KEMUNCULAN BAWANG PUTIH
Masih cerita rakyat dari Philipina. Kali ini awal mula munculnya bawang
putih. Selamat membaca!
Dahulu, di Filipina, dipercaya telah hidup
seorang gadis yang teramat cantik, bernama Anniki. Meskipun parasnya cantik, Legaya tidak
menjadi tinggi hati. Ia hidup bersama
sang ibu yang bernama Melaya.
“Anakku, hati-hatilah kau dengan
kecantikanmu. Janganlah kau menjadi
sombong dan merasa lebih baik dari orang lain.
Terutama gadis yang sebaya denganmu.”
Demikian ibu Anniki selalu mengingatkan.
Kecantikan Legaya banyak memikat pemuda
seantero negeri. Salah satunya seorang
putera bangsawan termasyhur dan terkaya
di negerinya. Pemuda putera bangsawan
itu bernama Lam Ang.
“Saya bermaksud menikahi puteri gadis ibu. Seandainya berkenan saya akan menjadi suami
yang baik untuk Anniki.” Lam Ang
menyampaikan maksudnya pada sang ibu.
Sementara Anniki yang berbudi baik itu hanya tersipu malu. Wajahnya
kemerah-merahan dan menunduk tanda setuju
“Anakku, berbahagialah, seorang pemuda putera
bangsawan terpandang di negeri ini menjatuhkan pilihan padamu. Apakah kau menerimanya, Anakku?”
“Seandainya ibu memang sudah menjodohkanku
dengannya aku tidak akan keberatan dengan pilihan ibu. Semoga kebaikan untukku.” Anniki yang cantik semakin cantik dengan
kepatuhan dan baktinya pada orang tua.
Kabar dipinangnya Anniki oleh Lam Ang segera
tersiar ke seantero negeri. Banyak
pemuda yang kecewa dengan berita ini.
Namun agak berbeda dengan apa yang terjadi pada Legaya. Seorang pemuda yang memiliki temperamental
tinggi dan pemberani. Ia bermaksud
merebut Anniki dari Lam Ang.
“Aku harus bisa mendapatkan Anniki. Gadis cantik itu pantas menjadi istriku,”
batin Legaya,”Tapi bagaimana caranya?
Sedangkan Lam Ang adalah putra bangsawan terpandang di negeri ini.” Legaya berpikir keras sebelum akhirnya
memutuskan sesuatu yang sangat keji.
“Tidak ada cara lain, aku harus menghabisi Lam Ang.”
Malam itu, Legaya menyusup kedalam istana
kediaman keluarga Lam Ang. Kostum
tertutup sebagai upaya penyamaran disiapkannya, lengkap dengan senjata tombak
andalannya, juga perisai. Melalui
genting istana keluarga Lam Ang, Legaya berhasil memasuki ruangan yang
merupakan kamar tidur Lam Ang.
Lam Ang tidak menyadari bahaya yang
mengintainya. Loncatan Legaya ke lantai
hamper tak bersuara karena kelihaiannya sebagai prajurit kerajaan. Dalam sekejap, tombak itu telah menorehkan
satu lagi dosa besar anak manusia.
Jeritan Lam Ang membangunkan budak penjaga. “Ada apa ini.
Celaka aku telah tertidur. Apa
yang terjadi pada tuan Lam Ang. Aku
harus segera menyelamatkannya.” Budak
itu menghunuskan pedangnya dan segera menuju kamar Lam Ang.
“Hai, penjahat asing. Kamu lancang sekali masuk istana ini dan
mencelakai tuanku. Terimalah ini. Sreeeet!!!!”
Pedang itu menghabisi nyawa Legaya seketika.
Pertumpahan darah telah terjadi karena
kecantikan seorang gadis yang membawa ujian bagi kaum perjaka.
Keesokan harinya, kejadian memilukan itu telah
menjadi buah bibir seluruh pelosok negeri, tak terkecuali Anniki. Anniki merasa bersalah telah menjadi penyebab
celakanya dua pemuda yang mencintainya.
Tanpa piker panjang ia pergi ke puncak bukit.
“Wahai Yang Berkuasa, Aku rela Kau mencabut nyawaku saat ini
juga. Itu lebih baik menurutku daripada
kecantikanku ini membuat orang lain celaka.”
Tiba-tiba petir menyambar tubuhnya dan kehilangan nyawa pada saat itu
juga.
Sang ibu, Melaya mencari Anniki hingga ke
puncak bukit. Betapa sedih hatinya
ketika mendapati anaknya sudah tak bernyawa.
“Anakku, mengapa kau tinggalkan ibu seorang
diri, Anniki. Semoga kehidupanmu setelah
kematian ini ada dalam keselamatan dan kedamaian.”
Sang ibu pun pulang dan memakamkan Anniki di
belakang rumahnya sambil menangis.
“Anakku, aku tak akan bisa menemuimu lagi,
Nak. Aku kini seorang diri,” rintih sang
ibu.
Keesokan harinya, Melaya bermaksid menziarahi
makam anaknya. Ada sesuatu yang aneh di
atas makam Anniki, yaitu tumbuhan semacam rumput liar namun asing. Dicabitnya rumput itu dan ternyata akarnya
putih bersih.
Tiba-tiba terdengar suara gaib, yang
membisikkan sesuatu pada telinga Melaya.
“Tumbuhan ini muncul dari butiran air mata kesedihanmu. Dan umbinya yang putih itu jelmaan dari gigi
anakmu, Tanamlah umbi itu sebagai kenanganmu terhadap anakmu dan pengobat saat
rindu.”
Melaya sangat senang dengan pemberian Tuhan
Sang Penguasa agar dia selalu ingat pada Anniki, anaknya yang cantik jelita itu
PESAN MORAL:
1. Kecantikan wanita menjadi fitnah luar biasa
apabila tidak dijaga. Maka menutupinya
membawa keselamatan diri juga sesame bahkan Negara. Sejarah mencatat betis Ken Dedes yang
menggetarkan jiwa Ken Arok dan meruntuhkan kekuasaan Tunggul Ametung
2. Memelihara kelembutan hati, perasaan cinta sesama
dapat menimbulkan kemauan mengorbankan diri dan menguatkan kehormatan diri
3. Syariat adalah risalah Allah, Sang Maha Kuasa
yang menyelamatkan peri kehidupan manusia.
Maka bersyukurlah dengan aturan yang diajarkaNya
FAKTA UNIK:
1. Nama ilmiah bawang putih adalah Allium sativum,
tergolong dalam genus Allium.
2. Manfaat Bawang Putih
a. Menurunkan tingkat kolesterol
Dilansir Naturally Yours, bawang
putih tunggal biasa dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Menurut hasil penelitian, bawang putih tunggal bisa menekan kolesterol hingga
20 mg/dl dan menurunkan kadar trigliserida.
Untuk menurunkan kolesterol,
konsumsi 3 sampai 4 siung bawang lanang saat perut masih kosong.
b. Mencegah masuk angin dan batuk
Manfaat bawang putih tunggal atau
bawang lanang yang lain adalah mencegah masuk angin dan batuk. Menurut hasil
penelitian, konsumsi bawang putih tunggal secara teratur bisa menurunkan risiko
terkena masuk angin dan batuk sampai 50 persen.
Untuk mendapatkan khasiat bawang
putih tunggal dalam mencegah masuk angin, gerus 2 siung bawang. Setelah itu
seduh dengan air hangat dan minum.
c. Meningkatkan kekebalan tubuh
Selain mencegah masuk angin dan
batuk, konsumsi bawang putih tunggal atau bawang lanang juga bisa meningkatkan
kekebalan tubuh dalam menangkal penyakit-penyakit lain yang disebabkan virus.
Ini disebabkan oleh khasiat alliinase dan alliin di dalamnya.
d. Mengatasi diabetes
Penelitian membuktikan bahwa
konsumsi 2 sampai 3 siung bawang putih tunggal secara teratur bisa menurunkan
kadar gula dalam darah. Allicin bawang jika dikombinasikan dengan vitamin B dan
thiamine bisa merangsang pankreas untuk mengirimkan insulin ke seluruh tubuh.
e. Mencegah kanker
Dilansir HerbalFor, sulphide di
dalam bawang putih tunggal dapat membantu liver untuk melawan pembelahan sel
kanker yang tidak wajar.
f. Mengatasi asma
Untuk mendapatkan manfaat bawang putih
tunggal dalam mengobati asma, kombinasikan bawang yang sudah dihaluskan dengan
madu.
g. Menyembuhkan influenza
Untuk penderita influenza, aroma
menyengat dari bawang putih akan menstimulasi membran mokus. Dengan begitu
pernapasan terasa lebih lega.
Dilansir Healing Herbal Information,
bawang putih tunggal juga bisa diolah menjadi sirup pereda asma. Cukup rebus
segenggam bawang putih bersama cuka dan gula, kemudian minum satu sendok setiap
pagi.
h. Mengobati wasir/ambeien
Manfaat bawang putih tunggal atau
bawang lanang yang tak kalah penting adalah meredakan wasir yang meradang.
Olesan sari bawang lanang pada area anus akan membantu meredakan pembengkakan.
HADIS-HADIS SEPUTAR BAWANG PUTIH:
Bawang putih tergolong tanaman sayur yang Allah
SWT ciptakan untuk dimanfaatkan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, Akan tetapi baunya yang menyengat membuat
tanaman ini makruh buat dimakan, terutama bila dalam keadaan mentah. Berikut
ini hadis tentang bawang putih
1. Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin
Umar, dia berkata, “Pada saat peperangan khaibar, rasulullah SAW bersabda,
‘Barangsiapa memakan dari pohon ini – yakin bawang putih, maka janganlah dia mendekati masjid kami’.” (HR.Al – Bukhari
Muslim)
2. Sebagaimana juga hadits dari Anas bin Malik,
dia berkata,“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa memakan pohon
ini (bawang putih), maka janganlah dia mendekati kami.’ Atau ‘Jangan dia shalat
bersama kami’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa memakan
bawang merah, bawang putih atau bawang bakung, maka janganlah dia mendekati
masjid kami. Karena Malaikat juga merasa terganggu dengan apa-apa yang membuat Bani Adam merasa terganggu.” (HR.
Muslim).
4. Sahabat Umar bin Khaththab pernah berkhutbah
pada hari Jum’at, “Kemudian kalian, wahai sekalian manusia memakan dua jenis pohon
yang menurutku baunya sangat busuk, yakni bawang merah dan bawang putih. Aku
pernah melihat bila Rasulullah SAW mendapati kedua bau ini dari seseorang, beliau memerintahkan untuk
mengeluarkannya dari masjid ke Baqi’. Barangsiapa memakan kedua jenis tumbuhan
tersebut, hendaklah dia menghilangkan baunya dengan memasaknya.” (HR. Muslim).
5. Larangan tersebut khusus bagi yang hendak
berangkat ke masjid, jadi bukan larangan mutlak. Karena bawang putih pada
asalnya halal. Buktinya Rasulullah SAW mengatakan, “Barangsiapa telah memakan”
dan perkataan Umar, “Barangsiapa memakannya hendaklah dia menghilangkan baunya
dengan memasaknya.”
6. Permasalahan di atas telah disebutkan secara
jelas dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata, “Ketika kami berhasil
merebut Khaibar, kami (para Sahabat Nabi) memakan anaman itu (bawang putih) karena orang-orang
saat itu sangat lapar. Kami pun memakannya
dengan lahap kemudian kami berangkat ke masjid. Rasulullah SAW mencium bau bawang tersebut, lantas beliau berkata,
‘Barangsiapa memakan pohon yang busuk ini, maka janganlah dia mendekati
masjid!’ Orang-orang berseru, ‘Bawang telah diharamkan, bawang telah
diharamkan!’ Sampailah hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka beliau pun berkata,
‘Wahai sekalian manusia, aku tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah.
Akan tetapi aku hanya membenci bau pohon itu’.” (HR. Muslim). Ali bin ABi Thalib berkata, “Rasulullah SAW melarang untuk mengonsumsi bawang
putih kecuali setelah dia dimasak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Dengan
memasak bawang putih, maka bau yang tadinya menyengat akan berkurang. Dan
diketahui pula bawang putih yang dimakan mentah dapat menganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu. Dari Ali bin Abi
Thalib, beliau berkata, “Makanlah bawang putih dan berobatlah (dengan
menggunakan)nya, karena sesungguhnya di dalamnya terkandung obat (peyembuh) dari tujuh puluh macam penyakit.” (HR. Ad-Dailami)
SUMBER REFERENSI:
1. http://pengobatan-nabi-muhammad.blogspot.co.id/2012/12/bawang-putih-allium-sativum-menurut-nabi.html
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_putih
4. https://www.merdeka.com/sehat/32-manfaat-bawang-putih-bawang-putih-tunggal-bagi-kesehatan-berat-ideal-kesuburan-kln.html
5. Widyaningrum, Herlina. 2011. Kitab Tanaman
Obat Nusantara. Yogyakatra: Media Pessindo