LEGENDA-29
DUA EMPU PEMBANGKANG
Kisah ini turun temurun diwariskan
bak dongeng pengantar tidur. Karena umur
legenda ini cukup lama, maka banyak diwarnai dengan agama dan budaya yang
berkembang saat itu. Tidak heran bila
kisahnya diwarnai dengan kepercayaan pada banyak dewa (politeism)
Untuk menambah khasanah kekayaan imajinasi kita, yuk kita simak legenda terbentuknya Gunung Merapi ini.
Untuk menambah khasanah kekayaan imajinasi kita, yuk kita simak legenda terbentuknya Gunung Merapi ini.
***
Konon, Pulau Jawa ini awalnya dalam
kondisi miring. Tentu saja kondisi ini
tidak nyaman untuk dihuni manusia. Para
dewa di kayangan pun mulai mendiskusikan keadaan ini.
“Aku ingin membuat Pulau Jawa ini rata dan tidak miring seperti yang kalian saksikan di bawah sana,” kata Batara Guru, tetua para dewa menyampaikan keresahannya.
Maka terjadilah diskusi serius yang menghasilkan sebuah kesimpulan akan perlunya penyeimbang di tengah pulau tersebut. Keputusan yang diambil para dewa adalah dengan meletakkan sebuah gunung di tengahnya. Kali ini gunung yang akan dipindahkan adalah Gunung Jamurdipa yang terletak di Pantai Selatan ke daerah perbatasan Kabupaten Sleman, Boyolali dan Klaten.
“Wah, ternyata daerah yang akan kita pakai untuk memindahkan gunung ini ditempati oleh dua empu sakti.” Para dewa mengeluhkan kesulitan yang mereka hadapi. Untuk mengatasi kesulitan ini diutuslah dua Dewa, yaitu Batara Narada dan Dewa Penyarikan.
“Kami mengutus kalian berdua untuk menemui Empu Rama dan Empu Pamadi. Mereka membuat keris langsung di atas paha dengan tangan mereka. Inilah yang membuat Pulau Jawa makin miring. Bujuklah mereka untuk pindah dari sana,” perintah Batara Guru.
Batara Narada dan Dewa Penyarikan segera menemui dua empu itu.
“Wahai Empu Rama dan Empu Pamadi, kami mendapat amanah dari Batara Guru. Kami akan memindahkan Gunung Jamurdipa ke tempat kalian membuat keris ini. Maka sebagai penghormatan pada kalian, para dewa meminta kalian meninggalkan tempat ini, Supaya kalian tidak tertindih Gunung Jamurdipa,” kata Batara Narada.
“Terimakasih atas kedatangan kalian, tapi kami hanya akan mendapatkan keris yang berkualitas bila mendapatkan bahan dan membuatnya di sini.” Empu Rama menjelaskan alasan mereka membuat keris itu pada tempat di tengah Pulau Jawa ini.
“Tapi akibat perbuatan kalian, Pulau Jawa makin miring dan akan terus bertambah miring. Ini sangat berbahaya buat keseimbangan dan kenyamanan penghuninya.”
“Kami tetap tidak akan pindah dari sini apapun yang terjadi.” Empu Pamadi menegaskan satu hal yang akan berakhir dengan pertempuran antara keempatnya.
Merekapun terlibat pertempuran sengit. Masing-masing mengeluarkan jurus andalannya. Empu Rama dan Empu Pamadi dengan keris-keris pusaka buatan mereka sendiri mampu membuat Batara Narada dan Dewa Penyarikan kewalahan.
“Rasanya pertempuran ini harus kita sudahi, kalau tidak kita bisa celaka.” Dewa Penyarikan mengeluhkan keterdesakan dari pihak dewa.
“Sebaiknya kita kembali ke kayangan dan melaporkan keadaan ini.” Batara Narada memutuskan untuk kebali ke kayangan meskipun dengan tangan kosong.
Setiba di kayangan dan menemui Batara Guru, mereka melaporkan sifat keras kepala dari dua empu di tengah Pulau Jawa itu.
“Mereka tidak bisa dikasih penghormatan. Kita beritahu baik-baik malah melawan. Kita tidak usah perhitungkan lagi nasib mereka. Aku putuskan pemindahan Gunung Jamurdipa tetap dilakukan. Dewa Bayu, segera tiup Gunung Jamurdipa dari Pantai Selatan.” Batara Guru memerintahkan tanpa bertimbang rasa lagi.
“Sendika dawuh, Batara Guru, saya akan segera melaksanakan perintah.” Dewa Bayu yang menguasai angin segera memerintahkan tentaranya untuk mengangkat Gunung Jamurdipa. Dalam sekali tiup, gunung itu menimpa tempat kedua empu.
Mereka tewas tertimpa tanah hempasan Gunung Jamurdipa. Sementara perapian pembuatan keris tetap menyemburkan api panas membara, menimbulkan kawah pada puncaknya. Gunung itu pun mendapat sebutan Merapi yang bermakna tempat perapian.
Pada kenyataannya, Gunung Merapi menjadi gunung paling aktif di Pulau Jawa bahkan Indonesia.
HIKMAH:
1. Hendaklah kita mementingkan
keselamatan alam lingkungan dalam rangka berakhlak pada alam sebagai sesame makhluk
Tuhan.
2. Hendaklah kita mementingkan
keselamatan bersama, sesama insane dalam rangka berakhlak pada sesama manusia.
3. Keinginan berada pada zona
aman dan nyaman kadang membuat manusia enggan berhijrah walaupun itu diperintahkan
oleh Allah SWT dan RasulNya. Maka
mengambil hikmah dari perintah hijrah akan meringankan langkah. Sesungguhnya hijrah adalah dakbus salihin
untuk mencari maslahat, kebaikan dan memperbaiki keadaan.
FAKTA
ILMIAH:
Sebenarnya
tahapan terbentuknya Gunung adalah sbb:
1. Terjadinya
akumulasi sedimen, lapisan-lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk hingga
kedalaman beberapa kilometer.Perubahan
bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi.
2. Sedimen pada langkah pertama
pembentukan gunung, mengalami deformasi karena gaya kompresi dari tumbukan
antar lempeng tektonik.
3. Pengangkatan
kerak bumi akibat gerakan blok sesar. Tumbukan antarlempeng akan mengangkat
sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga
terbentuk gunung. Bagian yang mengalami
tarikan akan merenggang dan terjadilah graben yang membentuk lembah
Gunung
Merapi memiliki ketinggian puncak di atas 2.930 meter dpl, terletak di tengah
Pulau Jawa, sebagai gunung api paling aktif.
Berada di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kabupaten Magelang di sisi baratnya, Boyolali
di sisi utara dan timur, Yogyakarta dan Sleman di sisi selatan, serta Klaten di
sisi tenggara. Sejak 2004, bagian
puncaknya dijadikan Taman Nasional Gunung Merapi.
Terhitung
dari tahun 1548, Gunung Merapi meletus lebih dari 68 kali. Bahkan dalam setahun dapat meletus dua hingga
lima kali. Oleh karena itu, Merapi
menjadi gunung yang sangat berbahaya.
Meskipun demikian, wilayah pemukiman penduduk mencapai ketinggian hingga
1700 m, hanya berjarak 4 km dari puncaknya. Nah, Gunung
Merapi dengan tingkat kepentingan yang tinggi ini, termasuk dalam proyek Decade
Volcanoes
Terakhir
letusan Merapi hingga tulisan ini dibuat, terjadi pada tanggal 24 Mei 2018
dengan ketinggian kepulan asap hingga 6000 m, hujan abu menyebar kea rah barat
hingga Kebumen sepanjang jarak 40 km.
Bagian
puncak merapi tidak ditumbuhi vegetasi apapun. Vegetasi Merapi di bagian teratas didominasi alpine
khas pegunungan, misalnya Rhododendron dan Edelweis jawa. Bagian di bawahnya terdapat hutan bamboo dan
tumbuhan pegunungan tropika. Di bagian
selatan terdapat hutan hujan tropis pegununga, dengan anggrek endemic Vanda
tricolor yang termasuk dalam vegetasi langka.
Di bagian kaki, pada ketinggian kurang dari satu kilometer terdapat varietas
salak unggul, Pondoh dan Nglumut
REFERENSI:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi
https://ardiyansyah.com/2016/07/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar