aku titipkan batas penanaman yang kita sepakati bersama.  Jangan melewati batas itu karena bagian-bagian lahan memiliki fungsinya masing-masing.  Terutama bagian puncak yang menjadi hutan resapan.  Sama sekali tidak boleh dijadikan lahan pertanian.  Kalau kalian melanggarnya maka kalian akan merasakan kesusahan mendapatkan air dari sungai di tengah kampung kita ini.
3. Apabila kalian tetap menanaminya aku akan mengambil semua tanaman tembakau kalian.  Aku akan mengisap dengan batang cerutuku ini sampai tembakau itu habis.
            Pesanku ini sangatlah penting untuk kalian ikuti.  Bila kalian langgar aku akan memenuhi ancamanku.”
            Semua terdiam mendengarkan arahan dari Horisaboquet.  Tak lama kemudian Horisaboquet menghilang dari pandangan seluruh warga.  Mereka saling berbincang tentang pemimpin meraka yang satu ini, untuk kemudian berpisah membubarkan diri.
            Sekian lama kepergian Horisa, warga masih mengikuti apa yang dipesankannya.  Hingga lama kelamaan, mereka mulai digoda bisikan setan dan nafsu untuk menikmati dunia lebih dari sekedar cukup kebutuhan.
            “Horisa tidak akan kembali lagi.  Dia hanya menakut-nakuti kita supaya kita tetap miskin.  Kalau puncak Calaon ini kita Tanami tembakau, maka hasilnya akan lebih banyak dan membuat kita kaya.”  Seorang pemuda mengungkap pandangannya.
            “Aku tidak berani untuk melanggar kesepakatan itu.  Lagi pula kita sudah cukup hidup tenang dan damai dengan apa yang kita terima sekarang.”  Ojera bertahan dalam ketaatannya pada Horisabaquet.
            “Pak Tua, ini hanya akal-akalan Horisa supaya tidak ada yang menyaingi wibawanya.  Kalau kita tidak bisa melampaui ilmunya maka kita masih bisa melampaui kekayaannya.  Sekarang begini saja.  Bagaimana kalau kita mencoba menanam melewati batas  kesepakatan.  Bila benar ancamannya maka ia akan datang untuk mengambil tembakau kita.  Tapi bila tidak berarti dia telah berbohong dan kita bebas menanami lahan di gunung ini hingga  ke puncaknya.”  Kini pendapat picik pemuda itu disetujui banyak orang.  Ojera tidak bisa melawan keinginan dari mereka yang serakah.
            Pemuda itu mulai mencoba melanggar batas yang disarankan Horisa.  Warga cemas menunggu akibat yang diancamkan Horisa.  Akan tetapi ancaman itu tidak juga wujud nyata hingga panen yang didapat pemuda itu cukup banyak.
            “Apa yang kalian takutkan?  Horisa hanya membohongi kita.  Aku bisa mendapatkan panen lebih banyak dan kita akan menjadi kaya raya.  Mana ancaman Horisa?  Omong kosong!” suara pemuda itu lantang jumawa.
Warga  mulai tergiur membagi-bagi lahan sesuai keinginan dan kesepakatan baru mereka.
Mereka menanami hingga puncak gunung.  Mereka membabat hutan tanpa peduli risikonya.  Begitulah keserakahan telah menyelimuti hati sebagian besar warga.  Hanya beberapa gelintir orang tua yang masih mencemaskan akibat yang akan mereka dapatkan.
            Menjelang panen tiba, gunung Canlaon mengeluarkan asap.  Asap itu begitu panas, menyapu seluruh tanaman yang ada pada lahan mereka.  Tidak bersisa.
            “Ancaman Horisa akhirnya tertunaikan juga.”  Ojera hanya bisa berucap prihatin dengan keadaan ini.  Mereka meninggalkan gunung, menyelamatkan diri dari amukan asap Canlaon.
            Sampai saat ini asap masih menggumpal dari atas Canlaon.  Meskipun tidak lagi panas dan berbahaya seperti serangan pertama yang menghabiskan tanaman mereka.  Sebagian orang percaya bahwa Horisa belum selesai mengisap tembakau yang dia ambil dari warga Gunung Canlaon.

HIKMAH
1. Semua yang terjadi adalah bagian dari kehendak Allah SWT.  Sebagai ujian untuk diambil pelajaran darinya.
2. Janganlah melanggar kesepakatan dan janji karena kesepakatan adalah amanah bersama serta janji adalah hutang
3. Bersahabatlah dengan alam dan jangan pernah mementingkan diri sendiri
4. Menggunakan alam secara berlebihan akan berakibat pada bencana yang merugikan dan menyengsarakan manusia.

FAKTA ILMIAH
Salah satu gunung berapi aktif  di Filipina adalah Gunung Canlaon.  Berdasarkan bentuknya, Canlaon termasuk dalam stratovolcano.  Letaknya di provinsi Negros Occidental di kabupaten Visayas. Hingga tahun 2010, kota ini memiliki populasi 51254 jiwa dengan 9945 rumah tinggal.
Gunung Canlaon berketinggian 2435 meter, meletus terakhir kali di tahun 2015.
Sedikit penjelasan tentang gunung stratovolcano.   Berdasar bentuk puncaknya, Gunung srtratovolcana odalah gunung berapi kerucut, disebut juga gunung berapi komposit.  Pegunungan yang tinggi dan mengerucut karena material letusan yang berupa lava dan abu vulkanik mengeras.
Tipografinya, curam pada bagian puncak dan landai pada bagian kaki.  Hal ini terjadi karena aliran lavanya amat kental, mengandung banyak silika sehingga bersifat asam.  Silika akan cepat mendingin dan mengeras sebelum sebarannya cukup jauh.

REFERENSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar